Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2005-04-27 13:31:01    
CIA Akui Tidak Ada Senjata Pemusnah Massal Di Wilayah Irak

cri

Inspektor Utama Badan Intelijen Pusat Amerika (CIA) mengenai senjata pemusnah massal Irak, Charles Deulfer hari Senin mengumumkan sebuah dokumen dan menyebut Tim Pencari Senjata AS telah mencurahkan upaya terbesar, tapi masih belum menemukan bukti bahwa Irak mempunyai senjata pemusnah massal. Sejauh ini, alasan utama AS mencetuskan Perang Irak, yaitu Irak yang dipimpin oleh Saddam Hussein mengembangkan senjata pemusnah massal, dan kini telah dibuktikan sama sekali hal tersebut adalah reka-rekaan belaka.

Menjelang dicetuskannya Perang Irak, pakar inspeksi senjata AS, Deulfer pernah menegaskan, bahwa Saddam pasti sedang mengembangkan senjata pemusnah massal. Begitu Perang Utama Irak berakhir, Deulfer memimpin Tim Inspeksi Senjata AS menadakan pencarian senjata di Irak. Selain menggunakan berbagai alat-alat teknologi tinggi, juga ada sekitar 1000 pakar senjata militer dan non-pemerintah berpartisipasi dalam pencarian senjata. Setelah diadakan pemeriksaan selama 16 bulan, Deulfer pada musim rontok tahun lalu menyerahkan sebuah laporan terakhir sepanjang 1500 halaman, kesimpulan pokoknya ialah Saddam tidak menyimpan senjata pemusnah massal, hanya ada gejala menyatakan bahwa Saddam pernah berencana memulihkan sejumlah proyek eksploitasi senjata pemusnah massal.

Dokumen yang dikemukakan hari Senin itu seluruhnya 92 halaman, merupakan dokumen tambahan laporan pemeriksaan senjata terakhir tahun lalu. Dalam dokumen itu, Deulfer membenarkan lebih lanjut isi laporan pemeriksaan tahun lalu. Ia mengatakan, Tim Inspeksi Senjata Irak telah mencurahkan semua tenaganya. Pemeriksaan selama 18 bulan terhadap senjata pemusnah massal serta personel terkaitnya telah berakhir. Ia menunjukkan pula, karena situasi dewasa ini, pemeriksaan terhadap senjata terlarang tidak perlu diteruskan.

Mengenai pakar senjata Irak yang ditahan, Deulfer menyatakan, terus menahan mereka telah sama sekali tidak berarti, maka markas besar Tentara Amerika Serikat untuk Irak diusulkan secepatnya membebaskan mereka.

Menyinggung apakah bahan senjata pemusnah massal Irak yang diteliti dan dibuat telah dipindahkan secara resmi ke Suriah sebelum terjadinya Perang Irak, Deulfer menekankan, kerena situasi dalam negeri Irak sangat goncang, maka Tim Inspeksi gagal mendapat kesimpulan yang pasti. Tim Inspeksi berpendapat, interogasi terhadap orang Irak terkait menyatakan, tidak ada bukti apa pun dapat membenarkan kemungkinan tersebut. Akan tetapi, tidak dikesampingkan terdapat pemindahan tidak resmi dan terbatas.

Media Amerika Serikat menunjukkan, laporan tambahan Deulfer tidak saja sekali lagi membenarkan Perang Irak yang dicetuskan oleh pemerintah Bush tidak beralasan, juga memperingatkan pemerintah Bush jangan melakukan kesalahan "informasi" serupa mengenai masalah Suriah.