|
Saudara pendengar, Forum Tingkat Menteri Perkembangan Prasarana Kawasan Asia-Pasifik Ke-6 baru-baru ini diadakan di Beijing dengan dihadiri oleh para wakil menteri dari Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan serta wakil menteri dari negara-negara ASEAN, antara lain Vietnam, Singapura, Malaysia dan Brunei. Selama forum tersebut, para wakil bertukar pengalaman di bidang perkembangan infrastruktur, menjajaki jalur untuk memperluas kerja sama. Para peserta forum itu secara merata berpendapat, di bidang perkembangan instalasi dasar, kerja sama dan pertukaran antara berbagai negara mempunyai lingkup yang luas. Berikut laporan wartawan kami.
Saudara pendengar, dialog antara Tiongkok dan ASEAN telah berlangsung 16 tahun. Selama 16 tahun ini, kedua pihak telah mengembangkan kerja sama yang efektif di bidang politik, ekonomi dan kebudayaan. Kerja sama itu terus berkembang secara luas dan mendalam, perkembangan infrastruktur justru adalah suatu arah kerja sama yang sedang berada pada tahap awal dan mempunyai prospek perkembangan yang luas. Menyinggung hal itu, Wakil Menteri Pembangunan Vietnam, Nguyen Van Lien mengatakan kepada wartawan,
"Hubungan Vietnam-Tiongkok sedang berada pada priode perkembangan yang menyeluruh dan cepat, sejumlah besar perusahaan Tiongkok menanam modal di Vietnam dan mencapai hasil yang memuaskan. Di antara kedua negara terdapat banyak unsur yang menguntungkan, misalnya, kedua negara mempunyai latar belakang kebudayaannya yang hampir sama, yang telah menciptakan iklim investasi baik kepada perusahaan Tiongkok. Setahu saya, kini ada perusahaan Tiongkok yang melakukan investasi dalam proyek pemerosesan air limbah di Kota Ho Chi Minh. Itu adalah proyek yang berskala besar, apabila proyek itu terlaksana, maka pasti akan memperbaiki sistem lingkungan dasar. Perusahaan Tiongkok juga berpartipasi dalam industri lain, misalnya industri semen. Selain investasi bersama, kami juga mengimpor sejumlah besar perlengkapan dari Tiongkok. Saya menganggap iklim kerja sama dan investasi antara kedua negara sangat baik, perusahaan kedua negara juga sedang mengusahakan lebih banyak jalur kerja sama untuk merealisasi menang bersama."
Melalui perkembangan selama beberapa tahun, Tiongkok dan negara-negara ASEAN telah mengumpulkan sejumlah pengalaman yang bermanfaat. Berbicara tentang pembangunan infrastruktur negaranya masing-masing, para wakil berbagai negara secara terus terang mengutarakan pengalamannya dalam usaha itu. Kepala Direktorat Penyuplaian Air Kementerian Energi, Air dan Perhubungan Malaysia, Hasnul Bin Mohamad Salleh dalam pidatonya di depan forum itu secara titik berat mengutarakan pengalaman Malaysia di bidang prasarana air. Dikatakannya,
"Pasokan air sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sesuatu negara. Kami menyediakan air minum yang aman dan bersih untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat, hal itu merupakan jaminan strategis yang penting kepada perkembangan negara."
Mohamad Salleh memperkenalkan pula tindakan konkret Malaysia dalam pembangunan prasarana air kepada para wakil peserta forum itu. Dikatakannya, mengingat perkembangan di luar kontrol mungkin mengakibatkan kehilangan sumber air, maka Malaysia menjalankan pengelolaan sumber air yang berkelanjutan. Kebijakan tersebut diambil pada beberapa tahap. Pertama, memperluas sumber. Kedua, menghemat sumber. Ketiga, membangun instalasi air dengan memanfaatkan tuas ekonomi, dan keempat, meningkatkan mutu pelayanan penyuplaian air. Dengan memanfaatkannya kebijakan pengelolaan tersebut, Malaysia mencapai prestasi besar dalam pembangunan prasarana air.
Menyinggung kerja sama dengan Tiongkok, Mohamad Salleh mengatakan, di Malaysia terdapat sejumlah proyek yang patut diinvestasi oleh perusahaan Tiongkok, sejumlah besar di antaranya adalah proyek besar kerja sama antar pemerintah. Di Tiongkok, Malaysia juga mempunyai proyek pembangunan prasarana air, misalnya perusahaan pemrosesan air yang didirikan oleh Malaysia di Tiongkok.
Singapura kaya pengalaman di bidang pembangunan prasarana negara dan sarana umum kotapraja, terutama pada pengelolaan sumber air dan prasarana air. Direktur Program Kebijakan Air Singapura mengatakan kepada wartawan,
"Wilayah Singapura relatif terbatas, maka kami perlu mengelola sumber air secara sangat rasional. Dalam pembangunan prasarana air, kerja sama kami dengan Tiongkok dilangsungkan terutaman dalam tiga bentuk. Pertama, kedua pihak telah membentuk mekanisme konferensi internasional yang diadakan dua tahun sekali. Kedua, kedua negara mengadakan kunjungan timbal balik dan pertukaran secara tak berkala. Setiap tahun, pejabat Tiongkok mengunjungi Singapura, kami juga mengirim pejabat ke Tiongkok untuk belajar dan mengadakan pertukaran. Ketiga, di bidang proyek konkret, Singapura sekarang mempunyai sebuah proyek pembangunan infrastruktur yang amat besar skalanya di Kota Zhang Jiagang, Tiongkok. Kami yakin bahwa proyek itu dapat berhasil meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur air di kota itu. Singapura mengumpulkan pengalaman yang kaya dalam pembangunan prasarana air kotapraja selama bertahun-tahun, kami yakin bahwa pengalaman itu dapat dimanfaatkan untuk pembangunan prasarana Tiongkok."
Di depan upacara penutupan Forum Tingkat Menteri Perkembangan Instalasi Dasar Kawasan Asia-Pasifik Ke-6, Menteri Pembangunan Tiongkok, Wang Guangtao dalam pidatonya berharap dapat mengadakan kerja sama yang mendalam dengan negara-negara peserta forum itu di bidang prasarana kota dan prasarana umum kotapraja. Dikatakannya, permintaan besar Tiongkok atas sarana umum dan infrastruktur kotapraja dalam proses urbanisasi akan menyediakan pasar luas dan peluang perkembangan yang baik kepada industri-industri terkait berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.
|