|
Menurut kantor berita Xinhua, juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara dalam pernyataannya hari ini menyangkal bahwa ahli nuklir Pakistan pernah mengalihkan teknologi nuklir kepada Korea Utara.
Qadeer Khan yang disebut sebagai "Bapak bom nuklir" Pakistan tanggal 1 Februari lalu menyatakan bahwa ia pernah membocorkan rahasia nuklir kepada Libia, Iran dan Korea Utara, namun ini tidak ada sangkut pautnya dengan pemerintah dan pihak militer Pakistan.
Juru bicara pihak militer Pakistan kemarin menyatakan, meski ilmuwan Pakistan pernah membocorkan rahasia teknologi nuklir kepada beberapa negara, namun tidak membocorkan teknologi nuklir kepada Al Qaeda dan organisasi-organisasi teror lainnya.
Dikatakannya, sejauh ini belum ada penyelidikan dari badan intelijen manapun yang membuktikan pembocoran rahasia teknologi nuklir itu kepada organisasi teror.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Colin Powell untuk pertama kali secara terbuka mendesak pemerintah Pakistan agar memberantas jaringan penyelundupan teknologi nuklir yang dipimpin oleh Qadeer Khan.
Dinyatakan oleh Powell, bahwa ia kini tidak mempunyai rencana untuk mengunjungi Pakistan. Dalam percakapan teleponnya dengan Presiden Musharaf tidak disinggung tentang masalah kunjungan itu.
|