|
Pertemuan dialog berbagai golongan Palestina selama 4 hari kemarin ditutup di Kairo ibukota Mesir. Karena ke-12 golongan peserta pertemuan sangat berbeda pendapat, akhirnya gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. Opini berpendapat, kegagalan pertemuan itu akan semakin mengaburkan harapan dimulainya pembukaan kembali proses perdamaian Palestina-Israel dalam waktu dekat dan juga mendatangkan bayangan gelap bagi pertemuan pertama antara dua perdana menteri Palestina dan Israel yang direncanakan.
Ketua Delegasi Front Pembebasan Rakyat Palestina Maher Al Taher yang menghadiri pertemuan itu dalam pernyataannya usai pertemuan mengatakan, berbagai golongan peserta setuju melanjutkan dialog pada masa mendatang, dan akan mengeluarkan komunike pers mengenai hasil pertemuan dialog itu, tapi tetap berbeda pendapat dalam beberapa masalah. Taher tidak menyinggung masalah gencatan senjata juga tidak mengungkapkan isi konkrit komunike pers yang direncanakan.
Anggota Delegasi Gerakan Perlawanan Islam Palestina yang radikal Hamas Muhamed Najar usai pertemuan mengumumkan bahwa Hamas dan 4 golongan Palestina lainnya menolak menerima usul mengenai gencatan senjata selama 1 tahun yang diajukan Mesir, tuan rumah pertemuan, dan menekankan bahwa pihaknya tidak bersedia mewujudkan gencatan senjata dengan Israel di bawah prasyarat belum diambilnya langlah setimpal oleh Israel. Selain itu, Hamas dan golongan lain juga menolak memberi kuasa kepada pemerintah otonom Palestina untuk mengadakan perundingan dengan Israel mengenai masalah gencatan senjata.
Pertemuan dialog secara bentuk Marathon itu diadakan dalam keadaan tertutup. Dilihat dari beberapa isi yang diungkapkan para peserta, berbagai golongan Palestina terpecah menjadi dua kubu dalam pertemuan itu. 6 golongan Palestina yang dipimpin oleh golongan utama Organisasi Pembebasan Palestina Fatah berpendirian mewujudkan gencatan senjata secara menyeluruh dengan Israel untuk memulai kembali proses perdamaian dan menyelamatkan rencana Peta Jalan Perdamaian Timur Tengah. Sedangkan golongan-golongan lainnya yang dipimpin oleh Hamas berpendirian mewujudkan gencata senjata bersyarat, dan pada tahap sekarang pertama-tama harus menghentikan aksi serangan terhadap rakyat biasa Israel di wilayah Israel, tapi syaratnya ialah pihak Israel harus menghentikan segala aksi permusuhan yang ditujukan kepada orang Palestina.
PM Wen Jiabao: Tingkatkan Kerja Sama Dengan PBB
Perdana Menteri Tiongkok Wen Jiabao yang tiba di New York kemarin dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menyatakan kesediaan pemerintah Tiongkok untuk terus meningkatkan kerja sama dengan PBB.
Berbicara tentang peranan dan reformasi PBB, Wen Jiabao mengatakan, PBB sebagai organisasi yang paling representatif dan berwibawa, peranannya harus dikembangkan. Tiongkok mendukung tim tokoh terkemuka senior yang dibentuk PBB untuk reformasi, dan bersedia terus meningkatkan kerja sama dengan PBB. Ditunjukkannya, menghadapi situasi baru, tugas baru dan tantangan baru, PBB perlu melakukan reformasi yang rasional dan seperlunya.
Pada kesempatan itu, Annan menyatakan, PBB menghadapi tantangan amat besar dalam memenuhi tuntutan zaman. Ia menyatakan terima kasih kepada negara-negara termasuk Tiongkok atas usul-usulnya mengenai reformasi PBB. Annan menegaskan kembali bahwa PBB akan berpegang teguh pada politik satu Tiongkok.
Perdana Menteri Wen Jiabao berkunjung ke AS selama 4 hari memenuhi undangan Presiden George W. Bush. Ini adalah kunjungan pertama kepala pemerintah baru Tiongkok ke AS.
|