|
Desember tahun 1997, pemimpin?pemimpin Tiongkok dan ASEAN dalam Pertemuan Informal Pemimpin ASEAN dan Tiongkok yang pertama menetapkan pedoman untuk membina kemitraan rukun tetangga dan saling percaya.
Untuk memperluas hubungan ekonomi dan perdagangan kedua pihak, Perdana Menteri Tiongkok Zhu Rongji dalam Pertemuan Pemimpin Tiongkok dan ASEAN ke-3 yang diadakan di Manila tahun 1999 menyatakan, Tiongkok bersedia meningkatkan hubungan dengan kawasan perdagangan bebas ASEAN, usulan Tiongkok itu mendapat tanggapan positif negara-negara ASEAN. November tahun 2000, Perdana Menteri Zhu Rongji dalam Pertemuan Pemimpin Tiongkok ASEAN ke-4 di Singapura untuk pertama kali mengemukakan konsep pembentukan kawasan perdagangan bebas Tiongkok-ASEAN dan mengusulkan pembentukan grup pakar kerja sama ekonomi Tiongkok dan ASEAN dalam kerangka Komite Bersama Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok ASEAN dan mengadakan penelitian atas kelayakan pembinaan hubungan perdagangan bebas antara Tiongkok dan ASEAN.
Maret tahun 2001, grup pakar kerja sama ekonomi Tionkok ASEAN resmi dibentuk dalam kerangka Komite Bersama Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-ASEAN. Setelah diadakan penelitian sepenuhnya mengenai 2 mata acara yaitu dampak dari masuknya Tiongkok ke WTO dan pembinaan hubungan Perdagangan Bebas antara Tiongkok dan Asean, grup pakar berpendapat, keputusan tentang pembentukan kawasan perdagangan bebas Tiongkok-Asean adalah menguntungkan kedua pihak dan mengusulkan agar kawasan perdagangan bebas itu dibentuk dalam waktu 10 tahun. Usul itu diumumkan resmi dalam Pertemuan Puncak Tiongkok ASAN ke-5 di Brunei November tahun 2001 setelah disetujui dalam Pertemuan Pejabat Senior dan Pertemuan Menteri Ekonomi Tiongkok dan ASEAN. November tahun 2002, Konferensi Puncak Tiongkok dan ASEAN ke-6 digelar di Pnom Penh Ibu Kota Kamboja. Perdana Menteri Tiongkok Zhu Rongji dan pemimpin 10 negara ASEAN telah menandatangani " Persetujuan Kerangka Kerja Sama Ekonomi Menyeluruh Tiongkok-ASEAN", dan memutuskan pembinanan zona perdagangan bebas Tiongkok-ASEAN pada tahun 2010. Hal ini menandakan dihidupkannya secara resmi proses pembangunan kawasan perdagangan bebas Tiongkok-Asean.
Kawasan perdagangan bebas Tiongkok-ASEAN mencakup 1,8 milyar penduduk , GDP di kawasaan itu lebih dari 2 tryliun Dolar Amerika dan nilai perdagangannya tercatat 1,23 tryliun dolar Amerika , merupakan kawasan perdagangan bebas terbesar di dunia yang terdiri atas negara-negara berkembang.
|