|
Meskipun Tanzania sebagai negara Afrika timur bukan lah merupakan negara peserta pertama Konferensi Asia-Afrika Bandung, tapi ia adalah salah satu negara yang paling diuntungkan kerja sama Asia-Afrika selama 50 tahun ini. Selama separo abad setelah Konferensi Bandung, Tanzania membebaskan diri dari penguasaan kolonial, dan menjadi negara yang bebas merdeka, dan sedang secara mantap melepaskan diri dari kemiskinan dan menjadi makmur dalam kerja sama Asia-Afrika, khususnya kerja sama dengan Tiongkok, sehingga telah menjadi suatu negara yang tak boleh diabaikan di Afrika Timur bahkan di seluruh dunia.
Kerja sama Tiongkok-Tanzania dimulai dari awal tahun 60-an abad lalu, sejauh ini telah 40 tahun lebih. Tanzania merupakan salah satu negara yang mendapat bantuan paling banyak dari Tiongkok. Baik bantuan yang diberikan oleh Tiongkok, maupun kerja sama bilateral Tiongkok-Tanzania, semuanya menunjukkan prinsip-prinsip persamaan derajat , saling menguntungkan dan saling menghormati dari Konferensi Bandung.
Pada awal tahun 70an abad lalu, dalam keadaan dirinya sendiri masih tidak kaya, Tiongkok mengutamakan keperluan mendesak negara lain, memberi bantuan kepada Tanzania dan Zambia pada saat paling diperlukannya, membantu mereka membangun jalan kereta api Tanzania-Zambia sepanjang 1860 kilometer, Tiongkok dan Tanzania juga mendirikan perusahaan pengangkuatan laut bersama yang mempunyai 3 buah kapal bertonase 10 ribu ton.
Sejak tahun 1968, Tiongkok berturut-turut mengirim ke Tanzania sekitar 1000 personel medis dengan terbagi dalam 18 gelombang untuk memberi pelayanan medis kepada warga kota dan desa yang kurang tenaga medis dan obat-obatan di Tanzania. Sejak tahun 1987, Tiongkok berturut-turut mengirim 6 rombongan pakar kedokteran tradisonal Tiongkok ke Tanzania mengadakan kerja sama dalam penelitian pencegahan dan pengobatan penyakit AIDS, dan bersama Tanzania membangun pabrik farmasi yang produknya meliputi obat anti malaria.
Tahun-Tahun belakangan ini, kedua negara saling mengirim siswa dan personel riset untuk memperdalam studinya di negara pihak lain, untuk menarik pengalaman maju pihak lain dan menimba pelajaran dalam proses perkembangan. Sampai akhir tahun lalu, Tiongkok telah menerima 573 siswa dari Tanzania.
Kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral Tiongkok-Tanzania telah mendapat perkembangan besar selama 40 tahun ini, nilai perdagangan meningkat dari 50 juta dolar AS pada tahun 1973 menjadi 245 juta dolar AS tahun lalu, ini telah memanifestasikan semangant Konferensi Bandung untuk saling mengisi dan saling melengkapi antara satu sama lain.
Selain keja sama antara pemerintah kedua negara, juga terdapat banyak kerja sama non pemerintah. Sejauh ini, Proyek kerja sama investasi dari pihak pemerintah maupun sipil Tiongkok yang sudah terdaftar di Tanzania tercatat 85 buah, dengan total investasinya mencapai 150 juta dolar AS. Sejak kedua negara Tiongkok-Tanzania memulai kerjasama saling menguntungkan pada tahun 1981, Tiongkok telah membuka 41 perusahaan terdaftar di Tanzania.
Pemerintah dan rakyat Tanzania sudah menyaksikan sendiri hasil kerja sama Asia-Afrika, khususnya kerja sama Tiongkok-Tanzania. Pemerintah Tanzania berulang kali menyatakan harapan agar kerja sama sama derajat dan saling menguntungkan Tanzania-Tiongkok dikembangkan terus ,sementara sangat menghargai usulan Tiongkok untuk membina kemitraan strategis Asia-Afrika tipe baru berdasarkan semangat dan prinsip Konferensi Bandung.
|