|
Saudara pendengar, tahun lalu adalah tahun yang luar biasa dalam sejarah hubungan Tiongkok-ASEAN, sementara genap 15 tahun penggalangan kemitraan dialog Tiongkok-ASEAN dan genap 10 tahun pembentukan mekanisme "10 plus 3" ASEAN. Tanggal 10 Januari tahun ini, sejumlah pakar dan sarjana Tiongkok di depan seminar di Beijing mengadakan penyimpulan tahunan mengenai "hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-ASEAN".
Para pakar berpendapat, sejak tahun 2003, ekonomi global mengalami pertumbuhan cepat selama emapat tahun berturut-turut yang jarang muncul dalam 30 tahun belakangan ini, hubungan yang bersahabat antara Tiongkok dan ASEAN juga berada pada masa paling baik dalam sejarah, sehingga menyediakan lingkungan baik kepada hubungan ekonomi dan perdagangan kedua pihak. Meskipun pada tahun lalu beberapa negara ASEAN mengalami kegoncangan situasi politik atau bencana alam, tapi itu sama sekali tidak mempengaruhi kecenderungan perkembangan ekonomi dan perdagangan keseluruhan antara kedua pihak, berbagai indeks ekonomi berturut-turut menciptakan ketinggian baru dalam sejarah dan menyediakan lebih banyak kesempatan kepada perkembangan kemitraan dialog Tiongkok-ASEAN dalam 15 tahun mendatang.
Di depan seminar itu, pakar untuk masalah ekonomi ASEAN yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Tetap Komisaris Bisnis Tiongkok-ASEAN, Xu Ningning mengatakan,
"Pada umumnya, hubungan kedua pihak pada tahun 2006 berkembang baik. Situasi politik berbagai negara di Asia Tenggara sangat stabil, perkembangan eknomi amat baik, itu sangat menguntungkan perkembangan hubungan Tiongkok-ASEAN. Khususnya Pertemuan Peringatan Genap 15 Tahun Penggalangan Hubungan Dialog Tiongkok-ASEAN pada akhir bulan Oktober tahun lalu di Tiongkok dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah perkembangan hubungan ekonomi dan perdaganagn antara kedua pihak.
Pakar menekankan, penyelenggaraan sukse Ekspo Tiongkok-ASEAN ke-3 serta penggabungan Vietnam dalam WTO memberi pengaruh positif kepada ekonomi dan perdagangan bilateral Tiongkok-ASEAN.
Menurut statistik terbaru yang diumumkan oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok, perdagangan impor-ekspor bilateral Tiongkok-ASEAN tahun lalu berkembang cepat. Dari Januari sampai Oktober tahun lalu, volume total perdagangan impor-ekspor bilateral mencapai 129,91 miliar dolar AS, naik 23,1% dibandingkan dengan masa sama tahun 2005. ASEAN telah menjadi pasar ekspor ke-5 besar dan sumber impor ke-4 besar bagi Tiongkok. Sementara itu, Tiongkok dan ASEAN tetap memelihara defisit perdagangan. Investasi Tiongkok terhadap ASEAN bertambah besar. Untuk mendukung perusahaan menginvestasi ke ASEAN, pemerintah Tiongkok telah mengalokasi 50 miliar yuan RMB guna menyediakan berbagai kredit preferensial serta memberi dukungan kepada pelayanan moneter.
Pakar berpendapat, ditinjau dari situasi keseluruhan ekonomi internasional tahun ini, meskipun peningkatan ekonomi tahun ini tidak akan sekuat dari pada tahun lalu, tapi tetap cenderung meningkat. Wakil Direktur Pusat Penelitian APEC dan Kerja Sama Asia Timur dari Akademik Sosial dan Ilmu Pengetahuan Tiongkok, Lu Jianren memperkirakan, tahun ini, perdagangan bilateral Tiongkok-ASEAN akan meningkat dengan kecepatan kira-kira 20%, namun tingkat kenaikannya mungkin agak menurun dibandingkan dengan tahun lalu. Lu Jianren mengatakan,
"Di bawah latar belakang di mana hubungan Tiongkok-ASEAN tahun lalu menciptakan klimaks baru, tahun ini hubungan itu akan terus berkembang, titik terang terutama adalah pendorongan proses Zona Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN (CAFTA)."
