Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2006-08-25 12:36:57    
Padang Pasir Dijadikan Taman Bunga Oleh Israel

cri

Israel adalah satu negara yang sangat kekurangan air. Di daerah padang pasir bagian selatan, curah hujan 7 sampai 8 bulan dalam setahun adalah nol, curah hujan sepanjang tahun tidak melebihi 100 milimeter. Tapi justru di padang pasir yang sangat kering, orang Israel membangun perkebunan-perkebunan seperti taman bunga. Bagaimana mereka mencapai prestasi itu, berikut ini laporan wartawan CRI.

Perkebunan Kolektif Hatzerim di Israel selatan tampaknya seperti sebuah taman dengan air mancar dan pohon-pohon yang terlihat di mana-mana. Dalam bahasa Ibrani, Hatzerim berarti taman bunga. Yang mengagumkan ialah "taman bunga" itu justru dibangun di padang pasir. Penduduk di Perkebunan Hatzerim Yehonatan Regev dengan rasa bangga mengatakan, walaupun di perkebunan ini di mana-mana terhiliat pohon, tapi begitu keluar dari pintunya, Anda akan langsung menghadapi padang pasir. Untuk menghuni di daerah ini, kami harus rajin bekerja.

Apabila ingin mengubah padang pasir menjadi taman bunga, untuk pertama harus memecahkan masalah kekurangan air. Penduduk perkebunan s Elizer Kelmeszes mengungkapkan rahasianya, air kami terutama berasal dari Pulau Tiberias bagian utara. Pemerintah membangun satu proyek penyaluran air, airnya disalurkan dari utara ke selatan dengan jalurnya sepanjang lebih 400 kilometer.

Proyek pemindahan air yang dapat menjadikan Hatzerim sebagai taman bunga dibangun pada saat beberapa tahun setelah berdirinya negara Israel. Proyek itu dapat mengirim sumber air dari dari utara ke selatan yang kering. Melalui upaya beberapa tahun, Israel memilik satu sistem jaringan sumber air yang cukup sempurna.

Selain membangun sistem pengiriman air untuk memecahkan masalah pensuplaian air, pemerintah Israel juga menjathkan pemakaian air untuk setiap penduduk dengan maksud melakukan penghematan air. Menurut peraturan, tarif air di bawah jatah itu cukup murah, sedang tarif air di luar jatah meningkat berkali lipat.

Apabila jatahnya tidak cukup, tapi tidak mau membeli air di luar jatah yang sangat mahal, bagaimana cara keluarnya? Perkebunan-perkebunan di Israel selatan mengupayakan pemanfaatan air limbah, dan membangun pabrik pemrosesan air limbah. Natan Barak, seorang penduduk setempat mengatakan, air limbah di perkebunan dan pangkalan angkatan udara di dekatnya dikumpulkan ke satu kolam, melalui pemurnian, air itu dimanfaatkan untuk pengairan tanah garapan. Kalau tidak begitu, kami akan menggunakan air pemerintah yang dijatahkan, tapi itu pun tidak cukup. Pengolahan air limbah diri sendiri ada dua keunggulan, pertama kami bisa mendapat air lebih banyak, kedua dapat mengurangi polusi.

Cara penghematan air yang paling membanggakan orang Hatzerim adalah sistem irigasi yang dibuat oleh kerja sama insynur Israel yang terkenal di dunia. Mengenai cerita itu, Barak menjelaskan, pada awal tahun 1960an, Symcha Blass, insynur irigasi Israel menemukan, di taman ibunya, satu pohon selalu bertumbuh bagus dari pada pohon lainnya. Melalui penelitian, dia menemukan satu pipa air yang bocor di bawah satu pohon. Atas inspirasi itu, ia ingin menemukan satu peralatan yang dapat mensuplaikan air langsung ke akar pertumbuhan dengan satu pipa bocor. Dia mengusahakan kerja sama orang lain untuk memproduksi peralatan itu. Ketika itu, ditempat kami sangat kekurangan air, tingkat garam dalam air cukup tinggi dan tidak bisa bertumbuh apa-apa, maka kami dengan gembira menerima usulnya.

Singkat kata, justru kerjajinan, kecerdasan dan penyayangan pendudukan Hatzerim yang membantu mereka membangun sebuah perkebunan yang indah seperti taman bunga di padang pasir.