Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2006-10-11 15:15:27    
Masyarakat Internasional Terus Tanggapi Uji Coba Nuklir Korut

cri

Sejumlah negara terus menanggapi uji coba nuklir Korea Utara, dan menuntut Korea Utara meninggalkan program senjata nuklirnya.

Duta Besar Amerika untuk PBB, John Bolton kemarin menyatakan, pemerintah Amerika menolak mengadakan dialog langsung dengan Korea Utara. Amerika tidak akan berkompromi terhadap ancaman Korea Utara. Namun ditunjukkan pula, kalau Korea Utara bersedia kembali ke dalam kerangka pembicaraan enam pihak, maka masih terbuka kemungkinan untuk mengadakan perundingan bilateral antara Amerika dan Korea Utara.

Menteri Luar Negeri Inggris Margaret Beckett kemarin menyatakan, uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara telah menimbulkan ancaman nyata terhadap perdamaian dan keamanan dunia. Pemerintah Inggris akan mengambil sikap keras dalam masalah ini.

Menteri Luar Negeri Perancis Philippe Douste-Blazy dalam interpelasinya di depan parlemen kemarin mengharapkan Dewan Keamanan PBB selekasnya meluluskan resolusi untuk menerapkan sanksi terhadap Korea Utara.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan, setelah Korea Utara melakukan uji coba nuklir, tiga prinsip Jepang tentang non nuklir yakni tidak memproduksi, tidak memiliki dan tidak mengintroduksi senjata nuklir, tidak berubah sedikitpun.

Menteri Luar Negeri Jepang Taro Aso hari ini menyatakan kesediaan untuk berupaya mendesak Dewan Keamanan PBB selekasnya meluluskan resolusi penerapan sanksi terhadap Korea Utara. Menurut media Jepang hari ini, pemerintah Jepang pada pokoknya sudah menetapkan langkah-langkah sanksi sepihak terhadap Korea Utara.

Selain itu, kementerian luar negeri Uruguai, Mongolia dan Sri Lanka juga menyatakan prihatin terhadap uji coba nuklir Korea Utara, dan mengimbau penyelesaian masalah nuklir Korea Utara melalui pendekatan diplomatik.