Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2004-03-22 15:59:19    
Perang Irak menunjukkan gagalnya kebijakan utilateralisme Amerika

cri
Pusat Penelitian Politik dan Strategis Harian Al-Ahram, yang didirikan pada tahun 1968 di Mesir, merupakan lembaga penelitian tentang masalah internasional yang agak besar skalanya dan mempunyai pengaruh tertentu di kawasan Timur Tengah dan dunia Arab. Ahli masalah Irak Dr. Mohamed el-Sayed, salah seorong penanggungjawab dari pusat itu, menganggap bahwa perang Irak adalah perang pembalasan dendam membabi buta, dan kenyataan yang terjadi selama satu tahun ini menunjukkan kebijakan luar negeri unilateralisme yang dijalankan oleh Amerika adalah salah .

Selama satu tahun yang lalu, situasi Irak mengalami perubahan mendalam. Sayed menganggp meskipun Amerika mendapat keuntungannya dan kerugiannya dalam masalah Irak, tapi yang keuntungannya hanya sebagian, sedangkan kerugiannya fatal. Ia mengatakan : (rekaman pertama , Sayed berbicara dalam bahasa Arab )

Pertama, baik Letnan Jenderal tentara Amerika Jay Garner, mantan penanggungjawab pembangunan kembali Irak, maupun Paul Bremer ,adminisdor sipil tertinggi Amerika yang sekarang membidangi pengawasan urusan pembangunan kembali pasca perang Irak, kedua-duanya kekurangan kemasyhuran dan daya seruannya, sehingga langsung mempengaruhi pembangunan kembali pasca perang Irak; kedua , setelah menduduki Irak ,tentara Amerika mengumumkan dibubarkannya bekas tentara dan tentara polisi. Tindakan ini memperhebat cepat memburuknya situasi keamanan Irak ; ketiga ,pihak penguasa Bremer ini membagi kuota anggota Dewan Pemerintahan Sementara Irak menurut aliran agama dan etnis. Kebijakan ini memberi sinyal yang salah kepada orang Irak , sehingga memciptakan bahaya laten akan terjadinya perebutan kekuasaan dan keuntungan antara berbagai aliran agama dan etnis di kemudian hari, bahkan kemungkinan tercetusnya perang saudara perpecahan. Akhirnya, karena pemerintah Ameria bertindak memonopoli urusan Irak , PBB tidak bisa memainkan peran utama , bahkan mengusulkan penundaan jadwal penyelenggaraan pemilihan Irak sampai akhir tahun ini atau permulaan tahun depan . Saya sendiri sangat menyesalkan usul yang akan mengakibatkan organisasi politik Irak apapun yang akan mengambil alih pemerintahan kehilangan legitimasinya .

Mengenai motif sebenarnya Amerika mencetuskan perangan itu. Sayed berpendapat empat. Ia mengatakan : (rekaman 2 Sayed berbicara dalam bahasa Arab )

Pertama , orang Amerika mengalami penghinaan yang sangat besar dari kekuatan ekstrim Arab dan Islam karena peristiwa 11 September , karena itu punya keinginan besar untuk menghukum orang Arab dan kekuatan Islam ,dengan harapan membangun kembali kewibawaan Amerika melalui hal itu, sedangkan perang Afganistan tidak dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan balas dendam orang Amerika, dan pemerintah Bush justru menggunakan pikiran orang Amerika ini ingin membalas endam itu mencetuskan perang; kedua , pemerintah Amerika menganggap dirinya mempunyai kemampuan dan juga ada keperluan untuk menyusun kembali peta wilayah Timur Tengah , dengan membangun Timur Tengah yang baru dengan Israel , Irak dan Turki sebagai porosnya. Ini mempunyai arti amat penting bagi Amerika untuk mengontrol Timur Tengah dan mengangkangi dunia ; ketiga , perang itu juga merupakan berkelanjutan kebijakan Timur Tengah Amerika untuk mengabdi kepada Israel. Sebuah Timur Tengah yang baru dengan Israel , Turki dan Irak di bawah kontrl Amerika akan menempatkan Israel pada posisi yang mutlak menguntungkan di kawasan itu; keempat , mengontrol sumber daya minyak bumi juga salah satu motifnya, tapi faktor ekoniminya dibesar-besarkan pada masa lalu .

Akhirnya ,Sayed memberi penilaian tentang perang tersebut dengan memganggap, perang itu sangat tidak berhasil, menunjuk gagalnya kebijakan unilateral yang dijalankan oleh Amerika .

(rekaman 3 Sayed berbicara dalam bahasa Arab )

Saya menganggap , perang Irak adalah salah satu perang yang paling tidak berhasil dalam sajarah , adalah tindakan avontur pemerintah Bush yang tidak beralasan, disebut sebagian perang kolonial Amerika tidak mendapat keuntungan dari perang itu sekalipun , sebaliknya mengalami kerugiannya berat. Terbukti situasi pasca perang Irak goncangn dan terdapat bahaya tercetusnya perang saudara dan terjadinya perpecah-belahan , swmentara kepercayaan rakyat Irak terhadap Amerika terus menurun, masyarakat Arab makin memusuhi Amerika , citra internasional Amerika juga dirusak berat. Karena itu , perkembangan situasi Irak selama satu tahun pasca perang menunjuk gagalnya kebijakan luar negeri unilateralisme yang dijalankan oleh pemerintah Amerika .