|
"Guangxi tidak hanya mampu berperan sebagai penengah dalam proses alih investasi para pengusaha Taiwan dari daerah pantai ke pedalaman bagian barat Tiongkok. Teluk ini juga akan menjadi kunci partisipasi para pengusaha Taiwan dalam kerja sama ekonomi regional '10+1' antara Tiongkok dan ASEAN." Demikian tutur Profesor Lin Bai dari Universitas Politik Taiwan di depan Forum Pasar Bersama Industri Kedua Tepi Selat dan Seminar Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Guangxi-Taiwan yang berlangsung di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok Selatan.
Teluk Beibu adalah salah satu kata yang paling banyak dibicarakan dalam forum dan seminar tersebut. Pandangan Profesor Lin yang menganggap Teluk Beibu sebagai "batu loncatan" partisipasi ekonomi Taiwan dalam "10+1" juga adalah pandangan umum yang dianut para pengusaha Taiwan. Mereka umumnya berpendapat, dengan memanfaatkan keunggulan geografis Teluk Beibu, kedua tepi selat mendapat keuntungan untuk mencapai kemenangan bersama dalam proses globalisasi ekonomi dan integrasi ekonomi regional.
Kalangan manufaktur Taiwan sudah menunjukkan motivasi untuk menanam modal ke kawasan ekonomi Teluk Beibu. Statistik menunjukkan, pada tahun 2006, volume perdagangan antara Guangxi dan Taiwan tercatat 160 juta dolar Amerika. Ini menempati urutan kedua di antara daerah-daerah yang lain di bagian barat Tiongkok. Pada tahun itu juga, nilai investasi total riil pengusaha Taiwan di Guangxi mencapai 8,8 juga dolar Amerika, naik 50%. Hingga akhir tahun 2006, modal Taiwan yang secara riil telah dimanfaatkan Guangxi tercatat 1,15 miliar dolar Amerika. Ini menempati urutan pertama di bagian barat daratan Tiongkok. Yang patut diperhatikan ialah, sejumlah perusahaan besar Taiwan kini telah atau berencana menanam modal ke Guangxi.
"Penanaman modal oleh para pengusaha Taiwan di daratan menunjukkan konfigurasi huruf T yang tersebar dari Daerah Segi Tiga Sungai Yangtse, Teluk Laut Bohai dan daerah sepanjang Sungai Yangtse sampai daerah pedalaman ke barat." Demikian dikatakan Chen Daxiong, Komisaris Eksekutif Asosiasi Bisnis Impor dan Ekspor Taipei. Ia mengatakan: "Selama kunjungan ke Guangxi kali ini, kami telah menemukan bintang daerah yang lain yang belum termasuk dalam konfigurasi T itu."
Chen Daxiong mengatakan, kerja sama antara Guangxi dan Taiwan kini terpicu oleh dua faktor. "Satu, ialah kesempatan atau wahana bagi investasi pengusaha Taiwan ke bagian barat Tiongkok, dan satu lagi ialah kesempatan perkembangan bersama Guangxi dan pengusaha Taiwan dalam interaksi dengan ekonomi ASEAN."
Dengan menyadari arti Teluk Beibu sebagai "batu loncatan," pengusaha Taiwan dengan penuh semangat dan inisiatif telah menemukan peluang untuk memperluas pasar dan cara untuk menyelesaikan masalah "dipinggirkannya ekonomi Taiwan."
Presiden Komisaris Yayasan Pasar Bersama Kedua Tepi Selat Taiwan, Xiao Wanchang sudah dua kali memimpin delegasi untuk menghadiri seminar pertukaran kerja sama ekonomi dan perdagangan Guangxi-Taiwan. Ia mengajukan bahwa Taiwan seharusnya tidak absen dalam integrasi ekonomi regional "10+1". Taiwan diusulkan agar meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Guangxi untuk menikmati bersama peluang bisnis.
Ada juga sarjana yang menunjukkan bahwa dengan mewujudkan normalisasi ekonomi dan bentuk sistem industri yang rasional antara kedua tepi selat, maka Taiwan akan dapat menikmati peluang dan hasil perkembangan berkelanjutan ekonomi daratan, sehingga dapat dengan lebih baik berpartisipasi dalam proses kerja sama ekonomi regional, dan dengan wajar terhindar dari krisis terpinggirkannya ekonomi Taiwan.
|