
Saudara pendengar, di antara lembah dan puncak pergunungan Hengduan, di kawasan hutan "Segitiga Besar" propinsi-propinsi Yunnan, Sichuan dan Daerah Otonom Tibet, terdapat suatu jalan kuno misterius yang berliku-liku, ini yang dinamai "Jalan Kuno Teh-Kuda". Jalan ini adalah salah satu jalan penyebaran peradaban dan kebudayaan yang terletak di tempat tertinggi dari permukaan laut.
Jalan Teh-Kuda adalah jalan perdagangan antara Yunnan, Sichuan dan Tibet pada masa kuno, Teh Sichuan dan Yunnan, serta kuda dan obat-obatan Tibet diangkut oleh kelompok berkuda untuk transaksi dagang, maka jalan itu dinamakan Jalan Kuno Teh-Kuda. Jalan Teh-Kuda menghubungkan Sichuan, Yunnan dan Tibet, melewati negara-negara Bhutan, Nepal, India sampai di Asia Barat, pesisir Laut Merah. Menurut peninggalan sejarah yang ditemukan serta catatan sejarah, jauh sejak Dinasti Han jalan kuno dengan kelompok kuda mengangkut teh itu sudah memainkan peranannya. Pada masa Perang Anti Agresi Jepang, setelah negara-negara di tepi laut dan jalan raya Dian-Mian (dari Yunnan sampai Myanmar) diduduki oleh tentara agresi Jepang, "Jalan Kuno Teh-Kuda" telah menjadi satu-satunya jalur darat internasional di Tiongkok pada waktu itu.
Dalam acara Serba-Serbi ini, saudara pendengar dapat mengikuti wartawan kami, yang menjejakkan kaki di salah satu garis Jalan Kuno Teh-Kuda yang telah dicatat di dalam ruang dan waktu, melalui kota Simao, Dali, Lijiang, Zhongdian, Changdu, Lasha? akhirnya tiba di Nepal dan India. Silakan mendengarkan rangkaian acara "Menjejakkan Kaki Di Jalan Kuno Teh-Kuda".
"Bank Teh" Muncul Di Kampung Halaman Teh Puer Yunnan
Saudara pendengar, anda tentu sudah biasa menyimpan uang di Bank. Tapi pernahkan Anda mendengar cerita tentang menyimpan teh di bank? Di Kota Simao Propinsi Yunnan, terdapat suatu bank "Teh Puer" milik Lembaga Koleksi dan Transaksi Teh Puer. Dalam 5 bulan setelah dibukanya bank itu, tercatat lebih dari 30 ton teh Puer senilai 1 juta Yuan RMB disimpan dalam bank itu.

Pada tahun-tahun belakangan ini, karena terpengaruh oleh keunggulan teh Puer yang makin lama makin wangi. Dan nilainya semakin tinggi itu, maka terbentuklah suatu kecenderungan untuk mengoleksi teh Puer. Ahli mengatakan, apabila ingin mengoleksi teh Puer, di samping membeli teh yang bermutu tinggi serta mengadakan pembagian, masih perlu syarat penyimpanan yang khusus. Biasanya kolektor harus punya ruang simpan yang khusus, suhu ruangan harus dipelihara pada kondisi 25 derajat Celsius. Tingkat kelembabannya dikontrol pada 75%, Ventilasi ruangan itu harus dijaga. Teh yang disimpan itu tidak boleh diletakkan bersama dengan barang yang berbau. Teh harus diaduk-aduk 3 bulan sekali, ruang simpan harus disteril oleh sinar ultra violet dan lain-lain. Penggemar biasa bahkan sejumlah perusahaan Teh Puer pun kesulitan untuk mencapai syarat tersebut.
Di pihak lain, agar para konsumen tidak tertipu, serta membantu para kolektor baik secara perseorangan maupun perusahaan dalam mengoleksi, menjaga, mengembalikan, menjual-beli, menyimpan serta mengirim teh, maka lembaga transaksi koleksi Teh Puer telah muncul sebagai suatu hal baru. Koleksi Teh yang sesuai dengan standar sanitasi makanan nasional, standar mutu teknis teh, atau standar Propinsi Yunnan dapat diantarkan kepada lembaga transaksi. Di sana barang koleksi diberi identifikasi dan penilaian, lalu diberi Sertifikat Koleksi dan Transaksi. Selama disimpan dalam lembaga itu, masalah mutu teh Puer dan kerugian ekonomi yang diakibatkan ditanggung oleh lembaga koleksi dan transaksi. Atas permintaan para kolektor, lembaga koleksi dan transaksi masih mengadakan lelang dan transaksi dalam waktu yang tidak menentu. Harga paling tinggi untuk barang koleksi di lembaga transaksi itu adalah teh Puer tahun 1970 seberat 150 gram. Ke 150 gram teh itu berharga 40 sampai 50 ribu Yuan RMB.

Museum Barang Perak Pertama Di Tiongkok
Di Desa Xinhua Kabupaten Heqing Keresidenan Otonom Etnis Bai Kota Dali, terdapat Museum Barang Perak Yunnan, museum itu sedang memamerkan ribuan barang perak yang halus dari Dinasti Ming sampai masa modern.
Desa Xinhua Kabupaten Heqing ialah suatu desa etnis Bai kuno di tengah Jalan Kuno Teh-Kuda. Sejak masa Kerajaan Nanzhao Yunnan sekitar 1000 tahun yang lalu, desa ini yang lalu sudah menjadi pusat seni kerajinan tangan barang perak dan perunggu Yunnan. Sejarah pengolahan barang barang emas, perak dan perunggu di desa ini sudah mencapai 1000 tahun lebih. Hasil produksinya diangkut sampai Daerah Otonom Tibet serta negara-negara Nepal dan India melewati Jalan Kuno Teh-Kuda. Pengrajin Hechuan adalah pengrajin perak yang terkenal di dalam dan luar negeri. Sekarang 80% keluarga di desa Xinhua membuat barang seni kerajinan tangan. Desa tersebut menjadi tempat pengolahan barang perak etnis-etnis minoritas yang terbesar di daerah barat daya.
Ribuan barang perak yang dipamerkan dalam Museum Perak Yunnan semuanya dibuat oleh pengrajin perak Desa Xinhua dalam masa-masa yang berbeda.
Desa Xinhua sebagai tempat asal kerajinan perak di tengah jalan kuno Teh-Kuda, telah dinamai oleh Kementerian Kebudayaan sebagai "Kampung Halaman Kesenian Rakyat Tiongkok"
Saudara pendengar, demikian tadi kami perkenalkan "Bank Teh Puer" dan Museum Barang Perak Yunnan di tengah Jalan Kuno Teh-Kuda. Terimah kasih atas perhatian anda. Untuk minggu depan kami akan terus memperkenalkan keadaan Jalan Kuno Teh-Kuda di masa kini, tetaplah bersama penyiar Anda, Lily, di radio kesayangan Anda CRI.
|