|
Menurut Kantor Berita Xinhua, Harian Independent Inggris kemarin mengatakan, mantan pejabat intelijen senior Inggris Brian Jones mengungkapkan, sebelum Amerika dan Inggis melancarkan perang terhadap Irak, tidak seorangpun di kalangan pakar intelijen senjata Kementerian Pertahanan Inggris yang mendukung argumen pemerintah tentang pemilikan senjata pemusnah massal oleh Irak.
Sejumlah media Inggris kemarin menunjukkan, meskipun Perdana Menteri Tony Blair setuju melakukan penyelidikan terhadap masalah informasi tentang senjata Irak, tetapi ia menolak menyelidiki apakah alasan Inggris untuk ambil bagian dalam perang Irak tepat atau tidak. Sikap Blair itu kemungkinan akan mengundang ketidak percayaan yang lebih keras.
|