Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2003-12-17 15:03:31    
Forum Peluang Bisnis Daerah Perdagangan Bebas Tiongkok-Asean Digelar Di Beijing(blm selesai)

cri

Forum Pelung Bisnis Daerah Perdagangan Bebas Tiongkok-Asean berlangsung di Beijing hari ini. Forum yang diselenggarakan bersama oleh Komite Asean-Beijing, Asosiasi Keterbukaan Tiongkok Bagian Barat Terhadap Dunia Luar dan Pusat Penasihat Bisnis Sahabat Beijing-Asean dibuka di Beijing hari ini dengan dihadiri oleh para perutusan diplomatik 10 anggota Asean untuk Tiongkok, para pejabat pemerintah dan pengusaha Tiongkok serta para pakar ekonomi Asia Tenggara sebanyak lebih 250 orang.

Duta Besar Brunei untuk Tiongkok Abdul Hamid Haji Abdul Jalil selaku Wakil Ketua Komite Asean-Beijing dalam kata sambutannya mengatakan, kini, Asean adalah mitra dagang terbesar keenam bagi Tiongkok, sedang Tiongkok adalah mitra dagang terbesar kelima bagi Asean. Daerah Perdagangan Bebas Tiongkok-Asean telah membuka suatu pasar tunggal yang memiliki 1,7 miliar penduduk. Diperkirakan ia akan merupakan daerah perdagangan terbesar dari negera-negara berkembang. Persetujuan Kerangka Kerja Sama Ekonomi Menyeluruh Asean-Tiongkok tidak hanya terbatas pada pengurangan tarif dan pagar, tapi menekankan pula kerja sama di bidang-bidang yang diprioritaskan yakni pertanian, teknologi rakayasa informatika, pengembangan sumber daya manusia, investasi dan program pengembangan Sungai Mekong yang sedang berjalan.

Berpidato pula di depan forum itu para wakil Kedutaan Besar 10 anggota Asean yakni Indonesia, Singapura, Thailand, Vietnam, Myanmar, Filipina, Kamboja, Laos, Brunei dan Malaysia untuk Tiongkok, yang memperkenalkan situasi ekonomi dan peluang bisnis di negerinya masing-masing.

Konselor Perdagangan Kedutaan Besar Indonesia untuk Tiongkok, Audriana Supandi mengatakan:?Kita melihat bahwa dalam beberapa tahun belakangan ini, perdagangan antara ASEAN dengan Tiongkok meningkat. Ini adalah suatu hal yang baik dan perlu kita teruskan. Untuk ini negara-negara ASEAN telah melakukan upaya-upaya untuk mempromosikan perdagangannya dengan Tiongkok terutama perjanjian China-Asean Free Trade Area CAFTA. Ini merupakan suatu instrument bagi peningkatan hubungan Tiongkok-Asean.?

Para pejabat pemerintah dan pengusaha terkenal Tiongkok serta para pakar ekonomi Asia Tenggara dalam pidatonya memperkenalkan situasi dan keunggulan kerja sama ekonomi dan dagang antara Tiongkok dan Asean, telah telah menjajaki masalah teoretis yang berkaitan dengan Daerah Perdagangan Bebas Tiongkok-Asean.

Direktur Institut Ekonomi Dunia dari Akademi Ilmu Sosial Tiongkok, Gu Yuanyang dalam pidatonya telah menganalisa sejumlah kecenderungan baru yang muncul dalam perkembangan perdagangan bebas di Asia Tenggara. Pejabat Kantor Pemerintah Daerah Otonom Guangxi dan Provinsi Yunan untuk Beijing telah memperkenalkan keunggulan posisi daerah otonom dan provinsi mereka dalam Daerah Perdagangan Bebas Tiongkok-Asean.

Ketua Kamar Dagang Tiongkok-Singapura, Wu Kechang mengatakan, fakta membuktikan, wabah Sars tidak dapat menghambat kemajuan ekonomi Tiongkok. Laju perkembangan ekonomi Tiongkok dewasa ini tetap kuat. Negara-negara Asean akan dapat ikut menikmati manfaatnya apabila mereka berhasil menaiki kereta perkembangan ekonomi Tiongkok.

Komisaris Utama Pusat Penasihat Bisnis Sahabat Beijing-Asean yang ikut menyenggarakan forum kali ini, Xu Ningning sangat optimistis terhadap prospek perkembangan kerja sama ekonomi dan dagang antara Tiongkok dan Asean. Untuk masa ke depan, forum serupa akan terus diselenggarakan. Demikian kata Xu Ningning.