Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2003-12-03 18:08:39    
Etnis Dongxiang Tiongkok

cri

Di antara 55 etnis minoritas Tiongkok, ada 10 etnis yang hampir seluruh penduduknya menganut agama Islam, dan etnis Dongxiang justru adalah salah satu di antaranya.

Etnis Dongxiang terutama bermukim di kabupaten otonom etnis Dongxiang, Keresidenan Otonom Etnis Hui Linxia Propinsi Gansu Tiongkok barat laut serta beberapa kabupaten di sekitarnya. Etnis Dongxiang terbentuk pada paro kedua abad ke-14 atas beberapa etnis berbeda yang bermukim di daerah Dongxiang sekarang. Sebagian terbesar di antaranya adalah imigran Asia tengah yang menganut agama Islam dan orang Mongolia.

Menurut sensus penduduk Tiongkok pada tahun 1990, etnis Dongxiang sekarang berpenduduk 370 ribu jiwa.

Wang Zuomin adalah seorang mahasiswi asal etnis Dongxiang. Dia pada tahun 1999 lulus ujian masuk Universitas Etnis Pusat Beijing dari kabupaten Dongxiang. Di universitas yang terutama menerima mahasiswa etnis minoritas itu, Wang Zuomin mengambil studi sastra bahasa etnis. Dia mengatakan, ?etnis Dongxiang tidak mempunyai bahasa tulisnya sendiri, dan menggunakan bahasa tulis Tionghoa, tapi etnis Dongxiang mempunyai bahasa lisannya sendiri, yaitu bahasa Dongxiang.?

Wang Zuomin menjelaskan, orang etnis Dongxiang dengan kecerdasannya sendiri menciptakan sastra rakyat yang kaya dan beraneka-ragam, di antaranya selain ada epik pahlawan kuno, hikayat dan cerita, juga ada lelucon yang sangat jenaka dan fabel yang kaya akan prinsip filsafat.

Tapi sayang, kaum pemuda etnis Dongxiang yang bisa berbahasa Dongxiang sekarang sudah tidak banyak, Wang Zuomin sendiri juga tidak bisa menggunakannya.

Etnis Dongxiang dalam perkembangannya selama berabad-abad telah membentuk tradisi budaya dan kebiasaan hidupnya yang unik.

Kebiasaan makan orang etnis Dongxiang mempunyai banyak kesamaan dengan etnis minoritas lain yang menganut agama Islam di Daerah Tiongkok barat laut, Wang Zuomin menerangkan, ?makanan pokok etnis Dongxiang adalah daging sapi dan kambing, tepung terigu dan kentang, orang Dongxiang sangat ramah terhadap tamu. Kalau ada tamu, mereka pasti melayaninya dengan the, kue-kue dan nasi berlauk daging kambing.

Pakaian tradisional etnis Dongxiang sangat indah, blus wanita bersulam bunga di bagian depannya, sedangkan lengannya yang lebar dihias dengan renda yang mencerminkan sepenuhnya watak wanitanya yang suka cantik, pakaian peria kebanyakan berupa baju panjang yang longgar, dengan dilengkapai ikat pinggang dan pisau pinggang yang mencerminkan watak terus terang kaum peria Dongxiang.

Seiring dengan perkembangan masyarakat, pakaian pakaian etnis Dongxiang mengalami perubahan sangat besar selama puluhan tahun ini. Sekarang sudah jarang kelihatan pakaian tradisional yang indah tersebut.

Idul Fitri dan Idul Kurban adalah hari raya penting etnis Dongxiang. Selain itu, mereka juga merayakan hari raya obor yang jatuh pada setiap tanggal 15 Januari. Pada malam hari itu, para pemuda setiap desa membawa obor yang dibuat dari jerami gandum berlari-lari di pegunungan dan pematang-pematang. Obor-obor itu membentuk rupa seperti naga panjang yang beterbangan menggelegak dalam kegelapan samar-samar malam, dan kelihatan sangat megah.

Peternakan dan industri kerajinan tangan sejak lama mempunyai kedudukan penting dalam penghidupan rakyat Dongxiang. Ternak piaraannya terutama adalah sapi, kambing, kuda dan domba. Industri kerajinan tangan termasuk pengolahan kulit, pembuatan wol kempa dan perak yang tradisional.

Daeran Dongxiang sangat tinggi di atas permukaan laut. Sebagian besarnya adalah daerah pegunungan kering yang terletak 1900 sampai 2300 meter di atas permukaan laut dan dataranya sangat sedikit lingkungan alam yang buruk itu tidak menguntungkan bagi perkembangan Dongxiang. Karena itu pemerintah daerah memimpin massanya dengan berencana melakukan perjuangan untuk mengubah keadaan alam, dengan membangun waduk air, saluran irigasi dan lain-lain, sehingga air minum penduduk setempat, irigasi pertanian, listrik dan perhubungan pada pokoknya dapat diselesaikan. Melalui pengubahan besar-besaran selama puluhan tahun, keadaan daerah Dongxiang telah mengalami perubahan sangat besar. Dongxiang akan mencapai perkembangan lebih lanjut seiring dengan pelaksanaan pembangunan besar-besaran di Tiongkok bagian barat.