Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2003-12-17 16:01:13    
Dibukanya kembali pembicaraan Korea Utara dan Amerika mengenai pencarian tulang jenazah tentara Amerika

cri

Korea Utara dan Amerika kemarin di Bangkok Ibukota Thailand memulihkan pembicaraan mengenai pencarian tulang jenazah perwira dan prajurit tentara Amerika yang gugur dalam masa perang Korea. Ini pertama kalinya kedua pihak mengadakan pembicaraan untuk bekerjasama mencari tulang jenazah tentara Amerika, sejak memburuknya secara drastis hubungan kedua negara karena masalah nuklir pada Oktober tahun lalu.

Kolonel Tentara Rakyat Korea Utara Li Chan Bok dan Pembantu dari Pembantu Menteri Pertahanan untuk Urusan Tawanan Perang Dan Personil Yang Hilang Jerry Jennings masing-masing memimpin delegasi menghadiri pembicaraan itu. Dilaporkan, dalam pembicaraan selama 3 hari itu kedua pihak terutama akan berkonsultasi mengenai pengaturan konkret pekerjaan pencarian tahun ini serta mengenai masalah perlengkapan dan teknologi komunikasi dalam masa pencarian.

Sebelum pembicaraan Jurubicara Tentara Rakyat Korea Utara untuk Panmunjom mengatakan, Korea Utara menyetujui dibukanya kembali pembicaraan dengan Amerika mengenai pencarian tulang jenazah tentara Amerika yang sudah terputus selama beberapa bulan itu , dengan pertimbangan bahwa pekerjaan itu sepenuhnya adalah urusan kemanusiaan .

Sebelum pembicaraan itu, jurubicara Kantor Urusan Tawanan Perang Dan Personil Yang Hilang dari Departemen Pertahanan Amerika menyatakan, pihak Amerika dalam pembicaraan akan meminta agar pihak Korea Utara memusatkan lokasi pencariannya pada sepanjang tepi Sungai Chongchon-Gang, daerah pernah terjadinya pertempuran-pertempuran sengit, sementara mengharapkan pihak Korea Utara memperbolehkan pejabat Amerika bertemu dengan 4 orang bekas tentara Amerika yang kini hidup di Korea Utara. Disamping itu, pihak Amerika menekankan pula , pembicaraan kali ini semata-mata hanya menyangkut masalah kemanusiaan, dan tidak ada sangkut-pautnya dengan masalah nuklir Korea Utara.

Masalah pencarian tulang jenazah perwira dan prajurit Amerika merupakan masalah peninggalan Perang Korea yang dicetuskan Amerika pada tahun 1950, dalam perang tidak adil selama 3 tahun itu, tentara Amerika telah menderita korban berat, sekitar 400 ribu perwira dan prajurit tentara Amerika telah gugur, dan kini masih terdapat sekitar 8000 tulang jenazah perwira dan prajurit tentara Amerika yang belum ditemukan. Tahun 1996, kedua pihak Amerika dan Korea Utara mulai mengadakan pembicaraan mengenai pencarian tulang jenazah tentara Amerika. Menurut kesepakatan yang dicapai kedua pihak, pihak Korea Utara mengizinkan personil pihak Amerika mencari tulang jenazah perwira dan prajurit tentara Amerika yang gugur dalam masa perang Korea di wilayah Korea Utara. Pada Oktober tahun lalu, ketika kedua pihak siap mengadakan pembicaraan mengenai tindak lanjut pekerjaan pencarian, hubungan Korea Utara ? Amerika memburuk secara drastis karena perselisihan kedua pihak dalam masalah nuklir, sehingga serangkaian proyek kerjasama kedua pihak termasuk pencarian tulang jenazah tentara Amerika terpaksa dihentikan.

Akhir April lalu, dibawah penengahan aktif Tiongkok, ketiga pihak Tiongkok, Amerika dan Korea Utara mengadakan pembicaraan tentang masalah nuklir Korea Utara di Beijing. Pembicaraan itu dalam taraf tertentu telah mempereda hubungan tegang antara Korea Utara dan Amerika. Dibawah latar belakang inilah, Amerika mengajukan usul kepada Korea Utara untuk memulihkan pembicaraan tentang pencarian tulang jenazah tentara Amerika. Setibanya di Bangkok perunding kedua pihak Korea Utara dan Amerika sama-sama mengharapkan pembicaraan kali ini dapat mencapai sejumlah kesepakatan mengenai masalah pencarian tulang jenazah tentara Amerika, agar kerjasama kedua pihak di bidang tersebut terus mencapai kemajuan.

Para analis berpendapat, pemulihan pembicaraan itu menunjukkan, kedua pihak baik Korea Utara maupun Amerika bersedia untuk tetap memelihara kontak dengan pihak lain, dan berharap dapat menyelesaikan masalah antara satu sama lain melalui dialog. Apabila kedua pihak dapat mencapai kesepakatan mengenai masalah-masalah tertentu dalam pembicaraan itu, tak pelak akan menciptakan suasana baik demi penyelesaian krisis nuklir yang menyulitkan hubungan bilatral dewasa ini.