|
Presiden Korea Selatan Roh Moo-hyun hari ini meninggalkan Seoul untuk mengadakan kunjungan kenegaraan empat hari di Jepang. Kunjungan kali ini merupakan sebagian dari rencana kunjungannya sejak ia terpilih sebagai presiden Korea Selatan, dengan tujuannya mengkoordinasi lebih lanjut pendirian dengan pemerintah Jepang mengenai penyelesaian masalah nuklir Korea Utara.
Kunjunannya ke Jepang pada saat genap seratus hari sejak ia berkuasa merupakan kunjungan kedua kalinya ke luar negeri menyusul kunjungannya ke Amerika sebelumnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya posisi Jepang dalam strategi diplomatik Korea Selatan. Roh Moo-hyun dan Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi besok akan mengadakan pembicaraan untuk mengadakan koordinasi mengneai pendirian bersangkutan. Menurut seorang pejabat dari Kepresidenan Korea Selatan, kedua pihak akan mengeluarkan pernyataan bersama tentang pendiriannya untuk terus menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara secara damai, dan menuntut Korea Utara melepaskan program nuklir, tidak mengambil tindakan apa saja yang mungkin memperburuk lebih lanjut situasi. Selain itu, Roh Moo-hyun dan Koizumi masih akan mengadakan konsultasi mengneai masalah hubungan bilateral, antara lain, penandatangan Kesepakatan Zona Bebas Perdagangan.
Korea Selatan dan Jepang adalah dua negara tetangga yang berhadapan-hadapan dengan terpisah oleh laut. Perkembangan hubungan kedua negara dalam sejarah tidak lancar. Jepang pernah menjajah Semenanjung Korea selama 35 tahun. Sampai tahun 1965 kedua negara baru menjalin hubungan diplomatik penuh. Selama beberapa tahun ini, perkembangan hubungan kedua negara berturut-turut mengalami dampak negatif akibat masalah buku pelajaran Jepang dan berziarahnya Koizumi ke Kuil Yasukuni. Acara kunjungan Roh Moo-hyun kali ini juga sangat kontroversial di dalam negeri Korea Selatan. Menurut rencana, setelah tiba di Tokyo hari ini, Roh Moo-hyun akan menghadiri jamuan yang diadakan oleh Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko Shoda untuk kehormatannya, sedangkan hari ini pas adalah Hari Belasungkawa Korea Selatan untuk memperingati pahlawan-pahlawan nasional yang gugur untuk tanah air. Sebagian tokoh Korea Selatan berpendapat, pertemuan Roh Moo-hyun dengan Kaisar Jepang pada Hari Belasungkawa adalah tidak cocok. Selain itu, Majelis Rendah Jepang tak lama berselang telah meluluskan tiga Rancangan Undang-undang Apabila Terjadi Peristiwa yang akan dibahas dan diterima baik oleh Majelis Tinggi Jepang selama kunjungan Roh Moo-hyun. Juru bicara Kepresidenan Korea Selatan kemarin mengungkapkan, pada saat yang cocok, Roh Moo-hyun akan menyampaikan pendiriannya secara lisan, yakni isi tersebut tidak dicantumkan dalam pernyataan bersama yang akan dikelaurkan seusai pembicaraan KTT Korea Selatan-Jepang, namun dalam pidatonya di depan Majelis Jepang pada hari Senin mendatang, ia akan menyatakan bahwa Korea Selatan mengharapkan Jepang memberikan sumbangan demi perdamaian dan kestabilan regional di atas dasar Undang-Undang Dasar Perdamaian, pertahanan dan tiga prinsip bebas nuklir.
Media Korea Selatan menaruh harapan besar pada kunjungan Roh Moo-hyun kali ini. Surat kabar Korea Time Korea Selatan dalam editorialnya mengatakan, Jepang adalah negara tetangga penting Korea Selatan, dewasa ini, memperbaiki dan meningkatkan hubungan kedua negara mempunyai arti penting bagi pemerintah baru Roh Moo-hyun untuk memelihara kepentingan negara Korea Selatan melalui upaya diplomatik. Meskipun kunjungan kali ini akan terpengaruh oleh beberapa masalah peninggalan sejarah, namun pihak Korea Selatan tetap mengharapkan kunjungan kali ini dapat mendorong momentum perkembangan hubungan bersahabat dan tetangga baik kedua negara. Editorial tersebut menunjukkan pula, pembinaan hubungan saling percaya antara Korea Selatan dan Jepang adalah tugas yang paling penting, akan tetapi, apabila sejumlah negarawan Jepang tidak dapat mengenal sejarah dengan tepat, pembinaan hubungan saling percaya tersebut akan sangat sulit.
|