Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2007-08-17 17:23:52    
Wawancara Khusus Dengan Kedubes RI di Beijing

cri
Untuk memperingati hari ulang tahun ASEAN ke-40 pada tanggal 8 Agustus nanti, CRI mengadakan wawancara dengan Duta Besar RI Bapak Sudrajat untuk Tiongkok tentang kiprah ASEAN selama ini.

A: Apakah ada prestasi-prestasi ASEAN dalam membela kepentingan para anggotanya bila dalam kawasan yang lebih luas, misalnya di dunia internasional atau Asia?

D: Negara-negara ASEAN juga ikut dalam PBB dalam konteks negara-negara yang bersangkutan, atau dalam konteks negara-negara ASEAN. Memang kita banyak mempunyai pandangan-pandangan yang sama dengan negara-negara ASEAN sendiri, terutama dari aspek ekonomi, dari aspek politik dan demokratisasi. Misalnya isu demokratisasi dan HAM yang ada di Myanmar misalnya. ASEAN melihat bahwa hal ini sebaiknya diselesaikan dalam konsultasi negara-negara ASEAN. Dan kita mencegah agar jangan sampai ada turut campur dari negara-negara di luar ASEAN. Apalagi jangan sampai kalau PBB terlalu dalam masuk sebelum itu bisa diselesaikan di antara negara-negara ASEAN sendiri. Ini adalah salah satu contoh yang dapat kita promosikan di dalam intern sendiri. Termasuk ketika Indonesia mempunyai masalah mengenai Aceh. Dulu pada saat kita ada problem masalah tentang Aceh, kita mendapat dukungan negara-negara kesatuan dari ASEAN. Mereka mendukung integritas wilayah, dan mereka mendukung keamanan dan persatuan di negara kita. Kita juga mendukung hal itu terjadi di Thailand, di Filipina, atau di Myanmar. Konteksnya adalah kita tidak ingin intervensi urusan dalam negeri mereka. Tetapi kita berusaha menyelesaikan konflik di bidang politik dan keamanan di dalam negara-negara ASEAN.

A: Sekarang tantangan atau hambatan apa yang masih dihadapi oleh ASEAN?

D: Memang masih banyak sekali hambatan-hambatan yang masih dihadapi ASEAN. Bukan hanya masalah ekonomi, yang masing-masing negara masih mempunyai problem masing-masing. Tetapi di negara-negara ASEAN sendiri masih belum ada tata ruang ekonomi. Misalnya kalau Malaysia memproduksi kelapa sawit, Indonesia juga memproduksi kelapa sawit. Juga ada produk-produk yang sama yang diproduksi berbagai negara, misalnya perkayuan, timber, dan lain-lain. Tantangan yang dihadapi ASEAN di masa datang ialah masih banyaknya kasus-kasus misalnya di bidang keamanan, masalah penyelundupan, masalah penebangan kayu ilegal, masalah Selat Malaka. Karena sampai sekarang ini di negara-negara ASEAN belum terbentuk aturan-aturan yang sama antar negara-negara yang bisa mengakomodir perjalanan di bidang ekonomi, misalnya masalah bea cukai dan masalah imigrasi. Lalu, lintas orang antar negara ASEAN sendiri cukup banyak, seperti Indonesia dan Malaysia. Ada lebih dari 500 ribu pekerja Indonesia di Malaysia. Begitu pula di Singapura, begitu pula di Filipina. Nah jadi tantangan-tantangan yang dihadapi ASEAN terutama adalah masalah lintas barang, masalah bea cukai, masalah lalu lintas orang di antara negara-negara ASEAN. Selain itu, ada di negara-negara ASEAN sendiri tidak gampang untuk menyatukan pandang dalam satu tafsiran. Misalnya isu politik, isu ekonomi, dan lain sebagainya jadi perlu adanya konsultasi yang terus-menerus.

Kita selalu melakukan pertemuan-pertemuan antara negara-negara ASEAN. Pertahun bisa ada 700 meetings. Jadi masih banyak lagi tantangan yang harus dihadapi ASEAN karena ASEAN semakin berkembang. Isu yang dituangkan semakin lebar, sehingga tantangan-tantangannya akan lebih banyak dihadapi di masa yang akan datang. Tetapi intinya ialah, ASEAN mempunyai visi yang sama akan pembangunan ASEAN di masa yang akan datang.

