Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2007-08-17 17:24:27    
ASEAN Terus Melaju di Usia 40

cri

Bagi warga Asia Tenggara seperti Indonesia, ASEAN tentu bukanlah nama yang asing. Kita semua tahu bahwa ASEAN adalah persatuan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sebetulnya bagaimana kiprah ASEAN? Apa pengaruh ASEAN bagi kawasan Asia Tenggara? Bagaimana visi ASEAN selanjutnya?

Sampai pada usianya yang ke-40 ini, ASEAN telah mencapai banyak prestasi. Menurut Deputi Sekjen ASEAN Anthony Tandi Dammen, prestasinya yang terbesar adalah menjadikan ASEAN sebagai suatu kawasan yang aman dan damai selama ini. Dalam wawancaranya dengan CRI, Dammen mengatakan bahwa prestasi-prestasi ASEAN tidak akan habis bila disebutkan satu persatu. Maka ia memberi contoh-contoh, misalnya, di bidang nuklir. ASEAN telah berhasil sepakat untuk menjadikan ASEAN sebagai kawasan bebas senjata nuklir. Kemudian di bidang ekonomi, AFTA atau ASEAN Free Trade Area telah memungkinkan kawasan ASEAN menjadi kawasan perdagangan bebas yang biaya tarif-nya sudah hampir nol, kecuali untuk komoditas-komoditas tertentu di negara-negara yang belum maju. Lalu ASEAN juga telah berhasil mewujudkan perdagangan bebas dengan beberapa negara mitra wicara, termasuk Tiongkok. Yang juga tidak bisa diabaikan adalah juga kerja sama antar negara-negara ASEAN dalam menghadapi tantangan penyakit menular global, seperti HIV/AIDS dan flu burung. Juga ketika ada negara-negara ASEAN yang tertimpa bencana alam, ASEAN telah sepakat untuk segera memberikan bantuan dengan mekanisme yang efektif. Ini semua adalah segelintir dari cerita sukses ASEAN dalam menjadi komunitas yang kuat dan berkembang.

Meskipun demikian, Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN Dammen mengakui bahwa masih banyak hambatan-hambatan yang dihadapi ASEAN. Salah satunya adalah kesenjangan ekonomi antar negara-negara anggota ASEAN. Oleh karena itu, ASEAN mendirikan Initiative for ASEAN Integration atau Inisiatif untuk Integrasi ASEAN yang disingkat IAI. Proyek-proyek IAI terutama difokuskan pada pemberian bantuan teknis dan pembangunan kapasitas di negara-negara ASEAN yang masih relative tertinggal. Bantuan ini berasal baik dari negara-negara pendiri ASEAN maupun dari mitra-mitra wicara ASEAN.

Hambatan ASEAN yang lain juga diungkapkan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Sudradjat. Beliau mengatakan bahwa di ASEAN sekarang masih belum ada mekanisme yang akan menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal. Beberapa negara ASEAN masih memproduksi barang-barang yang sama, sehingga menjadi persaingan. Selain itu Dubes juga mengungkapkan masih banyaknya kasus-kasus di bidang keamanan, misalnya penyelundupan, penebangan kayu ilegal, masalah Selat malaka dan masalah-masalah di bidang lintas barang dan lintas orang di ASEAN. Sudradjat mengatakan bahwa hal-hal ini nantinya akan terus ditata melalui konsultasi-konsultasi antar berbagai pihak. Memang, menyelaraskan pandangan antar negara-negara berbeda dengan berbagai kepentingan di dalam tubuh ASEAN sendiri butuh waktu dan tenaga yang pantang mundur.

Salah satu target ASEAN di tahun 2015 adalah mencapai integrasi ASEAN. Tetapi sampai sekarang masyarakat awam masih belum terlalu paham tentang arti integrasi itu sendiri. Menurut Bapak Sudradjat, Duta Besar Republik Indonesia, integrasi ini tidak bisa langsung seperti integrasi Eropa dalam Uni Eropa. Langkah-langkah yang dilakukan terutama adalah mengorganisir mekanisme ekonomi ASEAN. Dubes mengatakan bahwa banyak negara-negara ASEAN yang masih memproduksi barang-barang yang sama. Strategi ASEAN ke depan ialah seperti yang diungkapkan oleh Deputi Sekjen ASEAN Nicholas Tandy Dammen. ASEAN berharap menjadi suatu kawasan berbasis produksi, dan menjadi pasar tunggal. Artinya, ekonomi ASEAN akan ditata supaya ASEAN tidak hanya menjadi sumber barang-barang mentah dunia seperti kayu mentah, logam, dan minyak bumi, tetapi juga memproduksi bahan-bahan yang nilainya lebih tinggi. Pasar tunggal maksudnya adalah penataan ekonomi sehingga masing-masing negara ASEAN saling melengkapi posisi pasar masing-masing, bukan menjadi kompetitor yang bersaing hanya dengan saling menurunkan harga. ASEAN lalu bisa dibayangkan seperti sebuah toko serba ada, yang menjadi pemajang produk-produk buatan negara-negara ASEAN kepada dunia. Dalam pasar tunggal ini juga nanti akan diberlakukan satu saja kebijakan bea cukai bagi seluruh negara-negara ASEAN sehingga memudahkan para investor asing.

Mengenai kemitraan strategis dengan Tiongkok, menurut Dammen, zona perdagangan bebas dengan Tiongkoklah yang sampai saat ini paling maju perkembangannya. Nicholas Tandy Dammen mengatakan, "Di antara negara-negara mitra wicara ASEAN yang sampai sekarang ada 11, mitra wicara dengan China itulah yang paling maju sebetulnya. Jadi kita telah mencapai kesepakatan ini pada tahun 2004 dan kita telah mulai mengimplementasikannya sejak bulan Juli tahun 2005. Kita juga telah mencapai FTA di bidang perdagangan jasa yang ditandatangani di Cebu pada bulan Januari yang lalu. Jadi dengan China ini sebetulnya kita mencapai banyak sekali kemajuan, dan inilah yang paling maju di antara mitra wicara ASEAN yang lain sejauh ini. Bilamana ada hal2 yang menyangkut dispute, kita juga telah mencapai Agreement on Dispute Mechanism dengan China. Jadi saya kira tidak akan ada masalah untuk ke depan ini. Yang masih jadi masalah adalah bagaimana kita meyelesaikan masalah FTA di bidang investasi, yang sampai sekarang masih dalam proses. Tetapi kita punya peta jalan untuk mencapai FTA secara keseluruhan pada tahun 2010."

Nah, Saudara Pendengar, demikian tadi laporan tentang kiprah ASEAN selama ini dan visinya menatap masa depan. Amelia Hapsari melaporkan untuk CRI.