Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2007-09-05 17:47:04    
Yunnan Dan Guangxi Aktif Bekerja Sama Dengan ASEAN Dlm. Penyelenggaraan Sekolah

Kantor Berita Xinhua

Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Nanning, seiring dengan dipermajunya proses pembangunan zona perdagangan bebas Tiongkok-ASEAN, perguruan tinggi di Yunnan dan Guangxi sebagai tetangga dekat ASEAN selama tahun-tahun terakhir ini aktif bekerja sama dengan ASEAN dalam penyelenggarakan sekolah dengan mengembangkan sepenuhnya keunggulan geoposisinya .

Perguruan tinggi di Yunnan dan Guangxi dengan mengembangkan keunggulan letak posisinya menyelenggarakan jurusan bahasa dari 6 negara Asean, dan tamatannya mendapat sambutan baik pihak perekrutnya. Menurut keterangan Wakil Sekretaris Komite Partai Universitas Etnis-etnis Guangxi , Tang Yaohua, perguruan tinggi terkait memberlakukan pola pendidikan 3+1 ( 3 tahun di dalam negeri dan 1 tahun di luar negeri), yaitu siswa dari jurusan bahasa asing tersebut dikirim untuk belajar selama satu tahun di negara bersangkutan, agar mereka mengenal adat istiadat dari negara terkait dan mahir menguasai bahasanya.

Kota Nanning tempat di mana Universitas Etnis-etnis Guangxi berada merupakan tempat permanen penyelenggaraan Pekan Raya Tiongkok-ASEAN. Selama beberapa tahun ini, Universitas tersebut telah menggembleng siswanya lewat proses pengabdiannya kepada pekan raya tersebut, mereka telah mengirim 1281 relawan profesional dan 1000 orang relawan umum. Selain itu Universitas tersebut juga mengadakan penataran tentang protokol dan pengetahuan tentang ASEAN kepada 2000 mahasiswa yang terdaftar sebagai relawan. 15 orang guru dipromosi sebagai pejabat penghubung senior atau penterjemah senior.

Lewat kerja sama dan pertukaran dengan perguruan tinggi negara-negara ASEAN, perguruan-perguruan tinggi di Yunnan dan Guangxi telah berhasil memupuk tenaga ahli yang mahir menguasai dua bahasa. Menurut keterangan Wakil Direktur Kantor Pendidikan Propinsi Yunnan Hao Lixin, dari akhir September sampai awal Oktober tahun lalu, Yunnan telah mengorganisasi 4 perguruan tinggi mengadakan 7 kali peragaan pendidikan di Thailand, Vietnam, Kamboja dan Laos, sehingga telah mendorong kerja sama sejumlah perguruan tinggi di ke-4 negara itu dengan perguruan tinggi Yunnan, sementara menarik siswa dari negara-negara ASEAN belajar di Yunnan.

Menurut statistik Kantor Pendidikan Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, jumlah mahasiswa asing yang belajar di Guangxi mencapai sekitar 2000 orang pertahunnya selama beberapa tahun ini, dan mayoritas mutlak dari mereka berasal dari negara ASEAN. Perguruan tinggi Guangxi mengirim sekitar 500 mahasiswa untuk belajar ke Vietnam , dan sekitar 300 orang dikirim ke Thailand. Pertukaran mahasiswa tersebut telah menciptakan syarat yang baik untuk memupuk tenaga trampil yang mengenal keadaan Tiongkok dan negara-negara ASEAN, menguasai bahasa Mandarin dan bahasa negara-negara ASEAN.

Sementara itu, perguruan tinggi di Guangxi dan Yunnan juga aktif ambil bagian dalam proyek " Jembatan Bahasa Mandarin " negara, membantu negara-negara tetangga menatar guru bahasa Tionghoa, mengirim relawan sebagai guru bahasa Tionghua ke luar negeri, menyelenggarakan pusat pengajaran bahasa Tionghoa dan Akademi Konghucu, sehingga telah melakukan penjajakan dan memberikan sumbangan demi pepopuleran bahasa Tionghua di luar negeri. Wakil Direktur Departemen Pendidikan Tinggi Kantor Pendidikan Propinsi Yunnan, Wang Yungquan memperkenalkan, selama Repelita Ke-11, perguruan tinggi Yunnan akan menyelenggarakan sekitar 10 buah akademi Konghucu dan sejumlah pusat bahasa dan budaya Tiongkok di Asia Selatan dan Asia Tenggara, dan kini sudah ada 4 buah sekolah yang telah dibangun atau tengah dipersiapkan.

Selain menyelenggarakan perguruan tinggi terpadu yang berorientasi ASEAN, diselenggarakan pula sejumlah sekolah kejuruan tinggi. Selama 4 tahun lalu, Akademi Perwira Polisi Yunnan telah membantu Myanmar dan Laos menatar 305 orang pejabat penegak hukum di bidang anti narkotika, sehingga telah mendorong perkembangan kerja sama internasional di bidang anti narkotika. Institut Teknologi Kejuruan Nanning aktif mengadakan kerja sama dan pertukaran dengan banyak perguruan tinggi negara ASEAN. Tahun ini Institut tersebut mempelopori penyelenggaraan jurusan bahasa Arab di Guangxi.