|
Baru-baru ini Hongaria dan Ukraina serta beberapa negara lainnya berturut-turut menyatakan akan menarik mundur pasukannya dari Irak. Mengenai hal itu, Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Boguslaw Zaleski kemarin mengkhawatirkan akan tercerai-berainya pasukan multinasional Eropa Timur dan Tengah pimpinan pasukan Polandia yang melakukan tugas pemeliharaan keamanan di bagian tengah dan selatan Irak.
Analis menunjukkan, mengingat terus memburuknya situasi keamanan di Irak, baru-baru ini seruan rakyat berbagai negara Eropa Timur dan Tengah yang menuntut pemerintah menarik pasukannya dari Irak terdengar semakin santer , sehingga pemerintah negara-negara terkait menghadapi tekanan yang sangat besar. Menutut hasil survei, hampir separo rakyat Polandia menentang pemerintah mengirim pasukan ke Irak. Hasil jajak pendapat yang dilakukan di Hongaria juga menunjukkan bahwa mayoritas orang Hongaria berpendirian untuk menarik mundur pasukannya dari Irak sebelum akhir tahun ini. Sementara itu, pihak bersangkutan Ukraina juga mempertimbangkan penarikan tentaranya yang berjumlah 1600 orang dari Irak.
Analis menunjukkan, salah satu sebab semakin santernya seruan rakyat untuk penarikan tentara Eropa Timur dan Tengah dari Irak ialah negara-negara itu tidak puas terhadap pembagian "keunguntan" perang Irak yang dilakukan Amerika. Media pers Hongaria dalam komentarnya mengatakan, apabila Amerika masih mengharapkan dukungan negara-negara Eropa Timur dan Tengah, maka ia harus mengambil tindakan nyata dan menyelesaikan masalah-masalah yang menjadi perhatian negara-negara tersebut. Atau dengan kata lain , Amerika harus mempertimbangkan kembali kepentingan negara-negara sekutunya dalam pembagian kontrak pembangunan kembali Irak pasca perang. Dikabarkan, setelah berakhirnya perang Irak, perusahaan Amerika, antara lain, Perusahaan Halliburton kebagian kontrak pembangunan kembali Irak senilai beberapa miliar dolar Amerika, sedangkan perusahaan dari Eropa Timur dan Tengah tidak mendapat perlakukan yang semestinya , ini tak pelak sangat mengecewakan mereka.
Selain itu, meningkatnya terus insiden penyanderaan warga negara-negara Eropa Timur dan Tengah serta meningkatnya jumlah korban yang dialami tentaranya di Irak menghadapkan pemerintah negara-negara itu pada resiko politik yang sangat besar. Biaya militer dalam jumlah sangat besar juga merupakan beban yang sangat berat bagi ekonomi negara-negara itu. Kesemuanya ini mendesak pemerintah berbagai negara Eropa Timur dan Tengah untuk cepat-cepat mengambil keputusan tentang penarikan pasukannya dari Irak, sehingga pasukan multinasional Eropa Timur dan Tengah untuk Irak terancam bahaya tercerai-berai.
|