|
Perdana Menteri Pemerintah Sementara Irak Iyad Allawi kemarin mengumumkan, Irak akan mendirikan badan intelijen khusus untuk memberantas kekuatan teroris dan kekuatan bersenjata anti pemerintah. Mulai minggu depan, ia akan berkunjung ke negara-negara Timur Tengah dan Eropa untuk mengupayakan sokongan masyarat internasional, khususnya negara-negara tetangga Irak kepada perbaikan situasi keamanan Irak. Hal itu menunjukkan, pemerintah sementara Irak sedang meningkatkan upaya penertiban keamanan di Irak melalui pendekatan di dalam negeri maupun diplomatik.
Sejak serah terima kekuasaan Irak pada tanggal 28 bulan lalu, pemerintah sementara Irak yang mengambil alih kekuasaan memprioritaskan realisasi keamanan di dalam negeri, dengan cepat mengeluarkan undang-undang keamanan nasional, mengumumkan pemulihan hukuman mati dan sedang mempertimbangkan pelaksanaan amnesti dan langkah-langkah hukum lainnya yang mengkombinasikan penindakan tegas dan pemberian pengampunan untuk menjerakan dan mencerai-beraikan berbagai kekuatan bersenjata ilegal di Irak. Sementara itu, pemerintah sementara meningkatkan pemberantasan terhadap tindak kekerasan dan kejahatan keamanan, melancarkan operasi penertiban keamanan yang terbesar sejak jatuhnya rezim lama di Bagdad dan kota-kota lain yang rawan situasi keamanannya. Hanya pada hari Senin lalu saja, Kementerian Dalam Negeri Irak telah mengerahkan lebih 500 polisi melancarkan operasi keamanan di distrik kota Bagdad dengan menangkap lebih 500 tersangka pembunuhan, penculikan, pencurian, serta penjualan senjata dan narkotika.
Meskipun langkah dan aksi pemerintah sementara Irak di bidang keamanan telah mencapai hasil tertentu, tapi masih belum dapat secara mendasar membendung gelombang kekerasan dan serangan teroris di Irak. Berbagai kekuatan di Irak terus mencari kesempatan untuk menyerang tentara Amerika dan mengarahkan mata tombak pada pemerintah sementara, pasukan keamanan dan polisi Irak serta warga asing yang bekerja untuk tentara Amerika. Mereka menggunakan berbagai cara kekerasan seperti serangan bom bunuh diri, menanam bom di pinggir jalan, menembakkan roket dan mortir, melakukan pembunuhan gelap, menculik sandera asing, dan merusak pipa minyak untuk menimbulkan kekacauan, merusak kestabilan dan menantang wibawa pemerintah sementara.
Menghadapi situasi keamanan yang serius di Irak, Allawi kemarin dalam jumpa pers di Bagdad mengumumkan pembentukan badan intelijen khusus untuk memerangi teorisme, dan menggunakan bekas anggota intelijen pemerintah lama yang tidak mempunyai hutang darah. Selain itu pemerintah sementara akan membentuk pasukan perbatasan untuk meningkatkan patroli dan pengendalian di perbatasan guna mencegah infiltrasi anggota bersenjata asing dan teroris internasional. Allawi mengumumkan, mulai minggu depan, ia akan berkunjung ke Yordania, Mesir, Suriah, Persatuan Emirat Arab , Lebanon, Arab Saudi, Kuwait, Iran, Pakistan dan Eropa untuk mengupayakan dukungan maysarakat internasional, khususnya negara-negara Arab dan negara-negara sekitar kepada pemulihan situasi keamanan di Irak, di antaranya termasuk membantu Irak melatih polisi dan petugas keamanan, dan mengupayakan kerjasama negara-negara tetangga untuk meningkatkan patroli di perbatasan guna mencegah penyusupan anggota bersenjata asing ke Irak.
|