|
Sejak pemerintah sementara Irak diumumkan pembentukannya pada tanggal 1 Juni lalu, peristiwa kekerasan berdarah merebak di negeri itu dengan mengakibatkan sekurang-kurangnya 200 orang tewas. Agar situasi keamanan di Irak sebelum penyerahan kekuasaan pada tanggal 30 Juni nanti tidak sampai lepas dari kendali, Perdana Menteri pemerintah sementara Irak Iyad Allawi kemarin mengumumkan akan diambil serangkaian langkah tegas termasuk pengerahan tentara untuk memperketat keamanan sosial dan mengubah situasi keamanan yang sangat parah dewasa ini.
Berdasarkan pernyataan Allawi itu dan pernyataan anggota pemerintah sementara Irak sebelumnya, langkah keamanan di tiga aspek akan ditempuh pemerintah sementara Irak.
Pertama, mengintegrasikan lembaga keamanan dan tentara, menyatukan kekuasaan militer dan membentuk pasukan khusus antiterorisme.
Allawi mengatakan, ia akan memikul tanggung jawab definitif terhadap keamanan nasional Irak. Oleh karena itu, semua kekuatan bersenjata dan lembaga keamanan Irak harus tunduk di bawah komandonya dan melapor kepadanya. Tentara Irak akan tunduk kepadanya melalui Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata dan Kementerian Pertahanan. Pasukan polisi serta pasukan keamanan lainnya menerima komandonya melalui Kementerian Dalam Negeri. Ia akan mengintegrasikan semua kekuatan bersenjata dan membentuk sistim komando yang tunggal. Allawi mengumumkan, Tentara Pertahanan Sipil Irak sekarang ini akan diganti namanya menjadi Pasukan Pengawal Nasional Irak dan dikomando oleh tentara, terutama bertugas menjaga keamanan dalam negeri dan membantu polisi memelihara keamanan sosial. Selain itu, Irak akan mendirikan Pusat Aksi Bersama untuk mengatur semua aksi yang berkaitan dengan keamanan nasional.
Kedua, memberlakukan keadaan darurat di sementara daerah yang bergolak, melaksanakan kontrol militer dan memberlakukan kembali sementara penyiksaan kejam di zaman Saddam Hussein.
Allawi kemarin mengatakan, pemerintah sementara Irak sedang mempertimbangkan pemberlakuan keadaan darurat di sejumlah daerah sebelum serah terima kekuasaan. Sebelum itu, Menteri Dalam Negeri pemerintah sementara Irak Falah Al-Naqib mengatakan, kalau serangan teroris masih saja merebak, kemungkinan akan diberlakukan keadaan darurat dan larangan keluar rumah di sejumlah daerah. Menteri Kehakiman pemerintah sementara Irak Malik Dohan Al-Hassan juga menyatakan, sejumlah pasal undang-undang zaman rezim Saddam Hussein yang khusus ditujukan kepada keadaan khusus harus dipertahankan kalau tidak merugikan hak warganegara. Mengingat instalasi minyak di Irak yang terus menerus mengalami perusakan pada masa akhir-akhir ini, Kementerian Perminyakan kemungkinan akan kembali memberlakukan undang-undang perlindungan minyak yang keras pada zaman Saddam untuk menindak tegas mereka yang merusak instalasi minyak.
Ketiga, meningkatkan penjagaan di perbatasan untuk menggagalkan masuknya kekuatan sabotase asing ke Irak.
Pemerintah sementara Irak memutuskan untuk meningkatkan kekuatan pasukan penjaga perbatasan dan melengkapinya dengan peralatan teknologi tinggi guna mencegah penyusupan kaum teroris dan anggota bersenjata asing ke Irak untuk menimbulkan peristiwa. Pejabat Kementerian Dalam Negeri Irak yang membidangi urusan pariwisata mengatakan, setelah penyerahan kekuasaan pada tanggal 30 Juni nanti, kecuali 150 ribu anggota tentara koalisi yang ditempatkan di Irak, semua orang asing yang akan masuk ke Irak harus memegang visa baru. Bandara internasional Baghdad dan semua pos perbatasan Irak tidak akan menerbitkan lagi visa sementara. Pejabat Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan, kebijakan ini dimaksudkan untuk menjaga pintu gerbang negara dan mencegah kaum teroris dan anggota bersenjata organisasi ekstrim menyusup ke Irak. Tindakan ini akan menguntungkan bagi pengendalian dan perbaikan situasi keamanan Irak.
Analis menunjukkan, langkah-langkah tegas pemerintah semetara Irak di bidang keamanan itu boleh jadi akan memainkan peran tertentu dalam memperbaiki situasi keamanan Irak, tapi tidak mungkin dapat memperbaikinya secara fundamental. Selama Irak tetap diduduki tentara asing dan tentara AS tidak ditarik dari Irak, serangan kekerasan di wilayah Irak tidak akan berhenti. Selain itu, karena Allawi dan pemerintah sementara yang dipimpinnya memiliki warna Amerika yang kental, maka sulit memperoleh dukungan luas masyarakat. Oleh karena itu, politik dan langkah yang digulirkan pemerintah sementara akan sulit dapat dilaksanakan secara efektif.
|