|
Kota Fangchenggang yang terletak di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok Barat Daya memiliki pelabuhan yang cukup besar. Dengan mengandalkan pelabuhan itu mereka meningkatkan kerja sama dengan negara-negara ASEAN dan berupaya membangunnya menjadi pelabuhan besar internasional. Wartawan Tiongkok dan asing dari Rombongan Liputan Bersama Radio Dan Televisi Internasional sangat terkesan oleh kota tersebut.
Sekretaris Komite Kota Fangchenggang Partai Komunis Tiongkok (PKT), Zhu Jun memperkenalkan perkembangan ekonomi, sosial dan pelabuhan kota itu pada tahun-tahun belakangan ini. Sebagai pelabuhan terbesar di Guangxi dan jalur menuju laut di Tiongkok barat daya, Kota Fangchenggang mengembangkan keunggulan lokasinya terus meningkatkan fungsi untuk mengabdi Tiongkok barat daya dan negara-negara ASEAN. Kini, di Fangchenggang telah dibangun 36 kade dan menjadi salah satu dari 12 pelabuhan utama di pesisir Tiongkok. Pelabuhan tersebut telah membuka lin pelayaran ke lebih 220 pelabuhan di seluruh negeri serta 80 lebih negara dan daerah di dunia, volume bongkar muat pelabuhan tahun lalu tercatat 25 juta ton, sejumlah besar di antaranya adalah komoditas dari ASEAN.
Setelah mengetahui kerjasama yang terus meningkat antara pelabuhan Fangchenggang dengan pelabuhan di Vietnam, wartawan Vietnam, Doan Thanh Luong dari Stasiun Televisi Ho Chi Minh menaruh harapan besar atas hubungan perdagangan laut antara kedua negara. Dikatakannya,
"Pembangunan pelabuhan adalah syarat yang diperlukan bagi kerja sama dan kontak ekonomi antara kedua negara. Kini, Kota Ho Chi Minh juga sedang membangun sebuah pelabuhan air-dalam. Perkenalan tentang Kota Fangchenggang kali ini merupakan sebuah pengalaman yang berguna bagi kami. Kontak ekonomi antara pelabuhan kedua negara diharapkan dapat terus berkembang dan membawa keuntungan bagi rakyat kedua negara."
Pada paro pertama tahun ini, volume bongkar muat pelabuhan Fangchenggang meningkat 72,78%, perdagangan impor-ekspor dengan ASEAN meningkat 40% dibandingkan masa sama tahun lalu. Sampai akhir tahun ini, volume bongkar muat pelabuhan diperkirakan akan mencapai 50 juta ton. Dioperasikannya sejumlah besar kade ukuran besar telah meningkatkan daya saing inti pelabuhan. Dalam liputan di dermaga khusus bijih tambang ukuran 200 ribu ton di Fangchenggang, wartawan telah menyaksikan taraf spesialisasi dan modernisasi pelabuhan itu yang melakukan bongkar muat "dari kapal ke kapal", sehingga waktu singgah kapal rata-rata dipersingkat dari hampir dua hari menjadi tidak sampai setengah hari.
Di kade nomor 15, wartawan Myanmar, Thin Thin Su gembira sekali ketika menemukan sebuah kapal Myanmar sedang memuat dan membongkar pupuk kalium. Dikatakannya,
"Dari kunjungan ini kami menyaksikan bahwa pelabuhan di Guangxi berkembang sangat cepat, mempunyai instalasi dasar yang lengkap dan kemampuan menjalankan tugas kontak ekonomi dan perdagangan antara Myanmar dengan Tiongkok."
Ketua Departemen Produksi Radio ABS-CBN Filipina, Ephram Antonio Jr berpendapat, pelabuhan Guangxi sepenuhnya dapat menjalin hubungan sekutu dengan pelabuhan-pelabuhan di Asia Tenggara untuk berbagi informasi dan sumber daya, mempercepat perkembangan industri logistik pelabuhan, serta mendorong kerja sama dan perkembangan ekonomi dan perdagangan di kawasan Pan Teluk Beibu bahkan antara Tiongkok dan ASEAN. Dikatakannya,
"Sejumlah besar negara ASEAN dan Tiongkok relatif banyak bergantung pada perdagangan laut. Sama dengan banyak pelabuhan unggul di Filipina, pelabuhan Tiongkok ini mempunyai lingkungan perdagangan yang unggul dan merupakan pelabuhan yang terbuka. Mendorong hubungan ekonomi dan perdagangan melalui kerja sama pelabuhan sangat menguntungkan kerja sama antara Tiongkok dan ASEAN."
Fangchenggang yang memiliki keunggulan lokasi di pesisir dan perbatasan menarik perhatian sejumlah besar pengusaha dalam dan luar negeri. PT Industri Bahan Pangan Dan Minyak Dahai Jiali yang sebagian modalnya milik Singapura dengan menggunakan keunggulan lokasi Fangchenggang telah membangun pangkalan pengolah bahan pangan dan minyak goring terpadu yang paling besar skalanya dan paling maju perlengkapannya di kawasan Tiongkok barat daya. Pusat Listrik Fangchenggang yang sebagian modalnya milik China Eleltric Equipment Group (HK) Limited (CEEG) merupakan proyek perlistrikan paling besar dengan investasi modal asing di Guangxi dewasa ini. Pusat listrik itu sudah mulai menyalurkan listrik tanggal 3 bulan lalu. Sementara memperhatikan pelestarian lingkungan, CEEG juga membangun dermaga batu bara untuk membangkitkan listrik dengan menggunakan batu bara dari Indonesia sehingga telah banyak menghemat biaya perusahaan. Dengan mengadakan liputan di dua perusahaan itu, wartawan menyaksikan Kota Fangchenggang secara inisiatif berintegrasi dalam kerja sama ekonomi kawasan Pan Teluk Beibu dan terbentuk meomentum perkembangan interaksi antara pelabuhan dan industri.
Penyiar dan produser radio dan televise Malaysia AIFM, Choo Seau Wei mengatakan,
"Ditinjau dari rencana yang kami ketahui, hubungan industri logistik antara Tiongkok dan ASEAN akan lebih erat sehingga akan mendorong perkembangan bersama. Perkembangan subur banyak industri di sini menunjukkan bahwa transportasi perlu dikembangkan untuk mendorong perkembangan ekonomi suatu daerah. Saya mengharapkan negara-negara di kawasan Pan Teluk Beibu dapat meningkatkan kerja sama antar pelabuhan untuk mendorong perkembangan ekonomi dan perdagangan."
Kini, lebih dari separo perdagangan impor-ekspor Tiongkok dengan ASEAN dilakukan melalui angkutang laut. Kerja sama pelabuhan antara berbagai negara kini sedang ditingkatkan. Dalam liputan di Kota Fangchenggang, wartawan Tiongkok dan luar negeri menyatakan, seiring dengan percepatan pembangunan Zona Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN dan percepatan pembangunan Zona Ekonomi Pan Teluk Beibu secara menyeluruh, Fangchenggang diharapkan dapat menjadi kubu depan dan pusat lalu lintas penting dalam kerja sama Tiongkok-ASEAN.
Demikian tadi saudara pendengar, Ruangan Tiongkok-ASEAN untuk edisi pekan ini, penyiar Anda Nining menyatakan terima kasih atas perhatian Anda, sampai jumpa pada acara yang sama minggu depan.
|