|
Tentara Israel Selasa lalu menyerang sebuah pos pengamatan pasukan sementara PBB untuk Lebanon dengan mengakibatkan tewasnya 4 pengamat PBB termasuk pengamat militer Tiongkok Du Zhaoyu. Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan mengecam Israel dengan sengaja melakukannya, tapi Israel memungkiri dan menyebutnya sebagai suatu kesalahan, sementara menyatakan sulit memahami kecaman Annan itu . Analis berpendapat, justru penjelasan Israel itu yang benar-benar sulit dimengerti.

Menurut ananlisa, penjelasan Israel sangat menyangsikan di beberapa bidang: pertama, seperti ditunjukkan oleh Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, pos pengamatan PBB yang di serang itu telah berada lama, lagi pula mempunyai tanda PBB yang sangat jelas, maka sulit untuk meyakinkan bila serangan Israel itu disebut sebagai suatu kekeliruan . Kedua, menurut keterangan deputi Sekretaris Jenderal untuk urusan pemelihaaan perdamian PBB Jane Holl Lutet, pos pengamatan PBB di Lebanon Selatan telah mengalami serangan artileri tentara Israel sekitar 6 jam berturut-turut sebelum pos tersebut dibomi. Oleh karena itu, pejabat PBB telah berkali-kali memperingatkan Israel, namun tidak digubris tentara Israel. Ketiga, menurut laporan media Israel, personil militer senior dan kompeten PBB untuk perbatasan Lebanon-Israel mengungkapkan, rudal yang menghantam pos pengamatan PBB adalah sebuah rudal presisi, dan di sekitar pos tersebut tidak ada kegiatan bersenjata Hizbullah.
Analis mencatat pula, serangan Israel terhadap pos pengamat PBB di Lebanon terjadi di bawah latar belakang masyarakat internasional sedang memperdalam pembahasan mengenai penempatan pasukan pemelihara perdamaian internasional di Lebanon Selatan.

Mengenai masalah tersebut, Israel tidak menutupi sedikit pun sikapnya yang pasif . Sejak terjadinya bentrokan Lebanon-Israel, syarat gencatan senjata yang selalu dipegang oleh Perdana Menteri Israel Ehud Olmer yalah Kekuatan bersenjata Hizbullah membebaskan prajurit Israel yang diculiknya, melucuti senjata Hizbullah, dan tentara pemerintah Lebanon yang bertanggung jawab atas keamanan Lebanon Selatan. Oleh karena itu, Israel tidak saja mencela tidak berfungsinya pasukan PBB di Lebanon, bahkan dengan terang-terangan menyatakan kehadiran pasukan PBB di Lebanon telah mengekang pemukulan Israel atas kekuatan bersenjata Hizbullah. Ada analis berpendapat, tak peduli serangan itu apakah merupakan kesalahan seperti yang disebut Israel, tapi ditinjau dari ulah Israel yang sengaja melancarkan serangan terhadap daerah sekitar pos pengamat PBB tanpa mempedulikan peringatan berkali-kali PBB, dapat terlihat bahwa Israel mencoba membuat kesan tidak bergunanya lagi pasukan PBB di Lebanon. Sedang akibat objetif dari peristiwa tersebut yalah mungkin akan terdapat lebih banyak negara anggota PBB yang lebih berhati-hati mempertimbangkan soal penambahan pasukan pemelihara perdamaian di Lebanon, dan mungkin akan menurunkan kesediaan sejumlah negara untuk mengirim tentaranya.
Dengan sini dapat terlihat , penjelasan Israel itu sama sekali tidak dapat meyakinkan. Setelah terjadinya peristiwa tersebut, masyarakat internasional berturut-turut menyatakan kecaman, dan mendesak Israel segera mengadakan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

Dilihat dari reaksi masyarakat internasional, Israel sulit mengelakkan tanggungjawabnya terhadap peristiwa tersebut. Israel harus menghadapi kenyataan , dan menanggung segala resiko yang diakibatkan peristiwa tersebut.
|