Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2006-11-01 12:17:16    
Tiongkok, Korut Dan AS Setuju Hidupkan Kemblai Pembicaraan 6 Pihak Dalam Waktu Dekat

cri

Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan, para ketua delegasi Tiongkok, Korea Utara dan Amerika Serikat untuk pembicaraan 6 pihak tentang masalah nuklir Semenanjung Korea kemarin di Beijing sepakat untuk menghidupkan kembali pembicaraan 6 pihak dalam waktu dekat. Berita itu disambut baik oleh berbagai pihak terkait.

Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan dalam pernyataannya mengharapkan pembicaraan 6 pihak tentang masalah nuklir Semenanjung Korea dapat dihidupkan kembali secepatnya dan dicapai hasil positif untuk meredakan ketegangan situasi dewasa ini.

Presiden Amerika, George W. Bush menyatakan terima kasih atas upaya Tiongkok untuk itu. Dikatakannya, Amerika akan terus mendorong berbagai pihak melaksanakan resolusi tentang masalah uji coba nuklir Korea Utrara yang diluluskan Dewan Keamanan PBB tanggal 14 Oktober lalu.

Kementerian Luar Negeri Dan Perdagangan Korea Selatan dalam komentar melalui juru bicaranya mengatakan, pemerintah Korea Selatan akan bekerja sama erat dengan negara-negara terkait pembicaraan 6 pihak, dan terus melakukan upaya diplomatik untuk menyelesaikan masalah nuklir Semenanjung Korea demi memelihara perdamaian dan kestabilan Semenanjung Korea.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Alexseev kemarin di Moskow menyatakan, Rusia menganggap keputusan itu sangat "positif", dan dengan tulus megnharapkan pembicaraan 6 pihak dapat dihidupkan kembali dalam waktu dekat.

Kepala Sekretariat Kabinet Jepang, Yasuhisa Shiozaki menyatakan, pembicaraan 6 pihak adalah kerangka terbaik bagi penyelesaian masalah nuklir Semenanjung Korea. Tetapi, pemerintah Jepang tidak akan menyetujui kembalinya Korea Utara ke pembicaraan itu dengan prasyarat sebagai negara yang memiliki nuklir. Pemerintah Jepang juga tidak akan mencabut sanksi terhadap Korea Utara.