Lu Jianren berpendapat, unsur yang mempengaruhi perkembangan hubungan eknomi dan perdagangan Tiongkok-ASEAN selanjutnya terutamanya mencakup aspek-aspek sebagai berikut, pertama adalah ekonomi dunia terutama ekonomi Amerika Serikat ( AS ), kedua adalah perdagangan dunia, ketiga adalah risiko pasar meneter, keempat adalah perubahan harga minyak internasional, kelima adalah situasi ekonomi Asia Timur serta Tiongkok, keenam adalah situasi politik negara ASEAN, dan yang terakhir adalah peristiwa non ekonomi, antara lain bencana alam dan keamanan regional. Akan tetapi, ia mengatakan, tahun ini, ekonomi dunia akan terus meningkat, terutama ekonomi AS tidak akan meresesi, perdagangan inernasional diperluas, pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok dan berbagai negara ASEAN relatif mantap, harga minyak internasional tidak akan naik tajam dan kemungkinan terjadinya krisis pasar moneter sangat tipis. Dengan adanya unsur-unsur yang menguntungkan tersebut, masa depan perkembangan ekonomi dan perdagangan antara kedua pihak ke depan akan sangat optimistis.
Para pakar Tiongkok memperkirakan, titik terang yang baru dalam kerja sama Tiongkok-ASEAN tahun ini adalah persetujuan perdagangan jasa berpengharapan ditandatangani dalam waktu dekat. Perdagangan jasa mempunyai potensi amat besar dan pengaruhnya luas, nilai yang diciptakan tinggi, sementara keterbukaan pasar antara kedua pihak bahkan melampaui WTO, sehingga menjadi motor baru yang menggerakkan perdagangan bilateral tahun ini.
Sebagai acara pembukaan kerja sama Tiongkok-ASEAN tahun ini, bulan ini di Filipina telah diadakan Pertemuan Pemimpin Tiongkok dan ASEAN ke-10 (10 plus 1), Pertemuan Pemimpin ASEAN dengan Tiongkok, Jepang dan Korsel (10 plus 3), serta Pertemuan Puncak Asia Timur ke-2. Direktur Kantor Asia Tenggara Akademi Hubungan Internasional Modern Tiongkok, Zhai Kun berpendapat, hubungan dengan ASEAN sebagai intinya sangat banyak, untuk mengatur dengan baik hubungan ekonomi dan perdagangan ASEAN dengan Tiongkok, kita perlu meninjau dari sudut yang lebih tinggi. Dikatakannya,
"Ditinjau dari lapisan global, baik 10 plus 1, 10 plus 3 maupun 10 plus 6, ASEAN ternyata sebagai sebuah organisasi regional semakin mengundang perhatian Tiongkok, AS dan Jepang. Negara-negara itu semakin meningkatkan alokasi strategis terhadap ASEAN. Ditinjau dari lapisan regional, Asia Tenggara adalah titik tumpu di sekitar Tiongkok, tidak saja saling menyangga di bidang geografi, kedua pihak juga mempunyai banyak persamaan di bidang stabilitas politik, tujuan kerja sama ekonomi yang jelas dan hubungan bilateral yang bersahabat. Ditinjau dari sudut lokal, selama tahun-tahun belakangan ini, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi dan Propinsi Yunnan di perbatasan Tiongkok berhubungan erat dengan ASEAN, sementara provinsi-provinsi Guangdong, Fujian, Hainan bahkan Sichuan dan Kota Shanghai juga berturut-turut meningkatkan pertukaran dengan ASEAN."
Dari pidato para pakar terkait di seminar itu dapat diketahui bahwa dalam hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-ASEAN timbul situasi yang menggembirakan. Pakar dan sarjana Tiongkok menyatakan yakin bahwa perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral tahun ini akan tetap memelihara momentum yang baik.
Demikian tadi, saudara pendengar Ruangan Tiongkok-ASEAN untuk edisi minggu ini, penyiar Anda Nining menyatakan terima kasih atas perhatian Anda, sampai jumpa minggu depan.
|