|
Juru bicara Lakhdar Brahimi, penanggung jawab tim evaluasi ahli PBB yang melakukan penyelidikan mengenai masalah pemilihan umum di Irak dalam wawancara dengan BBC kemarin menyatakan, pemilu tidak akan diselenggarakan di Irak sebelum pihak pendudukan tentara Amerika menyerahkan kekuasaan kepada orang Irak akhir bulan Juni.
Ia menyatakan pula, tim ahli menganggap pemilihan umum harus diadakan setelah semua mata rantai terkait di seluruh Irak mengadakan persiapan dengan baik. Untuk itu, pekerjaan penyerahan kekuasaan kepada Irak harus selesai sebelum pemilihan umum.
Hari Kamis lalu, tim ahli PBB tentang masalah pemilu di Irak mengadakan pembicaraan dengan pemimpin muslim Shi'ah Irak Ayatollah Ali Al-Sistani. Ali Al-Sistani mengharapkan lebih dulu membentuk pemerintah transisi melalui pemilihan langsung, kemudian mengambil alih kekuasaan dari penguasa pendudukan.
|