Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2004-12-21 16:44:11    
Rencana Peta Jalan Perdamaian Timur Tengah Hadapi Peluang Sekaligus Tantangan

cri

Rencana Peta Jalan Perdamaian Timur Tengah diajukan oleh empat pihak masalah Timur Tengah antara lain Amerika, Uni Eropa, Rusia dan PBB, target intinya adalah mendirikan negara Palestina yang merdeka dan hidup berdampingan secara damai dengan Israel. Rencana tersebut tidak hanya dibenarkan masyarakat internasional, juga diterima oleh Palestina dan Israel. Bagi proses perdamaian Timur Tengah yang terperosok dalam jalan buntu selama hampir 3 tahun , ini tak pelak merupakan suatu terobosan penting yang mempunyai arti tonggak.

Yang disesalkan yalah kedua pihak Palestina dan Israel sulit untuk keluar dari lingkaran setan membalas kekerasan dengan kekerasan selama satu setengah tahun lalu. Pemukulan militer dan pembersihan dengan bersasaran yang dilakukan Israel terhadap Palestina semakin meningkat, sedangkan organisasi radikal Palestina terus melakukan serangan terhadap Israel. Rancana sepihak yang diajukan oleh Perdana Menteri Israek Ariel Sharon mencoba mewujudkan pemisahan dengan pihak Palestina melalui menarikan dari semua tempat permukiman di Gaza dan sebagian tempat permukiman di tepi barat sungai Yordan, kemudian menetapkan perbatasan negara Palestina menurut pendirian pihak Israel . Rencana tersebut ditentang oleh pihak Palestina, juga diboikot kekuatan ultra kanan Israel, namun Sharon tetap dapat berupaya untuk meluluskannya dalam parlemen Israel pada tanggal 26 Oktober lalu.

Setelah wafatnya Arafat, situasi Palestina-Israel mengalami perubahan yang pelik. Di satu pihak, sikap keras Sharon nampaknya agak mereda, dalam pidatonya akhir-akhir ini Sharon menyebut tahun 2005 sebagai tahun terobosan historis yang dinantikan bertahun-tahun demi perdamaian Timur Tengah. Di pihak lain, Palestina telah menyelesaikan peralihan kekuasaan secara lancar, dan akan mendorong reformasi politik Palestina melalui pemilihan umum Palestina Januari tahun depan. Perubahan-perubahan tersebut memberi peluang untuk menghidupkan kembali Rencana Peta Jalan yang telah kandas.

Akan tetapi, pelaksanaan rencana tersebut tetap akan menghadapi banyak tantangan yang serius. Di bawah situasi baru, bagaimanan mengakui dan menangani dengan baik hubungan antara Rencana Peta Jalan dan Rencana Aksi Sepihak adalah suatu masalah yang sulit ditangani.

Apakah Amerika bisa melepaskan politiknya yang memihak Israel dan menekan Palestina dan bertindak sebagai penengah yang adil dalam perundingan damai Palestina-Israel , ini merupakan factor penting lain untuk dapat atau tidak mendorong maju perdamaian Timur Tengah.