Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2004-11-17 11:24:14    
Kekuatan Bersenjata Anti Amerika Irak Kuasai Distrik Utama Mosul[suara]

cri

Pada saat tentara Amerika dan Irak mengepung Fallujah, tumpuan penting antiAmerika di bagian tengah Irak, sejumlah besar personel bersenjata anti Amerika muncul di Mosul , kota besar ketiga dan kota penting di bagian utara Irak. Mereka dengan cepat menduduki sebagian besar kantor polisi dan menguasai distrik-distrik utama kota tersebut. Untuk mencegah kota penting itu menjadi Fallujah kedua, tentara Amerika dan pemerintah sementara Irak secara darurat mengirim bala bantuan ke Mosul, dan mulai melancarkan operasi penyerangan kota tersebut secara besar-besaran.

Pejabat tentara Amerika dan pemerintah sementara Irak menyatakan bahwa personel bersenjata dalam jumlah besar yang muncul di Mosul itu kemungkinan adalah mereka yang melarikan diri dari Fallujah. Mereka mencoba membuka medan perang antiAmerika yang baru di Mosul, dan menyokong kekuatan bersenjata antiAmerika yang kini tetap dengan mati-matian berjuang melawan tentara Amerika di Fallujah. Kekuatan bersenjata anti Amerika telah menduduki sebagian besar kantor polisi, kemudian polisi Irak melenyap dari jalan-jalan, sehingga seluruh kota Mosul berada dalam kekacauan, pada kenyataannya kota tersebut sudah jatuh ke tangan kekuatan bersenjata antiAmerika.

Untuk menghadapi situasi serius itu, tentara Amerika memindahkan sekitar 1200 tentara dari medan perang Fallujah ke Mosul untuk mengadakan pertolongan darurat. Pemerintah Sementara Irak juga memindahkan ke Mosul 4 batalion pasukan pengawal nasional dari daerah perbatasan dengan Suriah dan Iran sebagai bala bantuan. Kemarin tentara Amerika-Irak melancarkan serangan untuk merebut kembali hak penguasaan atas Mosul.

Sementara itu, operasi militer tentara Amerika di Fallujah kemarin telah memasuki pekan kedua. Meskipun pertempuran secara besar-besaran sudah berakhir, tapi tentara Amerika tetap menghadapi perlawanan gigih dalam operasi penumpasannya terhadap sisa personel bersenjata antiAmerika di Fallujah, sehingga operasi tersebut berjalan lamban. Sementara itu, korban tewas dan luka-luka rakyat jelata dan krisis kemanusiaan dalam kota tetap merupakan fokus perhatian dalam dan luar negeri Irak. Lebih-lebih setelah diungkapkannya media tentang dibunuhnya seorang Irak yang luka-luka di Mesjid Fallujah oleh anggota Marinir Amerika, publik lebih mencemaskan keadaan kemanusiaan di Fallujah. Peristiwa itu sekali lagi memperlihatkan sepak terjang keji tentara Amerika yang dengan psikologi kaum pendudukan secara biadab memperlakukan warga dan tawanan Irak, sehingga membuat orang lebih menyangsikan keadilan dan kelegalan pertempuran Fallujah bahkan seluruh perang Irak yang sejak semula menimbulkan kontroversi.

Selain di Fallujah dan Mosul yang merupakan dua medan perang utama, di kota-kota lain Irak tetap terjadi susul menyusul bentrokan kekerasan. Lebih-lebih di Baquba, suatu tumpuan lain antiAmerika 60 kilometer di sebelah timur-laut Baghdad, bentrokan sengit antara kekuatan bersenjata antiAmerika dan tentara Amerika sudah berlarut beberapa hari. Di Kirkuk daerah penting penghasil minyak di Irak utara, kekuatan bersenjata anti Amerika kemarin sekali lagi meledakkan pipa penyalur minyak dan gas, sehingga mengakibatkan kebakaran hebat.

Menurut para analis, perkembangan situasi Mosul serta serangan kekerasan dan aktivitas sabotase yang kian meningkat di wilayah Irak menunjukkan, sekalipun pertempuran Fallujah yang dipersiapkan secara cermat oleh tentara Amerika dan pemerintah sementara Irak itu telah mengakibatkan kekuatan bersenjata anti Amerika menderita kerugian tertentu, namun juga tidak mungkin menghancurkan semua kekuatan bersenjata antiAmerika, lebih-lebih para pemimpin kekuatan tersebut beserta para pendukungnya yang berhasil melarikan diri dari Fallujah, mereka akan dengan cepat menghimpun diri dan kembali mengadakan perlawanan terhadap tentara Amerika, mereka akan berkembang membiak di seluruh wilayah Irak, membuat sulit tentara Amerika mengadakan pencegahan dan menghadapinya, serta mengacaukan pengaturan strategi tentara Amerika. Sementara itu, pertempuran Fallujah telah membangkitkan sentimen antiAmerika dan dendam Amerika yang lebih keras di kalangan orang Irak, khususnya kaum Muslim Sunni, sehingga mendorong lebih banyak orang terjun ke dalam aktivitas bersenjata antiAmerika. Kaum Muslim Sunni sangat mungkin memboikot pemilu Irak Januari tahun depan karena perang Fallujah. Pertempuran Fallujah tidak saja tidak mungkin mencapai tujuan memadamkan serangan antiAmerika dan menstabilkan situasi, malah akan mendatangkan banyak dampak dan akibat negatif terhadap perkembangan situasi Irak.