|
Associated Press (AP) kemarin mengutip perkataan dari tokoh senior pihak militer Amerika Serikat (AS) mengatakan, "tokoh nomor tiga organisasi Al Qaeda, pemimpin Al Qaeda perang jihad Irak, Abu Musab Al Zarqawi baru-baru ini mengadakan beberapa kali pertemuan rahasia, di Suriah yaitu negara tetangga Irak, dan merencanakan serangan terorisme yang terjadi di Irak baru-baru ini serta mencoba merusak proses politik Irak melalui serangan kekerasan itu."
Pejabat tentara Amerika Serikat yang tidak mau diketahui statusnya itu mengatakan, "Zargawi dan kepala organisasi bersenjata yang dipimpinnya dalam waktu 30 hari yang lalu sedikitnya mengadakan lima kali pertemuan, informasi tentara AS tersebut diperoleh melalui pengadilan terhadap elemen bersenjata yang masih ditahan."
Ini merupakan untuk kedua kalinya pejabat senior AS mengutuk Suriah melindungi kekuatan bersenjata anti-AS. Menlu AS, Condoleezza Rice Senin lalu pernah mengajukan kritikan terhadap Suriah yang secara diam-diam menyetujui kekuatan elemen bersenjata untuk melakukan perembesan ke Irak melalui perbatasan Suriah-Irak, dan melakukan serangan terhadap sasaran tentara Amerika Serikat dan polisi Irak.
Harian resmi Suriah "Teshreen" Selasa lalu pernah memberi tanggapan terhadap perkataan Rice tersebut, menuntut Rice dengan dasar dan alasan yang kuat untuk membuktikan, apakah Suriah menyokong organisasi bersenjata Irak tersebut.
Tokoh kalangan politik Suriah berpendapat, tuduhan AS terhadap Suriah yang mengatakan, bahwa Suriah secara diam-diam menyokong Zarqawai itu merupakan bagian gerakan dari anti-Suriah AS.
Sikap AS baru-baru ini sekali lagi telah mempersulit Suriah, penyebabnya datang dari berbagai bidang, pertama, setelah terbentuknya pemerintah peralihan Irak, organisasi bersenjata melancarkan gelombang kekerasan baru, stituasi keamanan Irak terus memburuk. Dalam keadaan terdesak tersebut, AS yang telah kehilangan akalnya, berupaya untuk mencari dalih. Kedua, konflik antar golongan agama di Irak baru-baru ini meningkat, kekacauan dalam negeri terus terjadi. Tujuan AS mengarahkan mata tombaknya ke Suriah adalah untuk mengalihkan perhatian.
Ketiga, Suriah adalah salah satu di antara negara di kawasan itu yang tidak banyak berani mengajukan adu domba terhadap AS. Ia menentang AS mengagresi Irak dan menjalankan Rencana Demokrasi Timur Tengah Raya di Timur Tengah, maka ia menjadi salah satu sasaran utama penindasan dan pemukulan oleh AS setelah menggulingkan pemerintahan Saddam. Sebelum itu, AS telah memaksa Suriah untuk ditarik dari Lebanon dikarenakan peristiwa pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafik al Hariri.
Menurut analis, AS harus memiliki bukti kuat untuk menerangkan, bahwa Zarqawi memang menggunakan wilayah Suriah untuk melakukan perembesan dan serangan terhadap Irak, dan tidak bisa dengan sesuka hatinya membuat informasi seperti mengecam Irak memiliki senjata pemusnah massal pada masa itu, dan dengan itu sebagai dalih untuk memukul lawannya. Mereka menunjukkan, bahwa apabila AS dan Suriah saling memusuhi, akan lebih menggoncangkan situasi Irak yang sudah rumit itu .
|