|
Saudara pendengar, selamat berjumpa lagi dalam acara tetap Ruangan Tiongkok-ASEAN, saya Nining. Para pendengar, Menteri Luar Negeri Indonesia, Hasan Wirayuda baru-baru ini di kantornya di Jakarta sempat menerima wawancara wartawan kantor berita Xinhua sehubungan dengan genap 40 tahun berdirinya ASEAN, serta mengenai hubungan Tiongkok-Indonesia. Dalam wawancara itu, Menteri Hasan Wirayuda mengatakan, ASEAN yang segera akan menjadi sebuah masyarakat yang lebih erat dan Indonesia yang merupakan mitra strategis Tiongkok, akan memperdalam hubungannya dengan Tiongkok dan bersama-sama menjaga perdamaian dan kemakmuran di kawasan ini.
Dikatakan oleh Wirayuda, selama 40 tahun sejak berdirinya, prestasi terbesar yang dicapai ASEAN adalah telah memelihara situasi damai pada pokoknya di kawasan Asia Tenggara, sehingga negara-negara anggota dapat memusatkan pikiran, sumber daya dan waktu untuk mengembangkan ekonomi, dan mendorong kemakmuran di kawasan ini melalui kerja sama antara satu sama lain. ASEAN telah melangkah maju dari sebuah organisasi politik yang longgar ke arah masyarakat ekonomi, politik dan sosial. Bersamaan dengan itu, ASEAN telah menjadi jembatan untuk membangun mekanisme dialog dan kerja sama di Asia Timur bahkan kawasan Asia-Pasifik, dan mengambil peran yang semakin penting di panggung politik internasional.
Menyinggung hubungan antara Tiongkok dan Indonesia, Hasan Wirayuda menunjukkan, pernyataan bersama tentang pembentukan kemitraan strategis yang ditandatangani oleh Presiden Tiongkok Hu Jintao dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2005 di Indonesia melukiskan sebuah cetak biru yang megah bagi hubungan bilateral. Kini, kedua negara sedang bekerja sama erat dalam rangka mewujudkan cetak biru tersebut.
Dikatakan oleh Hasan Wirayuda, "Kita telah membangun mekanisme kerja sama di banyak bidang. Kita setuju untuk meningkatkan kerja sama politik, mendorong pertukaran ekonomi dan perdagangan serta mendorong pertukaran antar rakyat. Kini, lebih-lebih dibutuhkan untuk meningkatkan saling pengertian antara rakyat melalui pertukaran mahasiswa, pertunjukan budaya dan kegiatan-kegiatan lainnya."
Mengenai persengketaan antara Indonesia dan Tiongkok mengenai masalah keamanan makanan baru-baru ini, Menteri Hasan Wirayuda menyatakan, kedua negara kini telah mendirikan komite afiliasi penyelesaian masalah perdagangan. Pemerintah Indonesia tidak ingin masalah itu dipolitisasi, sehingga mengganggu perdagangan bilateral yang sedang berkembang pesat dan berskala besar antara kedua negara.
Berbicara tentang apa yang disebut "Teori Ancaman Tiongkok", Wirayuda mengatakan, "Yang disaksikan oleh negara-negara ASEAN termasuk Indonesia adalah dialog dan kerja sama, bukan ancaman. Hubungan antara kami dan Tiongkok adalah hubungan yang saling menguntungkan dan menang bersama. Kami menghargai kebangkitan Tiongkok secara damai. Kebangkitan Tiongkok membuka peluang yang langka dijumpai kepada kedua pihak. Kita akan bersama-sama memelihara perdamaian, kestabilan dan kemakmuran di kawasan ini."
Hasan Wirayuda dengan gembira mengingat kembali pembicaraan yang produktif dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Yang Jiechi yang berkunjung ke Indonesia bulan lalu. Dikatakan oleh Wirayuda, "Menteri Yang Jiechi memilih Indonesia sebagai salah satu negara yang pertama dikunjungi. Hal ini mempunyai arti simbolik. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono khusus menyediakan waktu panjang untuk mengadakan pembicaraan dengan Menteri Yang Jiechi juga menunjukkan perhatian besar kami terhadap hubungan kedua negara. Hubungan bilateral antara kedua negara berkembang sangat lancar."
Menyinggung masalah Taiwan, Menteri Hasan Wirayuda menekankan, Indonesia senantiasa berpegang teguh pada politik satu Tiongkok, dan hanya mengembangkan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Indonesia sepenuhnya menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah RRT.
"Taiwan pernah mencoba menyusup ke dalam sejumlah organisasi internasional, yang terakhir ini adalah PBB, tapi kita tahu bahwa upaya mereka itu tidak mungkin berhasil," demikian kata Menteri Hasan Wirayuda.
|