Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2005-01-27 11:31:22    
Harap Pemilu Irak Berjalan Mulus[foto]

cri

Pada hari Minggu ini, akan digelar pemilihan umum di Irak untuk pertama kalinya sejak perang di Irak dilancarkan oleh Amerika, dan ini merupakan satu hal penting dalam proses peralihan politik Irak oleh sebab itu sedikit banyak telah menarik perhatian khalayak umum baik dari dalam maupun dari luar negeri Irak. Seluruh masyarakat mengharapkan pemilihan umum ini dapat dilaksanakan sesuai jadwalnya meskipun di bawah situasi kacau yang terus berlangsung akhir-akhir ini, demi menciptakan syarat bagi pembangunan kembali politik dan ekonomi di Irak. Berikut ini laporan dari CRI.

Menurut Undang-Undang Dasar sementara yang diluluskan tahun lalu, pemilu kali ini akan memilih satu parlemen peralihan dengan jumlah kursi sebanyak 275, dan akan dibentuk pemerintah peralihan di atas dasar tersebut yang juga bertanggungjawab membentuk satu Undang-Undang Dasar tetap supaya bisa meletakkan dasar demi pemilihan parlemen resmi dan pembentukan pemerintah resmi. Maka pemilu kali ini bukan saja memainkan peranan sebagai tali penyambung terhadap pemerintahan terdahulu dan sekarang, namun juga berkaitan tentang apakah dapat selekasnya mewujudkan pemerintahan Irak oleh warga Irak dan merealisasi keamanan jangka panjang negara.

Menjamin pemilu kali ini dapat digelar dengan lancar merupakan pandangan bersama dari berbagai kekuatan politik aliran utama di dalam Irak. Sementara itu, pemilihan kali ini juga menarik sokongan luas dari masyarakat. Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan menghimbau, "rakyat Irak ikut serta aktif dalam pemilihan umum." Annan mengatakan, "meski situasi dalam negeri Irak tidak begitu memuaskan pada saat ini, tapi mayoritas orang Irak tetap ingin mengikuti pemungutan suara dan melaksanakan hak demokrasi sendiri."

Tindakan serangan kekerasan yang berturut-turut adalah faktor utama yang mempengaruhi pemilu di Irak. Selain itu, partai utama dari golongan Sunni menolak ikut serta dalam pemilihan umum, maka massa juga mengkhawatirkan sifat perwakilan luas dari hasil pemilu kali ini.

Masyarakat mengetahui, beberapa faktor positif juga akan menimbulkan harapan terhadap kesuksesan pemilu kali ini. Untuk menjamin kelancaran pemilu kali ini, pemerintah sementara Irak mengambil serentetan tindakan keamanan yang keras.

Telah diketahui bahwa sebab dasar yang mengakibatkan kegoncangan situasi dewasa ini adalah pendudukan pasukan koalisi yang dipimpin oleh Amerika di Irak. Belum berakhirnya masa pendudukan tersebut, maka tidak akan berakhir pula perjuangan melawan elemen bersenjata anti-Amerika; di satu pihak lain, serangan kekerasan berturut-turut juga mendatangkan penderitan lebih berat terhadap rakyat Irak, massa umum menjadi penderita paling besar. Maka yang menjadi titik kunci untuk memecahkan total masalah di Irak adalah dengan mengakhiri pendudukan pasukan koalisi tersebut, memulangkan kembali tanah Irak ke pangkuan warganya. Pemilu kali ini adalah satu langkah penting yang diayunkan ke tujuan tersebut.