
Tahun ini adalah genap 15 tahun Tiongkok dan ASEAN menjalin hubungan dialog. Konferensi Tingkat Tinggi Peringatan Genap 15 Tahun Hubungan Dialog Tiongkok dan ASEAN akan diadakan di Kota Nanning, di bagian selatan Tiongkok. Baru-baru ini, wartawan dari 5 media Tiongkok utama termasuk China Radio International bersama mewawancarai Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.
Lee Hsien Loong pertama-tama menilai positif kemajuan yang dicapai dalam kerja sama Tiongkok dan ASEAN di berbagai bidang. Dikatakannya
"Saya merasa, perubahan dalam 15 tahun yang lalu sangat besar, ekonomi Tiongkok berkembang dengan pesat, dan GDPnya tumbuh berlipat ganda. Pertukaran ekonomi dan perdagangan Tiongkok dan ASEAN kian hari kian bertambah dalam skala besar."
Ia mengatakan, ASEAN mengadakan banyak forum mekanisme dialog yang diikut sertai Tiongkok, manifestasi positif Tiongkok dalam forum tersebut memungkinkan Tiongkok mengadakan banyak kerja sama dengan para anggota ASEAN tidak hanya di bidang perdagangan, investasi, pendidikan dan kebudayaan, tapi juga di bidang politik, keamanan. Dikatakannya,
"Sejak bulan Desember tahun 2000 Perdana Menteri Zhu Rongji mengemukakan rencana pembangunan zona perdagangan bebas Tiongkok-ASEAN, kemajuan pembangunan zona di pihak kami sangat cepat, terutama di bidang perdagangan komoditi. Kedua pihak menandatangani Persetujuan Perdagangan Komoditi, dan dilaksanakan secara menyeluruh sejak Juli tahun 2005."
Ia berpendapat, kedua pihak harus mencapai kemajuan lebih banyak dalam kerja sama di bidang jasa dan investasi. Ia mengatakan, ekonomi Tiongkok-ASEAN saling mengisi, dan perkembangan cepat ekonomi Tiongkok juga mendorong perkembangan ASEAN. Perkembangan Tiongkok menyediakan pasar investasi yang besar untuk ASEAN. Penduduk Tiongkok sangat banyak, hal itu juga bermanfaat bagi perkembangan pariwisata ASEAN. Sementara mengekspor produk kepada negara-negara Asia Tenggara, Tiongkok juga mengimpor banyak produk dari negara-negara Asia Tenggara. Selain itu, di bidang kerja sama keamanan, kedua pihak juga mengadakan konsultasi dialog, dan menandatangani Deklarasi Perilaku Berbagai Pihak di Laut Tiongkok Selatan mengenai masalah Laut Tiongkok Selatan.
Lee Hsien Loong menandaskan sangat pentingnya dasar kerja sama Tiongkok-ASEAN. Dikatakannya,
"Saya merasa, sangat pentingnya menjadikan pemeliharaan saling menghormati, saling percaya, sama derajat dan saling menguntungkan sebagai dasar. Sebagaimana hal yang sering dikatakan Tiongkok, ASEAN dan negara lain, baik negara besar maupun negara kecil, kami adalah mitra yang sama derajat."
Lee Hsien Loong berpendapat karena adanya dasar tersebut, Tiongkok dan ASEAN baru mempunyai kesempatan untuk mengadakan kerja sama, bersama-sama menyelesaikan sejumlah masalah politik, misalnya masalah keamanan Laut Tiongkok Selatan, Selat Malaka dan masalah terorisme."
Mengenai Singapura memainkan peranan apa dalam perkembangan hubungan ASEAN -Tiongkok, Lee Hsien Loong menyatakan,
"Kami bersedia memainkan peranan mendorong yang konstruktif. Singapura adalah anggota ASEAN. Kami yakin, kerja sama ASEAN-Tiongkok dapat ditingkatkan, dan Singapura juga mendapat keuntungan darinya."
Lee Hsien Loong menyatakan, meskipun Singapura dan Tiongkok masing-masing mempunyai kepentingannya sendiri, tapi kepentingan dasar kedua pihak tidak akan berkonflik. Dikatakannya,
"Saya merasa, hubungan Singpura dan Tiongkok sangat baik, kami selalu memelihara pertukaran yang sangat baik di banyak bidang, misalnya bidang perdagangan, pendidikan, kebudayaan politik, kami dapat saling berkomunikasi dan mengerti dengan baik. "
Lee Hsien Loong menandaskan, Singapura selalu berpendapat bahwa kemajuan dan perkembangan Tiongkok mempunyai arti positif terhadap kawasannya bahkan seluruh dunia.
Lee Hsien Loong juga membicarakan masalah Taiwan. Dikatakannya,
"Kami selalu menganut prinsip "Satu Tiongkok", kami dengan tegas menentang "Taiwan Merdeka". Kami yakin, Selat Taiwan memelihara perdamaian dan kestabilan bermanfaat bagi perkembangan kawasannya."
|