Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2006-07-17 13:33:19    
Bagaimana Israel Mainkan Catur Politik Untuk Selanjutnya?

cri

Kemarin, konflik antara tentara Israel dan Kekuatan Bersenjata Partai Hezbullah Libanon semakin meningkat. Haifa, kota besar ketiga Israel diserang oleh Kekuatan Bersenjata Partai Hizbullah Libanon yang setidaknya mengakibatkan 8 orang tewas. Menghadapi situasi yang terus memburuk secara drastis, bagaimana Israel memainkan catur politik untuk selanjutnya menjadi fokus perhatian dunia.

Sejak terjadinya konflik, Partai Hezbullah Libanon memperlihatkan serangan pembalasan militer dengan kekuatan yang mengejutkan. Dua hari sebelum Haifa diserang, sebuah kapal perang Angkatan Laut Israel yang berkeliaran di perairan Lebanon terkena peluru kendali yang diluncurkan oleh Partai Hizbullah. Serangan ini mengakibatkan 4 orang serdadu Israel tewas. Tokoh senior pihak militer Israel kemarin mengakui, selama lima hari sejak terjadinya konflik itu, walaupun Isreal telah menghancurkan 25% kekuatan militer Partai Hizbullah, tapi mekanisme pengambil keputusannya tetap berfungsi, dan mempunyai cadangan senjata dalam jumlah besar. Ada yang memperkirakan, kekuatan Bersenajta Partai Hezbullah kini mempunyai sekitar 10 ribu pucuk roket dan peluru kendali dalam berbagai bentuk. Di antaranya, jarak tembak beberapa roket dan peluru kendali melampaui 70 kilo meter. Ada yang bahkan dapat ditembakkan sampai Tel Aviv, kota di bagian tengah Israel , dan telah menimbulkan ancaman bagi daerah pedalaman Israel. Sekretatris Jenderal Partai Hezbullah kemarin juga mengatakan, aksi pemboman oleh Israel dilakukan berdasarkan informasi yang salah. Partai Hezbullah akan terus memberikan serangan yang di luar dugaan kepada Israel.

Peristiwa penyerangan Haifa sangat mengejutkan Israel. Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert kemarin menyatakan, Israel sedang menghadapi masa yang sulit dan rumit. Situasi tersebut tidak dapat berakhir dalam masa singkat. Dikabarkan, sejumlah besar tank dan panser tentara Israel kemarin sudah dikerahkan ke perbatasan Israel-Libanon, untuk mengadakan persiapan untuk serangan daratan yang mungkin dilakukan terhadap Lebanon. Jenderal pihak militer Israel bersumpah, tentara Israel akan melakukan serangan hebat terhadap sarana militer Partai Hizbullah. Dari hal itu dapat diperkirakan, Israel dalam masa mendatang mungkin akan terus meningkatkan intensitas serangan militer terhadap Partai Hezbullah.

Akan tetapi, analis mencatat bahwa walaupun pihak Israel mempercepat pengaturan penempatan pasukan,dan meningkatkan ancaman militer. Tetapi, apabila dilihat dari keadaan dewasa ini, pihak resmi Israel seolah-olah sudah menyadari bahwa, meningkatkan konflik militer menjadi perang dalam skala besar mempunyai bahaya yang sangat besar. Oleh karena itu, ia tidak mengesampingkan kemungkingan untuk penyelesaian krisis secara politik. Perdana Menteri Italia Romano Prodi kemarin telah menyampaikan kepada Libanon dua syarat untuk gencatan senjata yang diajukan oleh Israel. Pertama, Israel menuntut Kekuatan Bersenjata Partai Hezbullah untuk membebaskan dua serdadu Israel yang ditangkapnya. Kedua Israel menuntut agar Kekuatan Bersenjata Partai Hezbullah ditarik sampai di daerah 30 kilometer dari sebelah utara perbatasan Israel. Tokoh senior pihak militer Israel kemarin menyatakan bahwa telah secara total melucuti senjata Partai Hezbullah dengan mengandalkan aksi militer adalah tidaklah realistis.

Aksi militer akhirnya hanya menimbulkan kerugian berat pada Partai Hezbullah, tapi tidak dapat membasminya. Selama beberapa hari ini, Pejabat Senior Pemerintah dan Pihak militer Israel termasuk Menteri Luar Negeri Israel terus menerus menyatakan kepada media bahwa, tujuan aksi militer tentara Israel adalah untuk menimbulkan kerugian berat terhadap kekuatan militer Partai Hezbullah, dan mengusirinya dari bagian selatan Lebanon yang didudukinya. Selain itu, aksi militer itu juga ditujukan untuk mendesak supaya Pemerintah Libanon agar memasuki daerah tersebut dan memikul tanggung jawab keamanan. Menurut analis, sementara ini, catur politik yang bisa dijalankan Israel selanjutnya adalah meningkatkan intesitas penggempuran terhadap kekuatan bersenjata Partai Hezbullah, dan semakin memberi tekanan kepada Pemerintah Libanon. Sejak terjadinya konflik tersebut, Israel sealu menimpakan tanggung jawab terjadinya konflik kepada Pemerintah Libanon. Hal ini bertujuan untuk mengadakan persiapan penyelesaian politik dari konflik ini.