Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2006-08-15 13:10:43    
Tidak Optimistik Prospek Perlucutan Senjata Hezbollah Lebanon

cri

Setelah Lebanon dan Israel kemarin menerima resolusi nomor 1701 Dewan Keamanan PBB dan mewujudkan gencatan senjata, Sekretaris Jenderal Hezbollah Lebanon, Sheikh Hassan Nasrallah kemarin malam dalam pidatonya mengklaim Hezbollah telah mengalahkan Israel dan mencapai kemenangan yang stretegis dan historik. Dia menegaskan, bahwa sekarang bukan saat layak untuk membahas masalah perlucutan senjata Hezbollah. Analis berpendapat, ini mencerminkan bahwa seusai konflik Lebanon-Israel,melucuti senjata Hezbollah akan menjadi lebih sulit.

Menurut resolusi nomor 1701, Israel seharusnya menarikkan tentaranya dari Lebanon ketika tentara pemerintah Lebanon dan pauskan sementara PBB untuk Lebanon mulai ditempatkan di daerah selatan Lebanon, sedangkan perlucutan senjata Hezbollah adalah salah satu serangkaian syharat yang ditentukan resolusi teresbut untuk mewujudkan gencatan senjata permanen.

Analis menunjukkan, bahwa melucuti senjata Hezbollah Lebanon bukan suatu hal yang mudah, sebab terutama ialah,

Pertama, Hezbollah Lebanon dibentuk selama agresi Israel terjadap Lebanon pada tahun 1982, dan seusai perang saudara Lebanon selesai pada tahun 1990, berbagai golongan Lebanon menurut keputusan pemerintah melucuti senjata masing-masing, akan tetapi Hezbollah dengan alasan melawan Israel, tidak membubarkan organisasi bersenjata dan menyerahkan senjatanya. Kini, kekuatan Hezbollah telah menjadi pauskan reguler yang terdiri dari sekitar seribu orang dan milisi belasan ribu orang.

Kedua, dalam konflik Lebanon-Israel yang baru berakhir, kekuatan bersenjata Hezbollah dengan identitas pasukan gerilya, langsung melawan angkatan darat, laut dan udara Israel, negara besar militer selama satu bulan, dengan hasil tidak menang dan tidak kalah. Dalam konflik selama sebulan itu Hezbollah dapat dikatakan berhasil mengalahkan Israel dan mencapai tujuan militer yang direncanakan sebelumnya.

Selain itu, perang adalah kelanjutan politik, perang apapun bertujuan mewujudkan target politik yang diharapkan. tuntutan melucuti senjata Hezbollah dalam Resolusi nomor 1701 DK PBB juga merupakah salah satu rancangan politik pasca perang. Akan tetapi, Hezbollah sangat pandai mengubahkan hasil militer menjadi hasil politik. Penampilan baik Hezbollah dalam konflik Lebanon-Israel membawa banyak keuntungan kepadanya di arena politik Lebanon, tingkat sokongannya di dalam negeri juga meloncat tajam daripada sebelum perang. Yang lebih penting ialah, sebagai satu-satunya kekuatan bersenjata yang dapat membela Lebanon dan melawan agresi Israel, citra Hezbollah telah ditingkatkan. Dalam keadaan seperti ini, kesulitan melucuti senjata Hezbollah sewajarnya akan lebih besar.