|
Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT ) ASEAN Ke-12 kemarin digelar di Cebu, Filipina. Pemimpin dari 10 negara ASEAN telah mengadakan diskusi untuk mendorong penyusunan " Piagam ASEAN ", dan membahas masalah-masalah mengenai keamanan kawasan, perundingan Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO ), keamanan energi Asia Tenggara, pencegahan dan pengendalian penyakit AIDS serta masalah nuklir Semenanjung Korea. Menjelang akhir pertemuan itu, para pemimpin Asean telah menandatangani rangkaian dokumen " Deklarasi Cebu ", antara lain percepatan pembangunan Masyarakat ASEAN dan cetak biru Piagam ASEAN serta Persetujuan Asean Tentang Antiterorisme. Berikut laporan wartawan kami dari Cebu.
Kemarin pagi sekitar pukul 09:00, KTT ASEAN selama satu hari berlangsung di Hotel Shangri-La Cebu dengan tema " keluarga besar kasih sayang untuk semua ". Pertemuan dihadiri oleh pemimpin 10 anggota ASEAN serta Sekjen ASEAN. Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo sebagai ketua bergilir ASEAN di depan upacara pembukaan mengatakan,
" Filipina merasa sangat bangga dapat menyelenggarakan KTT ASEAN pada saat yang penting ini. Kini perundingan putaran Doha sedang menghadapi jalan buntu, kita akan tampil ke depan, menegaskan dukungan kepada terbukanya terus pintu perundingan WTO . Kita juga menyatakan prihatin terhadap masalah proliferasi senjata nuklir, dan akan tetap berpegang pada pendirian mengenai masalah nuklir Korea. Kita akan mendorong pembangunan salah satu kawasan perdagangan bebas yang terbesar di dunia. Saya percaya, ASEAN pasti memililki hari depan yang cerah. " Demikian kata Presiden Arroyo.
Salah satu tugas utama KTT kali ini ialah membahas dan menerima baik rancangan cetak biru Piagam ASEAN. Kemarin, pemimpin 10 anggota ASEAN melalui diskusi telah menandatangani " Deklarasi Cebu: Cetak Biru Piagam ASEAN " yang mempunyai arti penting dalam sejarah perkembangan ASEAN, sementara itu diputuskan pula untuk menunjuk sebuah " tim khusus senior " untuk penyusunan Piagam ASEAN.
Sejauh ini, ASEAN yang didirikan pada tahun 1967 masih belum mempunyai sebuah dokumen hukum yang seragam. KTT ASEAN Ke-11 yang digelar pada tahun 2005 telah menerima baik " Deklarasi Kuala Lumpur ", dan memutuskan untuk menbentuk sebuah tim tokoh terkemuka untuk membahas dan mengemukakan usul konkret mengenai arah perkembangan ASEAN dan sifat Piagam ASEAN.
Malalui upaya selama satu tahun, tim tersebut Jumat lalu mengumumkan usul 28 pasal tentang penyusunan Piagam ASEAN. Untuk merealiasi pengintegrasian ASEAN, tim tokoh terkemuka menyarankan para pemimpin ASEAN mengadakan pertemuan yang rutin, membentuk 3 komisi tingkat menteri untuk khusus melaporkan kemajuan pengintegrasian ASEAN di tiga bidang.
Para pemimpin ASEAN telah menandatangani pula " Deklarasi Cebu Untuk Mempercapat Pembangunan Masyarakat ASEAN Sebelum 2015 ". Menurut rencana, ASEAN akan membangun sebuah masyarakat bersama sebelum tahun 2015 yang mencakup tiga bagian, yaitu masyarakat ekonomi, masyarakat keamanan dan masyarakat sosial budaya, ini berarti lebih awal lima tahun daripada rencana.
Sementara itu, para pemimpin ASEAN juga telah menandatangani " Deklarasi Cebu: Demi Keluarga Besar Cinta Kasih Untuk Semua ". Dalam mana dijanjikan untuk menyelesaikan masalah-masalah utama yang menjadi perhatian rakyat di kawasan ini.
Hasil lain yang dicapai dalam KTT kali ini ialah para pemimpin ASEAN telah menandatangani " Persetujuan ASEAN Tentang Antiterorisme ", yang merupakan dokumen hukum pertama tentang antiterorisme di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, telah ditandatangani pula " Deklarasi Cebu Tentang Perlindungan dan Perbaikan Hak dan Kepentingan Tenaga Kerja Asing " dan dokumen tentang " Komitmen ASEAN Tentang Pencegahan dan Pengobatan AIDS ".
Kemarin, ASEAN mengadakan pula upacara penandatanganan dokumen tentang bergabungnya Timor Leste dan Perancis dengan " Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama Asia Tenggara ".
Tahun ini genap 40 tahun berdirinya ASEAN. Melalui perkembangan selama bertahun-tahun, ASEAN kini sudah menjadi suatu organisasi internasional nomor satu di kawasan Asia Tenggara dan memiliki kedudukan penting di dunia. Dari hasil-hasil yang dicapai KTT kali ini dapat diketahui bahwa negara-negara ASEAN tengah berupaya keras untuk menciptakan hari depan yang indah.
|