Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2004-07-21 11:28:03    
Tony Blair Sulit Menghapuskan Kekhawatiran Warga Inggris

cri

Majelis Rendah Inggris kemarin mengadakan pemandangan umum mengenai laporan Lord Butler tentang penanganan informasi senjata Irak . Pemandangan umum itu diadakan atas permintaan pihak oposisi. Perdana Menteri Inggris Tony Blair terus bersilat lidah membela kesalahan pemerintah dalam penanganan informasi senjata Irak serta keputusan pemerintah untuk ambil bagian dalam perang Irak. Sementara itu, semakin sulit dihapuskan kesangsian pihak oposisi dan publik Inggris terhadap Tony Blair dan pemerintahnya sengaja memberikan pengarahan salah dalam soal tentang informasi senjata Irak.

Tanggal 14 bulan ini, Tim Pencari Fakta Independen yang dipimpin oleh Lord Butler, mantan menteri Kabinet Inggris mengumumkan laporan penyelidikan tentang informasi intelijen soal senjata Irak. Laporan itu memastikan bahwa terdapat masalah-masalah serius pada badan intelijen Inggris dalam pengumpulan, penyusunan dan pembenahan serta penilaian informasi tentang

senjata Irak, khususnya kesimpulan tentang "Irak berkemampuan melancarkan serangan senjata bio-kimia dalam waktu 45 menit" itu ternyata mempunyai kesalahan serius karena membesar-besarkan kenyataan dan berefek memberikan pengarahan keliru kepada publik. Namun laporan itu menyimpulkan pula bahwa kekeliruan informasi intelijen soal senjata Irak adalah kesalahan kolektif dan tidak seharusnya ditangggung sendiri oleh individu tertentu, pemerintah Tony Blair tidak sengaja membelokkan dan membuat informasi intelijen yang palsu.

Laporan yang mengandung dwiarti itu membuat Tony Blair lebih bersikap keras. Di depan pemandangan umum Majelis Rendah, Blair tidak hanya mempertahankan argumentasinya bahwa invasi ke Irak adalah keputusan tepat untuk membebaskan rakyat Irak, tapi juga bersilat lidah bahwa tak peduli ditemukannya atau tidak senjata pemusnah massal di Irak, informasi intelijen terkait dengan tanpa ragu-ragu sedikit pun menunjukkan bahwa senjata-senjata itu benar-benar ada di Irak. Ia juga menyangkal mentah-mentah tuduhan bahwa pemerintah sengaja mengelabui rakyat dalam masalah tersebut.

Pihak oposisi Inggris merasa sangat kecewa atas laporan Butler. Mereka lebih-lebih tidak senang terhadap sikap Blair. Pemimpin Partai Konservatif, Michael Howard dan pemimpin Partai LIBERAL Demokratis, Charles Kennedy dari pihak oposisi menuntut Blair memberikan jawaban yang memuaskan mengenai kekeliruan serius pemerintah dalam penanganan informasi tentang senjata Irak.

Para analis berpendapat, Blair gagal memberikan jawaban yang memuaskan mengenai masalah-masalah yang menjadi perhatian umum setelah diumumkannya laporan Butler, malah terus bersilat lidah membela keputusannya dalam perang Irak. Sikap Blair itu menimbulkan ketikdak-senangan lebih besar publik. Hasil angket yang dilakukan oleh harian The Guardian kemarin menunjukkan, 55% responden menganggap Blair berbohong dalam masalah perang Irak. Sedangkan 56% responden berpendapat bahwa perang Irak adalah tidak adil. Angka tersebut meningkat 13% dibanding bulan lalu.

Oleh karena keterbatasan dari 4 kali pemeriksaan termasuk pemeriksaan yang dilakukan Butler itu telah menimbulkan kontroversi besar, maka berbagai kalangan Inggris berharap agar dapat dilakukan pemeriksaan yurisdiksi yang menyeluruh, terbuka dan independen agar publik dapat mengetahui dengan pasti apakah Blair berkesalahan dalam melibatkan Inggris dalam perang Irak. Laporan harian Independent Inggris mengatakan bahwa banyak anggota parlemen Inggris juga menganggap laporan Butler itu tidak lengkap dan berharap agar Komite Ad Hok Urusan Luar Negeri Majelis Rendah Inggris melakukan lagi pemeriksaan.

Namun Ketua Komite Ad Hok Urusan Luar Negeri, anggota parlemen Partai Buruh Donald Anderson menyatakan menentang diadakannya pemeriksaan sekali lagi. Dikabarkan komite tersebut pada beberapa hari ini akan bersidang untuk mengambil keputusan tentang apakah perlu dilakukan lagi pemeriksaan mengenai masalah tersebut.