Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2006-07-14 12:48:47    
Taktik Penceraian Politik Israel Terhadap Lebanon Sulit Berhasil

cri

Bentrokan militer besar-besaran antara kekuatan bersenjata Hisbullah dan tentara Israel kemarin memasuki hari kedua. Dalam perang yang tidak setara itu, kalau dikatakan bahwa aksi militer kedua pihak belum mencapai klimaks, maka suatu pertunjukan politik sudah digelar.

Nyata sekali, Israel mempunyai keunggulan mutlak terhadap Hisbullah bahkan seluruh Lebanon baik di bidang kekuatan militer maupun ekonomi, namun Israel tidak berani melancarkan pukulan dengan seenaknya karena tekanan dari dalam dan luar negeri. Maka ia kini mengambil taktik kombinasi serangan militer dan perceraian politk, sedang bagian terpenting dari taktik itu ialah langsung menimpakan tanggung jawab bentrokan kepada pemerintah Lebanon dengan harapan menceraikan dari dalam kekuatan perlawanan terhadap Israel di Lebanon dengan memanfaatkan perseteruan antara berbagai golongan di arena politik Lebanon untuk menekan pemerintah Lebanon agar melucuti persenjataan Hisbullah.

Sengketa antar golongan adalah tumor ganas di arena politik Lebanon selama bertahun-tahun ini. Lemahnya pemerintah pusat dan kekuasaan separatis raja-raja perang merupakan gambaran konfigurasi politik di Lebanon sekarang ini. Khususnya setelah Suriah mengakhiri kehadiran militernya di Lebanon tahun lalu, perebutan kekuasaan negara antara berbagai golongan tidak pernah berhenti. Tetapi, dilihat dari keadaan sekarang ini, Israel belum mencapai hasil yang diharapkan. Apa sebabnya?

Pertama, menghadapi musuh yang kuat, berbagai golongan di Lebanon untuk sementara mengesampingkan perselisihan dan berupaya untuk bersatu. Pada awal meletusnya bentrokan, Israel mengancam akan memutar balik jarum jam ke 20 tahun yang lalu. Dengan perkataan lain, apabila Lebanon tidak menyelesaikan krisis tersebut sesuai dengan tuntutan Israel, Israel akan sekali lagi menghancurkan instalasi dasar Lebanon dengan cara militer agar Lebanon kembali ke jaman berantakan perang saudara di masa lalu. Lebanon adalah salah satu pusat pariwisata dan moneter di Timur Tengah, blokade Israel terhadap Lebanon dari laut dan udara serta perusakan menyeluruh terhadap instalasi dasar penting seluruh Lebanon telah memberikan pukulan yang sangat berat terhadap ekonomi Lebanon. Misalnya Bandara Internasional Beirut yang terpaksa ditutup karena serangan udara Israel kemarin, satu hari mengalami kerugian 5 juta dolar Amerika, belum lagi kerugian yang dialami industri pariwisata yang kini sedang berada pada musim emas. Dengan keadaan seperti itu, berbagai golongan di Lebanon, termasuk partai-partai politik yang selalu menuntut Hisbullah dilucuti senjatanya ramai-ramai mengecam agresi dan blokade Israel, dengan memperlihatkan kebulatan yang jarang ada sebelumnya.

Kedua, pada saat negara mengalami agresi, tidak seorang pun bersedia menjadi sampah bangsa. Umum masih ingat, pada masa perang saudara yang berdarah selama 15 tahun di Lebanon, Israel mendukung kekuatan pro Israel dengan menggunakan kesempatan itu, dan mengorganisasi tentara Lebanon Selatan yang terkenal nama busuknya untuk membantu pendudukan Israel atas Lebanon Selatan. Setelah Israel menarik diri dari Lebanon Selatan pada tahun 2000, tentara Lebanon Selatan yang kehilangan sandaran segera bubar dan tidak mungkin bertahan lagi di Lebanon sehingga terpaksa ikut tentara Israel ditarik ke wilayah Israel dan sampai sekarang masih berada dalam posisi terjepit. Kini Israel kembali melancarkan aksi militer terhadap Lebanon, meskipun antara berbagai golongan di Lebanon bersilang pandangan tentang masalah apakah rasional penyanderaan prajurit Israel oleh Hisbullah, namun mereka mempunyai kesepahaman dasar untuk mengikuti keinginan rakyat, dan tidak menjadi pengkhianat bangsa. Berbagai golongan menyadari betul bahwa mereka pasti akan dicampakkan oleh rakyat kalau mengambil pendirian salah dalam masalah keadilan bangsa, dan kelak pasti tidak akan mempunyai tempat di panggung politik Lebanon.

Ketiga, berbagai partai dan golongan di Lebanon tidak menginginkan negara mereka kembali menjadi panggung pertarungan negara-negara besar. Kalangan politik Lebanon secara merata menyadari, agar negara mereka dapat selekasnya sembuh dari luka perang saudara dan memulihkan kedudukannya sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan di Timur Tengah, maka situasi perpecahan politik harus diakhiri secara tuntas. Dan salah satu sebab penting perpecahan politik adalah campur tangan kekuatan dari luar. Maka, melepaskan diri dari campur tangan luar negeri dan mewujudkan kemerdekaaan penuh negara adalah kesepahaman mayoritas mutlak rakyat Lebanon. Kini, bentrokan militer besar-besaran antara kekuatan bersenjata Hisbullah dan Israel telah sangat menambah bahaya yang akan menjerumuskan kembali Lebanon menjadi gelanggang pertarungan negara-neara besar. Negara-negara besar kemugkinan akan memanfaatkan kesempatan itu untuk mendukung agennya di Lebanon, dan keadaan seperti itu justru tidak dapat ditoleransi oleh berbagai golongan di Lebanon.

Singkat kata, meskipun antara berbagai golongan di Lebanon terdapat kontradiksi ini dan itu, namun mereka bulat dalam menentang campur tangan dari luar dan ingin membagnun Lebanon menjadi negara yang merdeka dan makmur. Oleh karena itu, taktik penceraian Israel terhadap Lebanon akan sulit berhasil.

..