|
Tim Penanganan Krisis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemarin mengemukakan paket persetujuan gencatan senjata mengenai krisis Timur Tengah. Seiring dengan campur tangan upaya penengahan internasional, bentrokan Israel-Lebanon memasuki tahap baru "sambil berperang sambil berunding". Analis menunjukkan, dalam keadaan Israel mempunyai keunggulan militer dan menguasai inisiatif perang, kapan berakhirnya bentrokan kali ini tergantung pada tujuan militer dan politik apa yang ingin dicapai Israel dan Amerika Serikat (AS) sebagai negara sekutunya.
Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Livni kemarin dalam pertemuan dengan tim penanganan krisis PBB menyatakan, Israel bersedia menerima penengahan internasional, tapi dimulainya prosedur penengahan diplomatik tidak berarti akan diakhirinya aksi militer Israel di muka waktu atau diturunkannya skala aksi militer. Tokoh pihak militer Israel mengatakan, sebelum dicapainya target militer pokok yaitu menghapuskan ancaman militer Partai Hizbullah itu, Israel tidak akan dengan gampang mengakhiri aksi militernya. Menurut laporan pihak militer Israel, pengeboman selama 7 hari telah menghancurkan 50% kemampuan pemukulan militer kekuatan Partai Hizbullah Lebanon, sedangkan kalau ingin mencapai tujuan militer yang ditetapkan, masih diperlukan sedikitnya waktu satu minggu.
Analis menunjukkan, AS adalah negara yang paling berpengaruh terhadap Israel. Oleh karena itu, bagaimana perkembangan krisis Lebanon-Israel, sikap AS adalah amat penting. Sejak tercetusnya bentrokan, AS menunjukkan sikap negatif dengan menjauhkan diri dan tidak ingin campur tangan. Analis menunjukkan, AS mempunyai pertimbangan ganda terhadap bentokan Lebanon-Israel dewasa ini. Di satu pihak mengharapkan dengan menggunakan kekuatan Israel memukul Partai Hizbullah dan menjerakan Suriah dan Iran, di pihak lain AS tidak mengharapkan situasi Lebanon-Israel lepas kontrol sepenuhnya dan mengacaukan pengaturan strategis AS karena masalah masalah titik panas Iran dan Irak di kawasan Timur Tengah jauh belum diselesaikan. Yang lebih penting ialah, pemerintah Lebanon sekarang didominasi kekuatan politik yang anti Suriah, AS tidak menginginkan pukulan militer Israel merugikan kedudukan pemerintahan Lebanon sekarang. Presiden AS George W. Bush pada saat mulai tercetusnya bentrokan Israel-Lebanon telah menetapkan sebuah "garis merah" kepada Israel yaitu aksi militer seharusnya tidak memperlemah pemerintah Lebanon. Bush kemarin sekali lagi menyatakan, adalah sangat perlu untuk menghindarkan jatuhnya pemerintah Lebanon."
Menteri Luar Negeri AS, Condollezza Rice kemarin menyatakan bahwa Lebanon dan Israel baru dapat merealisasi gencatan senjata dalam keadaan matang syaratnya. Ia akan mengunjungi Timur Tengah ketika "syaratnya menguntungkan". Jadwal kunjungan Rice ke Timur Tengah kini merupakan sebuah pertanda penting untuk memastikan arah perkembangan krisis Lebanon-Israel. Rice dikabarkan mungkin akan mengunjungi Timur Tengah akhir minggu ini. Analis menunjukkan, hari kunjungan Rice kemungkinan waktu Israel menurunkan skala aksi militer, karena AS tidak ingin meninggalkan kesan kunjungan tanpa hasil.
Israel kini telah mengemukakan syarat gencatan senjata terhadap Lebanon, yaitu membebaskan serdadu Israel yang ditahan; Hizbullah menghentikan serangannya terhadap Israel; Hizbullah ditarik mundur dari Lebanon Selatan dan tentara pemerintah Lebanon ditempatkan di sana. Sekarang, perselisihan antara Israel dan tim penanganan krisis PBB terutama ialah, pertama, Israel menuntut kekuatan Partai Hizbullah harus membebaskan serdadu Israel yang ditangkap sebelum diberlakukannya gencatan senjata; Kedua, melaksanakan secara menyeluruh resolusi nomor 1559 PBB, tentara pemerintah Lebanon ditempatkan di daerah Lebanon Selatan dan melucuti persenjataan Hizbullah Lebanon. Ada fenomena yang menunjukkan, pendirian Israel telah diperlonggar pada masalah kedua. Menteri Luar Negeri Tzipi Livni kemarin memberi isyarat bahwa Israel tidak menentang PBB mengirim pasukan pemelihara perdamaian internasional untuk membantu tentara pemerintah Lebanon menguasai daerah Lebanon Selatan. Kalau tentara pemerintah Lebanon segera ditempatkan di perbatasan Lebanon-Israel, Israel setuju menunda waktu untuk melucuti persenjataan kekuatan Partai Hizbullah Lebanon.
|