Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2005-01-28 17:31:03    
Maksud Tersembunyi Amerika Pada Pemilu di Irak

cri
Pemilihan umum Irak akan diadakan hari Minggu ini. Kemarin dalam jumpa pers pertama sejak upacara pelantikan, Presiden Amerika Serikat, George W. Bush menghimbau, "agar massa Irak aktif ikut serta dalam pemungutan suara." Sedangkan pejabat PBB mengkritik bahwa, "pasukan Amerika untuk Irak terlalu campur tangan dalam pekerjaan persiapan pemilihan Irak."
Irak adalah negara yang telah menimbulkan sakit hati di dalam dada Bush yang sulit untuk diutarakan. Bukan hanya karena pemerintah Bush melancarkan perang di Irak secara sepihak dan tidak mempedulikan pertentangan dari mayoritas masyarakat internasional, juga dikarenakan oleh semakin memburuknya situasi keamanan di Irak, dan 150 ribu pasukan Amerika terperosok dalam keadaan yang sulit. Meskipun di berbagai tempat Bush dan pejabat-pejabat tinggi Amerika bersilat lidah demi membela perang di Irak, tapi kenyataan yang tidak dapat dibantah adalah perang tersebut menimbulkan pengaruh negatif yang serius baik bagi situasi di Timur-tengah, situasi internasional maupun perjuangan antiterorisme internasional.
Dengan mendorong kelancaran pemilu di Irak menjadi salah satu "Jerami Pertolongan" bagi Amerika karena Amerika ingin secepatnya  melepaskan situasi pasif dalam masalah Irak. Bush melancarkan perang Irak dengan alasan Saddam mempunyai senjata pembunuh massal dan berkaitan dengan organisasi teroris Al-Qaeda, tapi kenyataan membuktikan kedua alasan tersebut semuanya tidak masuk akal. Dengan demikian, "membantu Irak membentuk negara demokrasi" merupakan salah satu alasan lagi bagi Bush untuk membela diri sendiri. Apabila pemilihan umum sukses diadakan, sepertinya Amerika akan   memperoleh alasan tepat mengadakan perang di Irak.
Kedua, Amerika khawatir apakah dapat mengawasi hak dominan di Irak. Salah tujuan penting dari pemerintah Bush terhadap politik di Irak adalah dapat mengontrol hak dominan politik dan proses pembangunan kembali ekonomi di Irak. Tapi Amerika belum dapat memastikan bagaimana hasil pemilihan tersebut, bagaimana pembagian 275 kursi parlemen dan apakah pemerintah peralihan yang akan dibentuk dapat mengikuti perintah dari Amerika.
Dalam masalah pemilu di Irak, Amerika memperlihatkan citra sebagai "Tuan Rumah", berupaya menciptakan citranya sebagai Pencipta Demokrasi Irak, agar bisa meletakkan dasar bagi keinginan Amerika yang terus dapat memimpin proses politik di Irak. Sehubungan hal tersebut, penanggungjawab Direktoriat Bantuan Pemilihan PBB, Carina Perelli dengan keras mengkritik, "tingginya hasrat" Amerika terhadap pemilihan di Irak." Dia mengatakan, "PBB telah memberitahukan kepada pasukan Amerika agar sedapat mungkin menjauhi pekerjaan pemilihan, tapi pasukan Amerika tetap berjalan semaunya sendiri."
Singkat cerita, pemilu di Irak adalah urusan rakyat Irak sendiri, di bawah situasi dewasa ini, apakah pemilih akan ikut serta aktif dalam pemungutan suara adalah hal pribadi sendiri. Adanya campur tangan atau pengintervensian apapun dari luar hanyalah akan mengganggu kelancaran pemilihan dan mempengaruhi keadilan dan persamaan derajat pemilihan.