Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2006-12-08 16:13:32    
Apa Artinya "ASEAN 10 + 3" dan "ASEAN 10 + 1" ?

cri

Menjelang genap 30 tahun berdirinya Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN), konferensi pemimpin negara-negara ASEAN dan Tiongkok, Jepang, Korea Selatan ( ASEAN 10+3 ) AKAN diadakan di Cebu, Filipina pada tanggal 11 Desember mendatang, Perdana Menteri Tiongkok Wen Jiabao akan menghadiri konferensi tersebut.

Pada tingkat tertentu, mekanisme "ASEAN 10+3" merupakan produk kesadaran krisis. Tahun 1997, krisis moneter Asia membawakan kerugian musibah kepada negara-negara Asia Timur, sementara itu juga merangsang keinginan besar berbagai negara di kawasan Asia Timur untuk mendorong kerjasama regional dan menanggapi risiko dengan senasib sepenanggungan. Pada akhir tahun 1997, pemimpin-pemimpin ASEAN dan Tiongkok, Jepang, Korea Selatan berkumpul di Kuala Lumpur, ibukota Malaysia, secara resmi menghidupkan sistem kerjasama itu. Karena ASEAN beranggotakan 10 negara, maka konferensi itu disingkatkan menjadi "ASEAN 10 + 3". Dalam kerangka mekanisme itu, para pemimpin terutama membahas prospek, perkembangan dan arah kerjasama kawasan Asia Timur pada abad ke-21, serta bagaimana mendorong lebih lanjut bidang dan lingkup kerjasama, maka mekanisme kerjasama itu telah memberikan sumbangan besar bagi perdamaian, stabilitas dan pembangunan kawasan Asia Timur. Dewasa ini, mekanisme "10 + 3" sudah berkembang menjadi jalur utama dalam kerjasama Asia Timur, memainkan peranan utama dalam mendorong pepaduan ekonomi kawasan, dan berangsur-angsur menjajaki jalan kerjasama yang sesuai dengan keaneka-ragaman di kawasan Asia Timur.

Sementara itu telah dihidupkan pula konferensi ASEAN yang masing-masing dengan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan, maka disingkatkan menjadi mekanisme "10 + 1". Mekanisme itu bertujuan meningkatkan hubungan dan kerjasama ASEAN dengan ke-tiga negara tersebut dalam lingkup bialteral. Tanggal 12 Desember mendatang, di Cebu akan diadakan konferensi pemimpin-pemimpin ASEAN-Tiongkok ke-10, dengan dihadiri oleh Perdana Menteri Tiongkok Wen Jiabao .

Melalui mekanisme "ASEAN 10+3", hubungan ASEAN dengan Tiongkok mencapai kemajuan keseluruhan. Sampai tahun 2005, volume perdagangan bilateral Tiongkok-ASEAN sudah mencapai 130,4 milyar dolar AS, meningkat 15 kali lipat daripada tahun 1991. Kini, kedua pihak sudah menjadi mitra perdagangan keempat bagi pihak lain. Bagi Tiongkok, ASEAN sudah menjadi pasar ekspor ke-empat besar dan sumber impor ke-tiga besarnya.