Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2004-04-25 16:47:26    
Lapangan Kebudayaan Di Kota Beijing

cri

Saudara pendengar, apakah Anda sering berkunjung ke Beijing? Kalau sering berkunjung, tentu Anda menemukan di Kota Beijing tidak saja gedung-gedung tingginya bertambah banyak, tetapi juga bertambah banyak lapangan terbuka yang indah lingkungannya untuk warga kota mengadakan kegiatan kebudayaan dan rekreasi. Setiap petang, khususnya pada musim panas di lapangan-lapangan terbuka itu sering diadakan pertunjukan kesenian yang memungkinkan warga kota di sekitarnya sambil beristirahat menonton pertunjukan. Rekreasi yang santai seperti itu kini telah membudaya dalam kehidupan warga Kota Beijing yang semakin sibuk.

Saudara pendengar, yang terdengar tadi adalah rekaman suara dari suatu pertunjukan kesenian yang diadakan warga kota di lapangan kebudayaan jalan moneter distrik barat Kota Beijing. Jalan moneter berlokasi di suatu jalan yang harga tanahnya termahal di Beijing, dan lapangan kebudayaan seluas 2 ribu meter persegi justru dibangun di jalan itu untuk kegiatan rekreasi warga kota. Setiap malam hampir seribu orang berkumpul di lapangan itu, ada yang berdansa dan berdisco, ada pula yang bersilat Tai Ji.

Seorang wanita berusia 65 tahun Chen Xiaozhen yang tinggal di dekat lapangan kebudayaan jalan moneter pagi-pagi sudah datang menonton pertunjukan kesenian. Ia mengatakan kepada wartawan, bahwa ia gemar mendengar dan menyanyikan lagu sejak masa muda. Sambil menonton, ia dengan girang mengatakan kepada wartawan CRI: sangat bagus acara pertunjukannya dan khusus menyukai acara yang dibawakan anak-anak. Dengan menonton pertujukan anak-anak itu, ia merasa kembali ke masa mudanya.

Wakil kepala distrik barat kota Beijing yang membidangi usaha kebudayaan dan kesehatan distrik barat kota Yang Jichun yang rumahnya juga dekat dengan lapangan kebudayaan itu datang juga menonton pertunjukan. Ia kelihatan sangat santai, tidak terkesan serius seperti dikantor. Ia mengatakan kepada wartawan CRI: cirri terbesar kegiatan di lapangan kebudayaan adalah partisipasi massa rakyat. Dalam perkembangannya selama beberapa tahun ini, kegiatan di lapangan kebudayaan dari permulaan tidak diterima oleh massa rakyat berkembang menjadi kegiatan kebudayaan yang dipartisipasi luas oleh warga kota dan sekarang sudah membudaya dalam kehidupan sosial rakyat.

Di Kota Beijing, lapangan kebudayaan seperti di jalan moneter itu masih banyak dan mempunyai corak ragamnya masing-masing. Misalnya di komunitas Feng Sheng, karena tidak ada tempat yang luas, maka lapangan kebudayaannya dibangun di pekarangan rumah penduduk. Dengan demikian orang lanjut usia dan orang cacat yang tidak leluasa gerak-geriknya dapat menonton langsung pertunjukan kesenian dengan berada di balkon rumahnya sendiri. Sedangkan lapangan kebudayaan di suatu tempat ramai kota dinamakan Yu Lai San, artinya bubar kalau turun hujan. Para penduduk disekitarnya datang menonton pertunjukan kesenian kalau tidak turun hujan, apabila turun hujan lebat, mereka pun bubar.

Kegiatan di lapangan kebudayaan tidak saja pertunjukan kesenian, tetapi juga berupa pameran hasil kaligrafi dan seni rupa serta pergelaran keterampilan perseorangan dan pameran bunga. Kegiatan di lapangan kebudayaan komunitas itu mendapat sambutan hangat massa rakyat karena dengan demikian massa rakyat mendapat kesempatan menampilkan keterampilannya sendiri, dan mereka memang membutuhkan kesempatan itu.

Untuk memenuhi kebutuhan warga kota partisipasi dalam kegiatan di lapangan kebudayaan, tahun ini lapangan kebudayaan di dkota Beijing masih akan diperbanyak dari puluhan sekarang menjadi 100 jumlahnya.