Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2006-05-29 18:45:05    
Pemuda Irlandia Seorang Pembawa Acara Siaran CRI dalam Bahasa Tiongkok

cri

Saudara pendengar, yang kami perdengarkan tadi adalah Ruangan " Titik Perhatian Warga Asing" siaran CRI. Pembawa acara itu bernama Richard Doran adalah seorang pemuda warga Irlandia. Saudara apakah Anda bisa bayangkan ia yang begitu fasih berbicara dengan bahasa Tionghoa itu beberapa tahun sebelumnya masih buta sama sekali bahasa Mandarin. Dalam acara kali ini akan kami perkenalkan kehidupan dan pekerjaan pemuda Irlandia di Tiongkok itu.

Richard Doran dan nama Tiongkoknya Dong Mohan mengatakan, ia datang di Tiongkok secara kebetulan dan oleh karenanya jejak kehidupannya juga mengalami perubahan di luar dugaannya.

8 tahun yang lalu, pemuda yang suaranya nyaring dan berwatak periang dan optimis itu baru lulus universitas. Dalam liburannya ke Sidney Australia bersama teman, ia berkenalan dengan seorang warga Tiongkok yang antusias. Dengan direkomendasi oleh warga Tingkok itu, Doran dan 2 orang teman Inggrisnya datang di sebuah sekolah menengah Kota Liaoyang Provinsi Liaoning Tiongkok timur laut bekerja sebagai guru bahasa Inggris.

Mereka datang tepat pada bulan Maret, waktu itu Sidney yang berlokasi di belahan bumi selatan tengah mengalami musim rontok yang udaranya sejuk, sedangkan Liaoyang Tiongkok timur laut itu masih berada pada awal musim semi yang hawanya relatif dingin. Kedatangan Doran dan temannya disambut oleh salju yang lebat dan demikian kesan pertama Doran setelah menginjakkan kakinya di Tiongkok.

" Kami sama sekali tidak tahu udara Tiongkok, khususnya hawa pada bulan Maret di Tiongkok timur laut. Kedatangan kami disambut salju lebat dan suhu udaranya 20 derajat selsius dibawah nol, jadi kami sungguh ketakutan."

Pengalaman menjadi guru bahasa Inggris sekolah menengah itu meninggalkan kenangan yang indah di benak Doran. Di sekolah Tiongkok ia sangat disenangi orang baik rekan-rekannya maupun murid-muridnya. Nama Tiongkoknya Dong Mohan yang berarti mendalam dalam bahasa Tionghoa itu justru diberikan oleh para muridnya.

Selama menjadi guru di sekolah itu, Doran bertemulah dengan gadis kekasihnya. Gadis Tiongkok itu bernama Li Ying yang juga guru bahasa Inggris di sekolah yang sama dengan Doran. Doran pada permulaan yang hanya berencana sebulan saja di Tiongkok, kemudian hampir satu tahun bekerja di Tiongkok. Setelah jatuh tempo kontraknya dengan pihak sekolah ia kembali ke Irlandia, akan tetapi hati Doran waktu itu sama sekali sudah terpesona oleh Tiongkok dan gadis Tiongkok itu.

Setelah mempertimbangkan dengan kepala dingin, Doran mengambil keputusan untuk kembali lagi ke Tiongkok dan kali ini ia masuk Universitas Bahasa Beijing dan belajar bahasa Mandarin selama 3 tahun di universitas itu.

Doran yang cerdas itu dengan cepat sekali menguasai bahasa Mandari yang diakui umum sebagai bahasa yang relatif sulit . Dalam suatu pertunjukan di sekolah, ia bersama seorang teman sekolahnya dari Afrika mempertunjukkan dagelan dan kemudian dagelan mereka itu memenangkan hadiah dalam lomba kemampuan kesenian warga asing yang diselenggarakan Stasiun TV Beijing.

Kepandaian Doran dalam permainan dagelan dihargai seniman dagelan Tiongkok yang terkenal bernama Ding Guangquan. Ia menerima Doran sebagai muridnya. Setiap kali berbicara tentang murid warga asingnya itu, seniman dagelan Tiongkok tersebut selalu memberikan pujian kepadanya.

Ia mengatakan: " Doran sangat kuat dalam humor, humornya bisa terlihat di mana-mana dalam kehidupannya. Selain itu ia juga sangat memperhatikan penyerapan humor ala Tiongkok dalam proses komunikasinya dengan warga Tiongkok, sementara juga mengembangkan humor Irlandia. Permainannya sangat lucu dan langsung dapat diterima oleh para penonton, sehingga para penonton ketawa terbahak-bahak."

Selain itu Doran menjadi pula pembawa acara siaran CRI untuk frekuensi domestik dan siaran Radio Beijing. Dikatakannya, pekerjaan sebagai pembawa acara di siaran radio sangat bermanfaat baginya.

" Kedua acara siaran radio yang saya bawakan itu sangat berarti dan sangat membantu saya mengenal warga biasa Tiongkok, khususnya kehidupan warga kota besar Tiongkok."

Dalam acara " Titik Perhatian Warga Asing" siaran Radio CRI, Doran bersama Julian dari Perancis dan Li Xing dari Tiongkok membentuk sebuah regu pembawa acara tetap, membicarakan mata acara titik panas masyarakat Tiongkok dari segi pandangan timur dan barat yang berbeda dalam bahasa Tionghoa.

Li Xing salah satu pembawanya memberi tahu wartawan, karena latar belakang pertumbuhannya berbeda dengan Doran dan Julian, maka pandangan juga berselisih dalam banyak masalah bahkan kadang kala berdebat sengit. Akan tetapi ini tidak akan mempengaruhi keharmonisan mereka dalam pekerjaan. Tentang Doran Li Xing menerangkan:" Ketika membawa acara, Doran sering memperlihatkan kecerdasan dan humornya. Kadang kala ia berbuat seperti anak-anak, apa yang dipikirkan langsung dikatakan, sungguh menarik."

Kini guru wanita cantik bernama Li Ying yang berkenalan dengan Doran di sekolah menengah Liaoning sudah menjadi istri Doran dan mereka sudah dianugrahi seorang putra yang berumur satu tahun setengah. Untuk menjaga putra, istrinya melepaskan kesempatan kerja dan setiap ditanya orang apa pekerjaan istrinya, Doran dengan nada humor menjawab " ia tengah menikmati kehidupan " di rumah. Doran kecuali gemar membaca buku di rumah, minat terbesarnya adalah bermain bersama putranya.

Kehidupan Doran sehari-hari sibuk. Pukul 6 pagi Doran masuk kerja dengan menumpang bus mum dan kereta listrik bawah tanah. Selain itu ia sering diwawancarai stasiun TV.

Ia tidak suka disapa orang lain dengan bahasa Inggris, dan suka makan masakan Tiongkok yang dibuat istrinya, sangat jarang ke restoran ala barat. Demikian diutarakan pemuda Irlandia itu bahwa ia senang hidup di Beijing seperti seorang penduduk asli Kota Beijing.