Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2004-11-16 12:13:17    
Tekanan Militer Sulit Terbukti Hasilnya

cri

Serangan yang dilancarkan pasukan Amerika dan tentara pemerintah Irak terhadap Kota Fallujah Muslim Sunni hari Minggu lalu pada pokoknya berakhir dengan pasukan Amerika kembali menguasai Fallujah setelah melalui pertempuran sengit selama satu minggu. Akan tetapi, pertempuran yang dilancarkan pasukan Amerika kali ini tidak mencapai semua tujuannya.

Pasukan Amerika melancarkan serangan terhadap Fallujah yang dijuluki sebagai "Kota Perlawanan" dengan tujuan berperan sebagai penjera, dan memperbaiki situasi keamanan Irak dalam rangka menciptakan suasana aman bagi pemilihan umum Irak awal tahun depan. Sekalipun dikatakan pasukan Amerika, aksinya kali ini menewaskan 1200 elemen bersenjata, tetapi pemimpin nomor 3 organisasi "Al Qaeda" Abu Mussad al-Zarqawi, sasaran utama aksi tersebut telah kabur dan sementara kekuatan bersenjata anti Amerika menyebut akan menjalarkan api perang anti Amerika ke berbagai penjuru Irak. Ini menunjukkan, direbutnya Fallujah oleh pasukan Amerika dengan keunggulan militer mutlak tidak berarti telah memberantas tuntas berbagai kekuatan bersenjata Irak. Hal itu terbukti dari terjadinya terus menerus peristiwa serangan yang ditujukan kepada polisi Irak dan pasukan Amerika baru-baru ini di Mosul, Ramadi dan Samarra.

Sementara itu, serangan terhadap Fallujah mungkin juga memicu pertentangan agama dan kebencian etnis yang mengakibatkan dampak negatif terhadap pemilihan umum yang segera akan diadakan. Pemilihan itu merupakan pemilihan umum pertama kali setelah digulingkannya kekuasaan Saddam dan mempunyai arti yang sangat penting bagi pembangunan kembali politik dan ekonomi Irak. Akan tetapi, pemboman membadi buta terhadap Fallujah merusak suasana persatuan dan kerja sama di dalam negeri Irak. Untuk memprotes aksi militer terhadap Fallujah kali ini, pemimpin agama Muslim Sunni Fallujah menyerukan memboikot pemilihan umum. Ini tak pelak membuat pemecahan lebih lanjut masyarakat Irak dan menanam bahaya laten bagi kestabilan politik Irak kelak hari.

Sementara itu, aksi militer pasukan Amerika dan tentara pemerintah Irak itu mungkin juga kehilangan dukungan rakyat, karena merugikan keamanan jiwa dan harta benda penduduk Fallujah, sehingga 90% warga Fallujah meninggalkan kampung halaman. Juru bicara Bulan Sabit Merah Irak Ferdus al-Ibadi Sabtu lalu mengatakan, " Fallujah tengah mengalami bencana kemanusiaaan", bahkan "setiap provinsi Irak ada kemungkinan menjadi medan perang". Oleh karena itu rakyat Irak mungkin akan menderita kesengsaraan amat besar dan ini pasti akan membakar-bakar sentimen perlawanan mereka. Suasana tersebut membelakangi tujuan awal pasukan Amerika yang mencoba menciptakan iklim baik untuk pemiliham umum.

Selama satu tahun meletusnya perang Irak, kegoncangan situasi Irak mengakibatkan pengorbanan rakyat yang tak berdosa, sehingga rakyat Irak mengalami penderitaan luar biasa. Pasukan Amerika di Irak dan pemerintah sementara Irak seharusnya mencurahkan tenaga pada kestabilan politik dan pembangunan kembali ekonomi, secepat mungkin memperbaiki penghidupan masa rakyat, ini jauh lebih berefiensi dari pada diambilnya politik tekanan militer.