A: Kalau kita bicara tentang integrasi ASEAN, seperti apa sih yang dimaksud dengan integrasi ASEAN? Apakah akan dibuat seperti Uni Eropa di mana masyarakatnya nanti bisa bekerja di seluruh negara-negara ASEAN?

D: Integrasi ASEAN itu kalau diprediksi seperti Eropa itu masih terlalu awal. ASEAN dibentuk dalam rangka pembangunan ekonomi. Integritas ASEAN terutama akan meningkat dalam bidang ekonomi dan keamanan regional. Salah satu di antaranya adalah di antara negara-negara ASEAN sendiri memproduksi barang-barang yang sama. Bahkan di negara-negara ASEAN sendiri mereka menjadi kompetitor sekaligus teman. Tetapi juga kompetitor dalam produksi barang-barang tertentu. Di bidang ekonomi, ASEAN cukup menonjol. Volume perdagangan ASEAN ke luar itu mencapai 1,4 triliun dolar Amerika, tetapi perdagangan antar negara-negara ASEAN sendiri hampir mencapai 400 milyar dolar. Ini adalah integritas di bidang ekonomi.

Yang kedua yang penting dalam tahun-tahun mendatang adalah integritas di bidang keamanan, atau security community. Dalam hal ini ada suatu perjanjian di negara-negara ASEAN bahwa kalau terjadi konflik atau dispute dalam negara-negara ASEAN, akan diselesaikan secara damai. Yang kedua ada prinsip-prinsip ASEAN yang saling menghormati kedaulatan, saling menghormati integritas wilayah, dan tidak mengintervensi kedaulatan masing-masing negara. Selain itu juga saling menjaga, saling menghormati di antara negara-negara ASEAN sendiri.

Kalau di bidang ekonomi apakah nantinya akan seperti Eropa, tentunya tidak segampang itu akan kita lihat, karena pertama, income percapita atau kemampuan ekonomi negara-negara ASEAN belum sama dan masih jauh. Misalnya Brunei dan Singapura, income percapitanya sudah 29-30 ribu dolar Amerika percapita sedangkan Indonesia sendiri baru 1.600 dolar Amerika, misalnya. Ini tentu perlu waktu untuk integritas dalam bidang ekonomi, dan integritas dalam bidang common currency. Tetapi integritas dalam ASEAN ialah bahwa ASEAN mempunyai pandangan yang sama. Yaitu, satu, membangun ASEAN yang makmur, membangun ASEAN yang aman. Juga membantu keamanan regional, bukan hanya ASEAN tapi juga di Asia Pasifik secara luas di dunia.

A: Salah satu isu yang dihadapi ASEAN dan juga dunia adalah terorisme. Bagaimana ASEAN bekerja sama melawan terorisme?

D: Tentang terorisme, ASEAN amat proaktif, terutama Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara ASEAN yang mengalami banyak serangan teror. Kita juga melihat di Thailand. Tentu dari pandangan Indonesia, kita tidak boleh melihat terorisme dari kejadian terorisme itu sendiri, tetapi kita harus melihat terorisme dari sebab terjadinya terorisme, atau root causes. Di dalam hal ini, dalam negara-negara ASEAN kita telah banyak saling tukar pandang, pertukaran intelijen, pertukaran informasi, pertukaran bantuan teknis di antara negara-negara ASEAN dalam masalah terorisme. Dua tahun ini, banyak langkah-langkah hasil yang dicapai oleh negara-negara ASEAN dalam masalah terorisme. Dan kerja sama ASEAN dalam hal ini juga dengan negara-negara di luar ASEAN, seperti Australia, Amerika, dan China, serta negara-negara yang menganggap bahwa isu-isu terorisme itu juga merupakan suatu ancaman internasional. Itu dikatakan dalam isu keamanan non tradisional dan itu sering dibahas dalam konteks yang lebih luas, bukan saja ASEAN, misalnya ARF, ASEAN Regional Forum. Jadi ini merupakan suatu tindak lanjut dalam kerja sama menghadapi terorisme.