Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2006-03-27 13:02:30    
Arti dan Pengaruh Pemilu Israel

cri

Tanggal 28, besok, Israel akan mengelar pemilihan parlemen ke-17. Opini Israel berpendapat, pemilihan kali ini akan memcahkan konfigurasi politik tradisional Israel, arah situasi Palestina dan Israel juga mungkin akan menghadapi titik balik sejarah yang baru. Wartawan kami baru-baru ini sempat mewawancarai banyak sarjana serta komentator politik Palestina dan Israel, berikut liputannya.

Berbagai pakar yang menerima liputan sependapat, pemilihan kali ini merupakan pemilihan yang tidak mencemaskan. Berdasarkan hasil berbagai angket, tingkat dukungan Partai Kadima Israel yang dipimpin penjabat Perdana Menteri Ehud Olmert terus menempati urutan depan, menang banyak dibandingkan rival utama yaitu sayap kiri Partai Buruh, dan sayap kanan Kelompok Likud. Mantan redaktor senior Harian Jerusalem Post Calev Ben-David mengatakan,"Meskipun tingkat dukungan Partai Kadima terus menurun, partai tersebut tetap berada pada kedudukan memimpin."

Ben-David berpendapat, pemilihan kali ini akan membentuk kembali peta politik Israel. Dikatakannya, " Konfigurasi politik Israel akan mengalami perubahan yang besar dan tidak ada taranya sebelumnya dalam sejarah karena pemilihan kali ini. Selama jangka panjang Israel selalu dipimpin secara bergilir oleh Kelompok Likud dan Partai Buruh, tapi berkuasanya Partai Kadima berarti situasi tersebut menuju finis. Sejak tahun 1977, Kelompok Likud mengakhiri status dominasi politik Partai Buruh, konfigurasi politik Israel mengalami perubahan yang penting.

Profesor Reuven Hazan dari Universitas Hebrew dalam penilaiannya mengatakan, " Pemilihan kali ini akan menentukan perbatasan mendatang dan struktur populasi Israel mendatang, ini merupakan pemilihan kunci. Kalau Partai Kadima memenangkan pemilihan kali ini, dan membentuk pemerintah koalisi dengan Partai Buruh atau partai politik lainnya, maka, umum akan mengetahui arah perkembangan situasi Israel dalam 4 tahun mendatang, yaitu mulai menarik diri dari wilayah Palestina di tepi barat Sungai Yordan yang diduduki. Ini merupakan penetapan bersejarah dan merupakan arti inti pemilihan kali ini.

Bersamaan dengan itu, pakar Israel berpendapat, berkuasanya Gerakan Perlawanan Islam Palestina (HAMAS) yang terkenal dengan garis keras itu telah mempercepat kecenderungan pemerintah dan masyarakat Israel mengambil langkah unilateral. Maka, kalau Partai Kadima yang dengan jelas membuka 'kartu unilateral' itu memenangkan pemilu, prospek perdamaian Timur Tengah tidak optimistik.

Profesor Hazan juga menyatakan, " Asalkan masih ada HAMAS, maka tidak ada proses perdamaian. Kecuali HAMAS sadar untuk bersedia mengadakan pembicaraan dengan Israel. Asalkan HAMAS tetap mengangkangi mayoritas kursi dalam Dewan Legislatif Palestina, dan tetap tidak mengubah sikapnya terhadap Israel, melalui pemilihan kali ini Israel akan memilih jalan unilateral.

Menyinggung arah situasi Palestina-Israel, komentator politik Palestina Hossan Ezzedine mengatakan, " Masalah inti kontradiksi Palestina-Israel bukannya masalah Israel menarik diri dari Jalur Gaza dan tepi barat Sungai Yordan, tapi status Jerusalem serta masalah hak pemulangan pengungsi Palestina. Semua golongan partai Israel tetap tidak menyinggung kedua masalah tersebut.

Ezzedine menunjukkan, "Seusai pemilu Israel, prospek proses perdamaian akan lebih rumit dari pada sebelumnya, karena Israel sejauh ini tidak mengakui HAMAS yang akan berkuasa, sebaliknya HAMAS juga menolak mengakui Israel. Menurut pendapat saya, usai pemilu Israel, orang Palestina akan mulai mengalihkan pekerjaan dalam intern, dan titik beratnya mengintensifkan pembangunan intern dari mengadakan perundingan dengan Israel, karena mereka jauh dulu telah mengetahui dengan jelas pendirian Israel, yaitu Israel tidak mungkin memberikan sesuatu kepada mereka.