Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2006-08-14 14:08:17    
Lebih Penting Pelaksanaan Resolusi Daripada Penyusunan Resolusi

cri

Dewan Keamanan PBB Jumat malam menerima baik resolusi nomor 1701 yang telah meletakkan dasar bagi penyelesaian politik secara definitif konflik Lebanon-Israel. Utusan Khusus Tiongkok untuk masalah Timur Tengah Sun Bigan yang tengah berkunjung ke Timur Tengah , kemarin dalam wawancaranya di Kairo, ibukota Mesir memaparkan pendirian Tiongkok tentang bagaimana menyelesaikan konflik Lebanon-Israel. Berikut laporan wartawan kami.

Berbicara tentang resolusi nomor 1701 tersebut, Sun Bigan menyatakan, sebagai hasil penengahan diplomatik, resolusi tersebut mendapat dukungan pihak Tiongkok.

Delegasi Tetap Tiongkok Untuk PBB telah memberikan sumbangan positif untuk penyusunan resolusi tersebut. Dalam proses konsulasi itu, Wakil Tiongkok berulang-kali menandaskan, resolusi dan konsep penyelesaian apapun Dewan Keamanan harus menghormati berbagai pihak terkait, khususnya keprihatinan Lebanon dan negara-negara Arab. Apabila dilihat dari resolusi yang disusun sekarang, resolusi itu telah menerima menyerap isi pokok gagasan 7 butir dari pemerintah Lebanon . Dalam proses tersebut, kita sudah melihat, Israel, Lebanon dan negara-negara lain Arab tidak menentang resolusi tersebut. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Tiongkok memberi suara setuju atas resolusi tersebut .

Dewan Keamanan akhirnya dengan semua suara setuju menerima baik resolusi tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok setelah itu menyatakan, Tiogkok menyatakan sambutan dan dukungan atas resolusi tersebut. Sun Bigan menunjukkan, walaupun demikian, resolusi tersebut tidak sempurna, dan tantangan terbesar ialah apakah resolusi tersebut dapat dilaksanakan dengan lancar.

"Pihak Tiongkok juga berpendapat, disusunnya resolusi tersebut hanya merupakan tahap pertama, pihak Tiogkok juga tidak menganggap resolusi tersebut sempurna. Akan tetapi, apabila resolusi yang menghimbau segera gencatan senjata dapat dilaksanakan, pertama dapat meredakan ketegangan situasi di kawasan itu, khususnya dapat mengambil peranan mengekang memburuknya kondisi pri-kemanusiaan . Akan tetapi, Tiongkok berpendapat, lebih penting pelaksanaan resolusi itu daripada penyusunannya , apalagi itu juga merupakan sebuah tugas yang sangat berat .

Sebagai salah sepihak dalam konflik Lebanon-Israel, Hezbollah Lebanon dipredikasi oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya sebagai organisasi teroris, sedangkan pandangan lain berpendapat, Hezbollah merupakan kekuatan bersenjata YANG melawan pendudukan Israel. Tentang masalah tersebut, Sun Bigan berpendapat,

"Definisi Hezbollah merupakan masalah yang dipersengketakan. Apabila dilihat dari keadaan sekarang, Hezbollah mempunyai dasar massa yang luas, ia mempunyai kursi di parlemen Lebanon dan juga mempunyai menteri di pemerintah Lebanon. Oleh karena itu, lebih baik ditentukan oleh rakyat Lebanon sendiri mengenai sifat dan nasib Hezbollah. Hal yang harus kami tandaskan ialah masalah Hezbollah seperti halnya dengan masalah lain Timur Tengah tidak mungkin diselesaikan melalui peang atau kekuatan bersenajta.

Berbicara tentang tujuan kunjungannya ke Timur Tengah kali ini, ia menyatakan bahwa ia datang untuk menengahi konflik Lebanon-Israel. Akan tetapi, hal yang tidak seharusnya dilupakan ialah sebab mendasar terus terjadinya konflik di Timur Tengah termasuk konflik Lebnaon-Israel ialah masalah Palestina yang terkantung-kantung.

"Kunci dan sumber masalah Timur Tengah sudah diketahui umum. Persengketaan Palestina-Israel sudah berlangsung selama separo abad lebih, dan selama masa itu pernah meletus 4 kali perang. Kontradiksi dan perang tersebut terjadi justru karena masalah Paalestina belum diselesaikan. Olah karerna itu, pihak Tiongkok senantiasa berpendapat, masalah Palestina merupakan masalah inti persengketaan Arab-Israel, di kawasan itu tidak mungkin realisasi perdamaian yang adil dan permanent apabila hak sah bangsa Palestina tidak dipulihkan.

Sum Bigang akhirnya menegaskan kembali, Tiongkok senantiasa berpendapat, penyelesaian politik persengketaan Arab-Israel merupakan kunci realisasi perdamaian di Timur Tengah .

Tiongkok berpendirian supaya kedua pihak menyelesaikan secara politik persengketaan Arab-Israel melalui perundingan perdamaian berdasarkan resolusi tekait PBB dan prinsip " Tanah Untuk Perdamaian" . Hanya setelah masalah itu diselesaikan, perdamaian yang pernamen dan adil barulah dapat direalisasi di Timur Tengah.