|
Supir Truk Filipina, Angelo Dela Cruz, setelah dibebaskan Selasa lalu oleh anggota bersenjata Irak, kemarin bersama isterinya tiba kembali di Manila dengan mendapat sambutan hangat di Manila bagaikan seorang "Pahlawan". Sementara itu, Duta Besar Amerika untuk Filipina kemarin juga berangkat kembali ke Amerika untuk membahas dengan pemerintahnya mengenai situasi setelah penarikan tentara Filipina dari Irak. Seiring dengan selesainya krisis sandera Filipina itu, perubahan apa saja akan terjadi dalam hubungan antara Filipina dan Amerika Serikat, menjadi sorotan perhatian umum.
Cruz dalam jumpa pers setiba di Manila menyatakan terima kasih atas keputusan penarikan tentara dari Irak yang diambil Presiden Arroyo dan semua orang yang memberikan upaya untuk pembebasannya. Cruz menekankan, Irak adalah "tempat yang berbahaya". Ia menyatakan sangat prihatin atas keamanan buruh Filipina yang tetap bekerja di Irak.
Cruz dikabarkan hari ini akan pulang ke kampung halamannya yang terletak di kota Buenavista, 50 kilometer sebelah utara Manila. Presiden Arroyo dikabarkan besok akan bersama Cruz mengikuti kegiatan Misa di suatu Gereja 150 kilometer dari kota Manila.
Untuk dibebaskannya Cruz, Presiden Arroyo memenuhi syarat penculik Irak yang menuntut penarikan tentara Filipina dari Irak. Keputusan Arroyo itu dikritik oleh Amerika, Australia dan beberapa negara lain, tetapi memperoleh dukungan luas dalam negerinya dan karena itu kewibawaannya juga meningkat.
Ketua Majelis Filipina Franklin Drilon juga menyokong keputusan Presiden Arroyo dan berpendapat, keputusan itu sesuai dengan kebijakan perburuhan Filipina. Sementara anggota majelis Filipina menyerukan Amerika dan negara-negara lain menghormati dan memahami keputusan pemerintah Arroyo tersebut. Sementara itu, golongan oposisi Filipina juga menyatakan saambutan hangat atas penyelesaian peristiwa sandera kali ini.
Akan tetapi, bertepatan dengan kembali ke negerinya Cruz, Duta Besar Amerika untuk Filipina Francis Riccriardone juga berangkat ke Amerika. Menurut Kedutaan Besar Amerika untuk Filipina, kembalinya Ricciardone ke Amerika bukan dipanggil pemerintah. Tetapi sebelumnya Ricciardone mengungkapkan kepada kalangan pers Filipina, bahwa ia tidak menyingkirkan kemungkinan serentetan "dampak negatif " yang diakibatkan penarikan tentara Filipina dari Irak terhadap hubungan Amerika Filipina.
Kembalinya ke Amerika secara mendadak Ricciardone tak pelak mengundang perhatian umum lebih banyak terhadap arus perkembangan hubungan Filipina-Amerika pada masa mendatang. Penarikan tentara Filipina dari Irak senantiasa ditentang Amerika. Amerika pernah menyatakan akan mengambil langkah-langkah sanksi, termasuk mempertimbangkan kedudukan filipina sebagai " negara sekutu diluar Nato". Sebagai negara sekutu Amerika, Filipina selama tahun-tahun akhir-akhir ini mendapat bantuan keuangan dan penataran dari Amerika dalam bidang anti terorisme sementara Filipina memberikan sokongan kepada kebijakan anti terorisme Amerika.
Setelah krisis sandera Filipina kali ini diselesaikan, di satu pihak, Presiden Arroyo menekankan tidak menyesal atas keputusannya, dan di pihak lain, pemerintah Filipina juga menyatakan dengan jelas, bahwa peristiwa sandera tidak akan mengubah hubungan diplomatik yang matang Filipina-Amerika yang terjalin dalam jangka panjang, dan Filipina akan bertindak sebagai negara sekutu tegas Amerika Serikat seperti di waktu yang sudah-sudah untuk memukul terorisme.
Opini berpendapat, ini adalah sinyal pernyataan bersahabat pemerintah Arroyo kepada Amerika dengan tujuan menurunkan pada batas terendah dampak negatif yang diakibatkan peristiwa sandera kali ini. Sedangkan pihak Amerika bertolak dari pertimbangan kepentingan jangka panjang Amerika di kawasan Asia Tenggara, juga tidak mungkin mengadakan penyesuaian besar terhadap kebijakan hubungannya dengan Filipina. Akan tetapi, berapa jauh pengaruh peristiwa kali ini terhadap hubungan Filipina dan Amerika pada masa dekat ini, masih memerlukan waktu untuk meninjau lebih lanjut.
|