|
ASEAN tidak hanya menjamin perdamaian di wilayah Asia Tenggara, tapi juga berperan sebagai pembangun jembatan yang memajukan dialog dan kerjasama di dalam dan diluar Asia Tenggara selama 40 tahun. Demikian pernyataan Menteri Luar Negeri Indonesia, Hasan Wirayuda dalam wawancara eksklusif dengan Xinhua di kantornya hari Selasa kemarin.
"Prestasi terbesar ASEAN sejak keberadaannya dari tahun 1967 adalah, para negara anggota di wilayah Asia Tenggara dapat menikmati hubungan yang damai dan stabilitas yang memungkinkan kami fokus pada energi, waktu dan sumber bagi perkembangan ekonomi negara ? negara di Asia Tenggara." Jelas Wirayuda.
Kerja sama yang intensif dan dialog yang dikembangkan selama lebih dari tiga dekade, memungkinkan ASEAN mampu bersatu dan bertahan untuk waktu yang begitu lama.
"Prestasi lainnya adalah, secara alamiah, ASEAN adalah asosiasi yang beranggotakan sepuluh negara Asia Tenggara yang sama ? sama berupaya meningkatkan kerja sama. Tapi di waktu yang bersamaan, ASEAN sangat terbuka dan telah menjadi pembangun jembatan yang aktif di wilayah terdekat Asia Timur. ASEAN memainkan peranan penting dalam mengemudikan proses integrasi regional Asia Tenggara." ungkap Wirayuda.
"Seperti ASEAN+3 (Asean dan rekan dialog dari Tiongkok, Jepang, dan Korsel), sekarang KTT Asia Timur dan Forum Regional ASEAN juga menjadi forum penting bagi negara ? negara di wilayah tersebut. Karena, pengaruhnya dalam kemajuan dialog untuk keamanan politik memberikan kontribusi dalam penciptaan dan pemeliharaan kedamaian dan keamanan regional, terutama di wilayah Asia Pasifik." Kata Wirayuda.
Babak ASEAN merupakan bukti nyata kemajuan ASEAN dalam mencapai level tertentu yang mengubah situasi yang hanya sekedar sebuah asosiasi, menjadi sebuah komunitas ASEAN.
"Kami setuju untuk mengembangkan komunitas ASEAN, dimana saat itu kami memasang target untuk penggabungan penuh yang akan dicapai pada tahun 2020. Namun, gerakan dinamis dalam tubuh ASEAN, dan gerakan dinamis hubungan ASEAN dengan Rekan Dialog Timur telah mendorong kita sebagai anggota ASEAN untuk memutuskan mempercepat waktu pencapaian komunitas ASEAN menjadi tahun 2015, dari jadwal semula
Wirayuda mengungkapkan, ada dua jalan yang ditempuh negara ? negara ASEAN dalam melaksanakan Piagam ASEAN yang baru. Salah satunya adalah mendirikan Kelompok Orang Unggul (Eminent Person Group/ EPG) yang bertugas menyusun visi bagi ASEAN Baru di bawah komunitas ASEAN
"Januari lalu, EPG telah menyerahkan laporan dan rekomendasi kepada para pemimpin ASEAN pada KTT di Cebu. Para pemimpin kemudian membentuk kelompok pembuat konsep yang juga disebut sebagai satuan tugas tingkat tinggi pada Piagam ASEAN." Kata Wirayuda. "Saya rasa saat ini kami berada di jalan yang benar." Katanya. Karena pada rapat para menteri ASEAN yang baru saja diadakan di Manila, satuan tugas tingkat tinggi telah menyerahkan konsep pertamanya dan para menteri telah memberikan petunjuk kepada mereka soal pelaksanannya lebih lanjut.
"Kami di tingkat menteri mampu menetapkan isu yang agak kontroversi yang sebelumnya tidak bisa ditetapkan dalam konsep. Jadi saat ini kita berada pada langkah yang benar untuk menyelesaikan Piagam ASEAN pada November nanti dengan pandangan yang disokong oleh para pemimpin pada KTT ASEAN berikutnya" Demikian dikatakan menteri luar negeri Indonesia itu.
(http://news.xinhuanet.com/english/2007-08/15/content_6535310.htm)
|