Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2003-12-17 15:56:27    
Masalah peninggalan sejarah terkait tidak seharusnya mempengaruhi perkembangan keseluruhan hubungan bilateral Tiongkok-India

cri
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Kong Quan baru-baru ini ketika menjawab pertanyaan wartawan menyatakan, Tiongkok dan India sudah mencapai pengertian bersama,bahwa masalah peninggalan sejarah terkait seharusnya tidak mempengaruhi perkembangan keseluruhan hubungan bilateral .

Ketika ditanya wartawan apakah komentar pihak Tiongkok tentang pernyataan Perdana Menteri India Vajpee baru-baru ini di Parlemen India tentang tidak berubahnya pendirian India dalam masalah Tibet masalah Sikkim bukanlah masalah lagi antara India dan Tiongkok serta pengakuan positif Vajpaee terhadap kunjungannya ke Tiongkok dan prospek hubungan kedua negara termasuk penyelesaian masalah perbatasan.

Kong Quan menjawab, kunjungan resmi Perdana Menteri Vajpee ke Tiongkok pada bulan yang lalu mencapai sukses, telah meningkatkan saling pengertian dan kepercayaan antara kedua negara,dan mempunyai arti penting untuk mendorong kerja-sama yang menyeluruh antara Tiongkok dan India dalam abad baru .

Tiongkok menyambut sikap penting India dalam masalah Tibet . Tiongkok yakin, asalkan kedua pihak menunjukkan kejujuran, dan meningkatkan dialog, masalah apapun dapat menemukan cara penyelesaian yang baik.

Sementara itu, Kong Quan ketika menjawab pertanyaan telepon wartawan menyatakan, dalam masalah nuklir Korea Utara, Tiongkok dan berbagai pihak memelihara hubungan yang baik. Tiongkok akan terus menggunakan berbagai macam saluran untuk mengadakan upaya yang tak kendur-kundurnya untuk penyelesaian masalah nuklir Korea Utara secara damai melalui dialog .

Kong Quan menyatakan, Tiongkok mengharapkan pembicaraan Beijing putaran ke-2 tentang masalah nuklir Korea Utara secepatnya diselenggarakan, tapi ini memerlukan konsultasi berbagai pihak terkait.