|
Serangkaian pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN diselenggarakan di Phnom Penh, ibukota Kamboja mulai hari ini dengan dihadiri oleh wakil-wakil dari sekitar 20 negara dan organisasi internasional antara lain ASEAN, Uni Eropa, Tiongkok, Amerika Serikat, Rusia, Jepang dan Korea Selatan serta Menteri Luar Negerinya. Mereka akan bertukar pendapat dan pandangan tentang masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama antara lain kerjasama regional, masalah nuklir Korea Utara, situasi Irak pasca perang, masalah Timur Tengah serta penggempuran terorisme dan kejahatan trans-nasional .
Diungkapkan, Serangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN kali ini meliputi Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN yang ke- 36, Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dengan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan atau 10 plus 3, Pertemuan Menteri Luar Negeri Forum Regional ASEAN serta Pertemuan Menteri Luar Negeri Asean dengan Negara Mitra Dialog.
Dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN yang diadakan secara terlebih dulu, Menteri Luar Negeri 10 negara ASEAN akan menyimpulkan pekerjaan ASEAN selama satu tahun yang lalu, dan menetapkan pedoman pembangunan pada satu tahun mendatang. Di bawah latar belakang terus dipercepatnya proses globalisasi ekonomi, berbagai negara ASEAN semakin mendalam menyadari pentingnya peningkatan kerjasama regional . Pertemuan Menteri Luar Negeri tersebut akan secara titik berat membahas masalah-masalah antara lain mempersempit kesenjangan pembangunan ekonomi antara negara anggotanya, memberikan bantuan kepada negara yang relatif terbelakang ekonominya di bidang pembangunan prasarana, pengembangan sumber daya tenaga manusia serta teknologi telekomunikasi dan informasi.
Dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri 10 plus 3 kali ini, Menteri Luar Negeri Tiongkok, Li Zhaoxing akan membentangkan politik Pemerintah Tiongkok tentang kerjasama regional . Sebelum Pertemuan Menteri Luar Negeri 10 plus 3, Menteri Luar Negeri Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan tiga pihak akan mengadakan pertemuan untuk bertukar pandangan tentang kerjasama di bidang ekonomi, keamanan dan lain-lainnya, dan menyelaraskan politik dalam masalah mendorong bersama kerjasama regional.
Forum Regional ASEAN didirikan berdasarkan keputusan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-26 pada tahun l993, ia adalah satu-satunya mekanisme dialog tentang keamanan multilateral di Kawasan Asia-Pasifik kini. Forum tesebut beranggotakan 23, termasuk 10 negara ASEAN dan l0 negara mitra dialog dari ASEAN serta 3 negara peninjau antara lain Papua Nugini, Mongolia dan Korea Utara. Sejak Pertemuan Forum yang lalu, masalah anti teror dan masalah keamanan yang non tradisional telah dipentingkan secara merata oleh berbagai anggota, khususnya ciri kegiatan lintas perbatasan dan lintas kawasan organisasi teror sangat dipentingkan oleh pemerintah berbagai anggota , maka bergandengan tangan dan bekerja sama menggempur kegiatan teror sudah menjadi pengertian bersama berbagai negara. Titik berat Pertemuan tersebut tetap ditujukan pada masalah anti teror. Selain itu, berbagai negara peserta Pertemuan kali ini juga akan melakukan dialog dan kerjasama berkenaan dengan kejahatan trans nasional, kejahatan di laut , kejahatan melalui komputer, penjual-belian manusia, anti pencucian uang, anti narkotika dan penyelundupan senjata.
Seusai Pertemuan Forum Regional ASEAN, juga akan diselenggarakan pertemuan lanjutan yaitu Pertemuan ASEAN dan negara Mitra Dialog, pertemuan tersebut akan diadakan dalam dua tahap yaitu dialog multilateral dan dialog bilateral. Negara mitra dialog ASEAN meliputi organisasi regional Uni Eropa serta 9 negara antara lain Australia, Kanada, Tiongkok, India, Jepang, Selandia Baru, Rusia, Korea Selatan dan Amerika Serikat. Sampai saat itu, ASEAN akan berturut-turut mengadakan pertemuan bilateral dengan sebagian mitra dalog termasuk Tiongkok untuk bertukar pandangan tentang banyak masalah di banyak bidang dan menjajaki saluran kerjasama satu sama lain .
|